
Bel pulang telah berbunyi, kini AMAGIRLS dan AMABOYS sedang berada di parkiran, dan memutuskan akan pulang mengendarai mobil AMABOYS. Ariel dan Aldo di mobil sport biru hitam, Aurel dan Aldi di mobil sport merah hitam, serta Michelle dan Marchel di mobil sport hijau.
Ariel dan Aldo.
Aurel dan Aldi.
Michelle dan Marchel.
Mereka akan pergi ke HISISCO UNIVERSITY lebih dulu, dan akan langsung menuju basecamp pusat untuk latihan, btw mereka sudah berganti baju menggunakan pakaian biasa, mengingat mereka menjadi pusat perhatian waktu masih pakai seragam dengan inisiatif mereka memutuskan membawa baju ganti.
...****************...
HISISCO UNIVERSITY.
Kehadiran tiga mobil sport, sedikit mengherankan bagi mahasiswa dan mahasiswi di sana karena tak ada yang membawa mobil seperti itu kecuali RARZAR.
Setelah mengirimkan chat untuk RARZAR, kini AMAGIRLS dan AMABOYS memilih menunggu di dalam mobil, tak lama setelah itu RARZAR memberitahu AMAGIRLS dan AMABOYS untuk menuju Black Basecamp.
Sebelum berangkat, ada wawancara yang dilakukan oleh Alia dan Reina ke Aldo, Ariel, Aurel dan Aldi. Entahlah apa yang mereka bicarakan, tapi itu sepertinya berjalan dengan baik.
...****************...
BLACK BASECAMP.
Setelah mereka semua memasuki ruangan utama, mereka duduk dengan rapi menunggu apa yang akan dikatakan oleh RARZAR.
“Ini pertama kalinya AMAGIRLS ke black basecamp, menurut kalian gimana basecamp ini?” tanya Ario.
“Bagus kok kak, nyaman.” jawab Michelle
“Kalo menurut kalian?” tanya Rania sembari menatap Ariel dan Aurel.
“Not bad (Lumayan)” jawab Aurel dengan datar.
“I feel similar aura between this basecamp and White basecamp (Aku merasakan aura yang sama antara basecamp ini dan Basecamp Putih)” jawab Ariel sembari menoleh ke seluruh ruangan, “Do you feel it too? (Apakah kau merasakannya juga?)” tanya Ariel sembari menatap Aldo yang kebetulan duduk dihadapannya.
“Does white basecamp have the same aura as this? (apakah di basecamp putih auranya sama seperti ini?)” tanya Aldo dan dijawab anggukan oleh Ariel, “Do you feel something is hiden here? (Apakah kamu merasakan ada yang disembunyikan di sini?)” tanya Aldo yang membuat semua orang yang ada di sana memperhatikan percakapan mereka berdua, dan anggukan yang diberikan oleh Ariel untuk menjawab pertanyaan Aldo membuat RARZAR yakin harus segera memastikan apakah AMAGIRLS dan AMABOYS adalah yang terpilih.
“Hari ini kita gak latihan dulu, ada sesuatu yang mau saya omongin sama kalian semua.” ucap Zein yang langsung membuat semuanya duduk kembali di tempat masing-masing.
“Jujur, saya tidak menyangka bahwa kalian mempunyai kejeniusan yang tidak biasa, sebenernya bahkan jika kalian tidak mengikuti latihan, kemampuan kalian akan tetap mengesankan, tapi kalian selalu menunjukkan keinginan untuk latihan yang membuat saya merasa kagum sama kalian.” ucap Zein.
“Kita mendapat tugas untuk mengamankan kegiatan pameran seni yang akan dilakukan pada minggu depan, dan saya ingin kalian berpartisipasi dalam kegiatan ini.” lanjut Zein yang mana langsung disambut dengan bahagia oleh AMAGIRLS dan AMABOYS.
Ariel mengacungkan tangan yang membuat atensi seluruh manusia yang berada di sana pindah ke dia. Setelah mendapat tanda dari Zein bahwa dia boleh berbicara ia pun mengangguk.
“Maaf menyela, jika pameran diadakan minggu depan, pasti seni-seni yang dipamerkan akan datang lebih awal, jadi mulai kapan kita akan menjaga tempat itu?” tanya Ariel.
Pertanyaan dari Ariel tanpa sadar membuat RARZAR tersenyum tipis.
“Pertanyaan yang bagus, kita akan memulai penjagaannya, dua hari lagi, ini adalah tugas pertama kalian jadi saya berharap banyak sama kalian.” jawab Zein.
__ADS_1
“Ketika bertugas kalian akan memakai topeng, kalung dan hoodie yang akan saya berikan besok, paham?” ucap Alia.
“PAHAM!” jawab tegas AMAGIRLS dan AMABOYS.
“Kalian bisa pulang atau kemanapun terserah kalian.” ucap Zein.
...****************...
Setelah Zein mengucapkan kalimat tadi, Aldo segera meminta izin ke Alia untuk mengajak Ariel jalan-jalan, begitu pula dengan Aldi yang meminta izin ke Reina untuk mengajak Aurel keluar.
Ariel and Aldo (car/mobil)
“Lo mau ngajak gue ke mana?”
“Kita cari makan dulu, tapi makan dipinggir jalan gakpapa kan?”
“Gakpapa sih, tapi gue pengen makan nasi lalapan ayam.”
“Okee, tenang aja gue tau kok tempat lalapan yang enak dan bersih.”
Setelah lima belas menit perjalanan akhirnya mereka sampai di warung lalapan pinggir jalan dan Aldo memesankan makanannya lebih dulu.
“Gue ajak lo ke tempat gue biasa nongkrong gak papa?” tanya Aldo “Eh, kalo lo keberatan sih, lo bisa milih tempatnya.” lanjutnya.
“Gue gak terlalu tempat-tempat di sini jadi mending ke tempat yang lo maksud aja deh.” ucap Ariel. Setelah Ariel mengucapkan itu makanan mereka pun datang dan mereka pun makan dengan tenang.
.
.
Kini mereka berdua menuju tempat yang dimaksud oleh Aldo. Tempat itu membuat Ariel terkejut dan senang secara bersamaan.
Bagian luar sebelah kiri.
Bagian luar sebelah kanan.
Tempat indoor.
“Bagus deh kalo lo suka, gue biasanya ke sini sama Reo kadang juga sama Neano.” ucap Aldo sembari menyerahkan skateboard dan pelindung untuk Ariel.
“Gue kalo ada waktu luang biasanya skateboard-an sama Rea, tapi beberapa bulan ini kita gak ada waktu buat main.” ucap Ariel menyamai kecepatan skateboardnya Aldo.
“Lo bisa lewati halangan itu gak?” tanya Aldo menunjuk bagian sebelah kiri yang dijawab anggukan oleh Ariel.
“Mau collab gak?” tanya Ariel.
“Ayo!” seru Aldo.
Mereka melewati orang-orang yang berada di pinggiran lapangan. Aldo memulai dengan melewati tiang slide dan Ariel yang melewati tangga disebelahnya. Kali ini Aldo dan Ariel melewati seluncuran yang berhadapan dan ketika ditengah-tengah mereka melompat bersamaan dan pindah skateboard tetapi dengan arah yang sama dan mereka melakukan trik-trik yang lebih hebat lagi , tanpa mereka sadari mereka telah jadi pusat perhatian orang-orang yang ada di sana.
Aurel-Aldi Side.
__ADS_1
Hening. Satu kata yang menjelaskan suasana jika hanya ada mereka berdua.
“Mau kemana?” tanya Aurel melihat jalanan yang asing bagi dia.
“Gue rasa lo bukan cewek yang suka ke mall, jadi gue mau bawa lo ke tempat yang menurut gue lo akan suka.” jawab Aldi.
Aurel yang mendengar jawaban dari Aldi merasa penasaran tapi ia tak bertanya lebih lanjut, ia memilih untuk menikmati jalanan sembari menikmati musik yang ia nyalakan di mobil Aldi.
Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di taman dan Aldi mengajak Aurel untuk menyewa sepeda.
“Sebenernya pengen ngajak lo ke lapangan skate, tapi kayaknya Leo udah ngajak Lea ke sana.” ucap Aldi mengayuh sepedanya di samping Aurel.
“Gak papa, gue udah lama gak lihat yang kayak gini, akhir-akhir ini lagi sibuk soalnya.”
“Mau es krim gak?”
“Boleh, yang coklat.” jawab Aurel yang mana langsung membuat Aldi menuju penjual es krim dan membelinya dengan segera sedangkan Aurel mencari bangku.
“Lo suka bmx gak?” tanya Aldi setelah duduk di samping Aurel.
“Suka, emang kenapa?”
“Kalo lo mau gue bisa ajak lo ke lapangan skate dan main di sana.”
“Gue pengen main basket sekarang.”
“Yaudah ayo ke lapangan indoor!”
Merekapun menuju lapangan indoor yang deket dengan taman tersebut yang ternyata di sana ada lumayan banyak orang.
“Man to man?” ucap Aurel.
“Kuy!” respon Aldi.
Mereka berdua pun memulai permainan itu, yang mana bola pertama diambil oleh Aldi lebih dulu dengan teknik pivot ia menjaga bola dari Aurel lalu ia pun menembak dari daerah three points dan masuk yang membuat semua orang yang menyaksikan bersorak dan membuat mereka berdua sedikit kaget. Namun mereka tak memperdulikan itu lebih lama, mereka lebih memilih melanjutkan pertandingan antara mereka berdua. Permainan mereka berakhir seimbang dan setiap mereka memasukkan bola selalu terdengar sorakan dari penonton.
“Pulang?” Aurel.
“Cari makan dulu.” Aldi.
Setelah berganti pakaian dan beristirahat mereka pun pergi untuk makan terlebih dahulu.
...****************...
At restaurants (Restoran)
.
.
.
Seperti biasa sampai sini dulu.
Terimakasih yang sudah menyempatkan waktunya untuk membaca karya Author.
Salam Hangat dari Author.
__ADS_1
Salam Satu Jiwa.
P.S :"Untuk bahasa asing yang digunakan di karya Author ini adalah terjemahan dari aplikasi translate, maaf bila ada yang salah dan berbeda arti sama yang author maksud, terimakasih."