Black And White SiMauGala Gang <AMAGIRLS-AMABOYS>

Black And White SiMauGala Gang <AMAGIRLS-AMABOYS>
5. Mr. ADI'S STALL AND AMAGIRLS-AMABOYS RACING IDENTITY


__ADS_3

Mereka pun pergi ke warung pak Adi yaitu warung yang memang digunakan untuk mereka semua berkumpul alias nongkrong dan beruntungnya warung tersebut lagi sepi karena masih siang (ramenya waktu malam) jadi, bila mereka ke sana pada waktu siang seperti ini maka mereka bisa membicarakan tentang geng.


Setelah mereka memarkirkan kendaraan, mereka pun duduk di depan warung tersebut dan menyapa pak Adi.


"Mau pesen apa ini neng, mas?" tanya pak Adi


"Kalian mau pesen apa?" tanya Rania ke para adik.


"Samain aja." ucap Michelle mewakili mereka semua.


"Kalo gitu, kita pesen nasi pecel sama minumnya es teh masing-masing 12 ya pak." ucap Ario.


"Siap, ditunggu dulu ya mas, neng." ucap pak Adi lalu meninggalkan mereka semua.


"Sepertinya kalian berempat dekat, apa kalian pernah kenal sebelumnya?" tanya Ariel.


"Oh mereka ini sahabat gue, dan dia pacar gue," ucap Michelle, "Btw, kalian sekolah dimana?" lanjut Michelle.


"Belum tau juga, soalnya kita baru pindah ke kota ini kemarin." jawab Ariel.


"Lo berdua akan sekolah di 3A High School." ucap Alia.


"3A High School?, Bukankah itu sekolah punya lo?" tanya Aurel.


"Yupz." kata Alia.


"Bentar-bentar 3A High School punya Lo?" kaget Marchel.


"Why? (Kenapa?)" tanya Michelle.


"Ck, itu berarti kita ketemu sama pemilik sekolah kita dan juga mereka akan 1 sekolah dengan kita." jelas Aldi yang sudah lelah dengan kelemotan temannya.


Michelle yang mendengar penjelasan itu hanya mengedipkan matanya berkali-kali dan tiba-tiba.


"OH MY GOD!" teriak Michelle.


Ariel, Aurel, Alia, Zein, Reina dan Reiko yang terkejut itupun hanya menutup telinganya saja sedangkan Rania, Ario, Marchel, Aldo dan Aldi hanya menggelengkan kepalanya.


"Yes, akhirnya gue punya temen cewek." ucap Michelle.


"Njir, berisik kayak lo Ran." ucap Reina.


"Adek gue."


"Kalo gitu gue boleh minta nomer kalian berdua?"


"Boleh, mana hp lo?"


Ariel mengetikkan nomer telponnya di hp Michelle lalu menyerahkan hp itu ke Aurel, setelah itu Aurel mengembalikan handphone tadi ke Michelle.


"Ini pesenannya mas, neng."


"Terimakasih pak."


Mereka pun menyantap makanannya dan menghabiskan waktu sampai sore.


"Masih jam 3 nih, ke mall yuk!" ajak Rania.


"Kak, gue harus pergi ke suatu tempat nih tapi harus bawa motor, gue sama Rea cabut dulu gak papa?" Ariel


"Bawa motor kita berdua aja gak papa." Reiko


"Kalian bisa kan bawa motor sport?" Zein


"Bisa sih, tapi gak papa kita pake?" Ariel


"Iya gak papa, nih kuncinya." ucap Zein sambil menyerahkan kunci motornya ke Ariel, tanpa basa-basi Ariel mengambil kunci motor itu dan menukarnya dengan kunci mobil Alia dan mengucapkan terimakasih begitupula dengan Reiko dan Aurel.


"Kita juga gak bisa ikut nih kak, ada urusan." ucap Aldo


"Yah, sayang banget, lain kali kalian ikut ya?" ucap Rania


"Iya kak, diusahain." ucap Ariel mewakili ketiga temannya yang lain.


"Ya udah kalo gitu kita duluan ya!" ucap Rania.


"Key, hati-hati kalo bawa motor." Alia.


"Lo juga Fi." Reina.


"Iya kak." ucap Ariel dan Aurel bersamaan.


Setelah para kakak itu pergi, tinggallah Aldi, Aldo, Aurel dan Ariel di sana.


"Gue rasa gue pernah ketemu sama kalian deh." ucap Ariel yang disetujui oleh Aurel (Mereka jalan ke motornya masing-masing)


"Gue juga ngerasa kalian familiar." ucap Aldo yang diangguki oleh Aldi.


"Btw, kalian mau kemana kok gak ikut mereka?" tanya Ariel.


"Sirkuit." jawab Aldi yang membuat Ariel dan Aurel yakin dengan prasangka mereka ke Aldo dan Aldi.


"Balapan?" tanya Aurel.


Pertanyaan Aurel hanya dijawab dengan deheman oleh Aldo dan Aldi.


"Nama kalian di dunia balap apakah Iko Dosco?" tanya Ariel.


Aldo dan Aldi yang terkejut itu langsung menatap Ariel.


"Ekhem, ya itu nama balap gue." Aldo


"Jadi, lo Fiyu Di To?" tanya Aurel sembari menunjuk Aldi.


"Ya, karena kalian tau tentang kita jangan bilang kalo salah satu dari kalian adalah Yura Reli Ro?" Aldi


"Sayangnya itu benar dan itu gue." Aurel


"Berarti lo Aishi Riel Cio?" Aldi bertanya sembari menunjuk Ariel dan hanya dijawab dengan anggukan oleh Ariel.


"So, that's mean Michelle is Nuta Chelle Erto and Marchel is Taki Ino Ito? (Jadi, itu artinya Michelle adalah Nuta Chelle Erto dan Marchel adalah Taki Ino Ito?)" tanya Ariel lebih tepatnya memastikan.


"Ya, seperti itulah, lebih baik kita ke sirkuit sekarang, kita udah terlalu lama disini." Aldi


"Btw, nih motor gak papa kan dipake buat balapan?" Aurel


"Gak papa, orang biasanya sama mereka emang dipake buat balapan kok." Aldo


"Oke."


Mereka pun langsung melajukan motornya menuju sirkuit karena memang sebenarnya semua pembalap motor akan berkumpul dan mengadakan pertandingan persahabatan.


...----------------...


RARZAR (untuk kakak-kakaknya gue pake ini ya) + Michelle, Marchel Side (Mall)

__ADS_1


"Mencar aja kita, nanti kumpul di cafe lantai 3 gimana?" Alia.


"Oke." Cewek-cewek.


Yang cowok ngikut aja sama pacarnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Alia-Zein side.


"Kamu mau beli apa?" Zein


"Bingung nih, tapi aku pengen beli hoodie gitu buat Key juga."


"Key mirip banget ya sama kamu."


"Apanya?"


"Sifat kalian, kalo muka sih gak terlalu mirip."


"Iya lah, aku kan mirip bunda sedangkan dia mirip ayah." ucap Alia tanpa menolehkan kepalanya ke arah Zein karena dia lagi fokus milih hoodie.


"Dia, beneran setuju kalo aku pacaran sama kamu?"


Pertanyaan dari Zein tersebut berhasil mengalihkan atensi Alia dan membuat Alia menatapnya dengan lembut.


"Kalo dia gak setuju gak mungkin kan dia ngebiarin aku di bonceng sama kamu tadi?"


Alia yang mengerti keraguan Zein pun langsung melanjutkan perkataannya.


"Kalo kamu masih ragu, kamu bisa coba tanya ke dia langsung atau gak kamu nelfon dia sekarang?"


"Huff, ya udah nanti aku telfon dia."


"Ya udah yuk aku udah pilih hoodienya nih."


Semua belanjaan Alia tadi dibayarin oleh Zein meski sempat ditolak oleh Alia tapi dengan alasan "hadiah buat Ariel" jadinya Alia hanya pasrah saja.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Rania-Ario side.


"Mau beli apa yang?" tanya Ario sembari mengusap kepala Rania


"Temenin aku beli makeup ya?"


"Ya udah ayo."


Rania pun memilih beberapa makeup sedangkan Ario hanya melihatnya saja.


"Besok ke rumah ya, mommy sama daddy besok ada di rumah dan mereka nyuruh aku ngajak kamu."


"Eh, emang mereka sampainya kapan? kamu gak jemput mereka dulu di bandara?"


"Mereka udah di sini dari kemarin dan mereka bilang mereka pengen ketemu kamu."


"Kok gak bilang sih, kan aku bisa ikut kamu jemput mereka kemarin!"


"Mereka sampai di sini malem sayang, mana mungkin aku ngajak kamu."


"Kalo gitu besok ke rumah kamu jam berapa?"


"Setelah kelas aja gimana?"


"Ya udah deh boleh."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Michelle-Marchel side.


"Cari baju buat kamu yuk."


"Buat aku? Gak buat kamu aja?"


"Aku pengen liat kamu pake baju warna terang, kamu gak mau ya?" ucap Michelle sembari mengerucutkan bibirnya.


"Ih kok gemesin sih, ya udah ayo." Mencubit pipi Michelle.


Mereka pun memilih-milih baju buat masing-masing.


"By, kamu ngerasa familiar gak sih sama Lea, Rea?"


Michelle menanyakan itu saat sedang mencocokkan baju yang berada di tangannya ke badannya Marchel.


"Ya, sepertinya kita pernah bertemu sama mereka tapi aku kurang yakin sih."


"Btw, apa Leo sama Reo juga ngerasain apa yang kita rasain ya?"


"Aku rasa sih iya, soalnya tadi aku bisa liat tatapan Leo ke mereka itu kayak menelisik muka mereka gitu begitu pula dengan Lea kayak menelisik muka kita satu-persatu gitu tadi."


"Ya udah lah, lusa kita tanyain aja ke mereka di sekolah gimana?"


"Iya." Ucapnya sembari mengelus rambut Michelle.


Setelah membayar mereka menuju cafe yang sudah dijanjikan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Reina-Reiko side.


"Lo mau nyari apaan sih?"


"Game, sekalian buat si Alfi."


"Lah, Alfi gamer juga?"


"Iya lah, kan dari kecil mainnya sama gue."


"Btw, dia emang beneran setuju sama hubungan kita?"


Pertanyaan yang berhasil membuat Reina menoleh ke Reiko.


"Kalo dia gak setuju gak mungkin kan dia percaya sama kamu untuk jagain aku sekarang?"


Ucapan Reina yang menggunakan aku-kamu itu membuat Reiko menjadi sedikit lebih tenang karena mereka hanya akan menggunakan aku-kamu kalo ingin bicara serius.


"Lain kali aku akan ajak dia ngobrol dulu boleh kan?"


"Iya, tapi jangan saling pukul ya?" Reina mengucapkannya dengan nada gurauan.


"Astaga, ya gak mungkin lah." Reiko mengucapkannya sembari mengusap kepala Renia dan mengecupnya sekilas.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah mereka berada di cafe, mereka pun mengobrol hingga handphone Alia dan Reina berbunyi dan mendapati nomer yang tidak di kenal.

__ADS_1


...----------------...


Ariel,Aldo, Aurel, Aldi side.


Setelah mereka berhenti di dekat sirkuit dan memasang masker serta topeng mereka, mereka pun menuju sirkuit dan langsung disambut oleh semua anggota yang ada di sana.


"Wah, kalian kok bisa datang bersamaan?" Coach A.


"Tadi ketemu sama mereka sebelum coach menghubungi kami untuk datang." Aldo


"Wah berarti kalian sudah mengetahui identitas masing-masing?" Coach B.


Mereka berempat pun serentak menganggukkan kepalanya.


"Ah, gue iri, gue kan juga pengen tau muka kapten." Ucap salah satu anggota balap.


"Hahaha, tapi sepertinya 2 motor itu bukan milik kalian Yura, Aishi?" Coach A.


"Ah, iya coach tadi kita berdua pake mobil jadinya motornya itu minjem." Ariel.


"Tapi sepertinya motor itu familiar." Coach A


"Bukankah itu milik kenalan kalian Iko, Fiyu?" Coach B.


"Iya, coach yang waktu itu bisa ngalahin beberapa orang di sini." Aldo.


"Ini jadi mau siapa dulu yang mau balapan?" Coach.


"4 kapten nanti aja, gimana kalo kita-kita aja dulu?"


Anggota.


Balapan pun berlangsung selama beberapa putaran hingga akhirnya giliran Aldo, Ariel, Aldi, dan Aurel. Banyak sekali sorak sorai untuk menyemangati mereka berempat.


Balapan pun berlangsung meriah hingga beberapa putaran dan saat putaran terakhir rem motor yang digunakan oleh Ariel dan Aurel tidak bisa digunakan, Ariel dan Aurel yang merasakan itu pun memilih untuk melompat dari motornya daripada berakhir dengan tabrakan beruntun karena Aldo dan Aldi berada di depan mereka.


Kejadian tersebut tentu saja membuat semuanya terkejut tak terkecuali dengan Aldo dan Aldi yang langsung menghampiri Ariel dan Aurel.


Aldo langsung membantu Ariel untuk menepi karena Ariel melompat ke kanan sedangkan Aldi membantu Aurel karena ia melompatnya ke kiri.


"Mana yang luka?" Aldo.


Ariel pun melepas helmnya dan menunjukkan telapak tangannya yang berdarah.


"Perih anjir, Btw Rea gak papa kan?"


"Tenang aja diurus sama Reo dia." ucap Aldo sembari mengobati tangan Ariel dengan P3K yang dibawakan oleh coachnya.


"Anjir, motor orang lagi tuh." ucap Ariel seraya menatap motor Zein yang tergeletak di jalur sirkuit.


"Tenang aja, nanti biar gue bantu jelasin ke kak Zein sama kak Reiko, btw gue bilang ke kakak lo ya ini?"


"Iya, tapi suruh kumpul di bengkel langganan kalian aja."


"Gue bilang ke Reo dulu."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Telpon Aldo-Alia.


"Halo kak Al."


"Halo, siapa ya?"


"Gue Brilli, bisa kita ketemu di bengkel A kak, ada yang perlu kita omongin."


"Eh, iya kita ke sana sekarang."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Telpon Aldi-Reina.


"Halo, gue Alfa, bisa ketemu di bengkel A kak, ada yang mau kita omongin sama kalian gue juga sama Lea, Rea."


"Oke, kita ke sana sekarang."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Motor kalian akan dibawa ke bengekel A tadi udah coach telponin untuk mendereknya." Coach.


"Thanks Coach." Aurel.


"Oh iya ini kalian gimana pulangnya?" Coach.


"Sama kita coach." Aldi


"Oh baiklah, jaga mereka ya, coach mau ngumpulin yang lain dulu biar ini dibatalin dulu acaranya."


"Baik coach."


Setelah coach mereka pergi, Aldo dan Aldi pun membantu Ariel dan Aurel untuk berdiri tapi karena kaki Ariel dan Aurel tidak bisa dibuat untuk jalan Aldo dan Aldi pun langsung mengarahkan tangan mereka ke pundaknya masing-masing.


"Lo yakin? Gue berat loh." Ariel


"Udah buruan naik, nanti kalo kita kelamaan kakak lo makin bertanya-tanya nanti." Aldo


Aldo pun langsung mengendong Ariel dan berjalan menuju motornya dan mendudukkannya di jok belakang.


Aurel langsung menaiki punggung Aldi.


"Thanks."


"Kalo sakit bilang nanti biar gue cek kaki lo."


Aldi mengucapkan kalimat itu dengan lembut hingga membuat Aurel sedikit terkejut dan bingung.


"I..iya."


Setelah itu mereka pun menuju ke bengkel A.


.


.


.


.


Seperti biasa sampai sini dulu.


Terimakasih yang sudah menyempatkan waktunya untuk membaca karya Author.


Salam Hangat dari Author.


Salam Satu Jiwa.

__ADS_1


P.S :"Untuk bahasa asing yang digunakan di karya Author ini adalah terjemahan dari aplikasi translate, maaf bila ada yang salah dan berbeda arti sama yang author maksud, terimakasih."


__ADS_2