Black And White SiMauGala Gang <AMAGIRLS-AMABOYS>

Black And White SiMauGala Gang <AMAGIRLS-AMABOYS>
20. DORIEL (ALDO ARIEL) AND AUDI (AUREL ALDI)


__ADS_3

Angka-angka yang muncul.


• 1468


• 3680


• 5802


• 🔐


“Apa maksudnya ini?” tanya Michelle


“Ini sangatlah mudah, angkanya adalah 7024”, jawab Ariel


“Bagaimana bisa?” tanya Marchel.


“Kalian coba lihat pola angka yang dibuat, masing-masing angka bertambah dua jadi angka paling terakhir masing-masing harus ditambah 2 dan ketemulah angka 7024.” jelas Aldo.


...****************...


Keesokan harinya di 3A high school. Ariel dan Aurel menghabiskan waktunya di roof top, tenang mereka gak bolos kok, di kelas mereka lagi jamkos jadi setelah ngerjain tugas mereka langsung cabut ke roof top. Mereka duduk di pinggiran roof top dengan menggelantungkan kakinya.


“Kenapa lo? kayak banyak pikiran banget.” ucap Ariel sembari melemparkan kotak susunya ke tempat sampah di samping pintu roof top.


“Keliatan banget ya?” tanya Aurel yang juga melemparkan kotak susunya.


“Jelaslah alig, gue kenal lo gak sebulan dua bulan tapi dari lahir,” jawab Ariel, “Reo?” lanjutnya.


“Kok lo tau sih?” bingung Aurel padahal dari kemarin tuh seinget dia, dia cuma masang wajah datar seharian.


Ariel menoleh dan memasang ekspresi lelah, “Lo mukai masang wajah datar kan setelah lo ambilin kita semua minum.”


ƒℓαѕнвα¢к ση.


Apa yang kalian bayangkan jika seseorang yang dingin bertemu dengan orang yang dingin juga? tentu kita akan menjawabnya dengan kata keheningan. Dan itulah yang ada sekarang di perjalanan Aldi dan Aurel menuju tempat pengambilan minum. Mereka sama-sama tidak memiliki inisiatif untuk memulai pembicaraan lebih dulu hingga tempat pengambilan minum keheningan seolah tak mau sirna di sekeliling mereka.


Keheningan masih menyelimuti mereka hingga Aldi memutuskan untuk berbicara lebih dulu saat mereka melewati lorong menuju teman-temanya.


“Rea, bisa berhenti sebentar.”


Oh ayolah jangan mengharapkan kalimat itu keluar dengan nada lembut dari mulut seorang Fiyuraikho Alfasa Aldi Zereo Franscito, si manusia kutub selatan, ya benar dia mengucapkan kalimat itu dengan nada datar, mungkin jika itu cewek lain mereka akan salah paham tapi sekarang yang ia ajak bicara adalah cewek yang bernama Fiyuraishi Aurelia Alfima Zerea Fransciro, yang biasa disebut manusia kutub utara bahkan tanpa menjawab omongan Aldi, ia hanya menghentikan langkahnya seperti permintaan cowok itu.


“Gue emang bukan cowok romantis, tapi gue pengen lo tau kalo sebenernya gue suka sama lo, enggak, gue sayang sama lo, gue tau ini tiba-tiba tapi yang pasti itu yang gue rasain.”


Aurel yang mendengar penjelasan dari Aldi itu hanya mematung dan mencerna ucapannya namun tetap dengan muka datar.


“Gue gak akan maksa lo untuk balas perasaan gue sekarang, tapi gue harap lo bakalan ngasih kesempatan ke gue untuk jadi pacar lo, dan jika lo emang ngasih kesempatan buat gue, gue akan langsung izin sama kak Rei ataupun jika harus bertemu dengan ortu lo, gue pasti akan melakukannya,” ucap Aldi “Gue harap lusa lo udah ngasih kabar ke gue.”


ƒℓαѕнвα¢к σƒƒ.


“Anjir, kok bisa samaan gini sih?” heran Ariel.


“Leo?” tanya Aurel yang dijawab dengan anggukan dan deheman oleh Ariel.


“Kapan?” tanyanya lagi.


“Kemarin, inget gak waktu kita mau pulang, dia bilang ada urusan sama kak Al dan ternyata dia malah monta izin sama kak Al dulu dong, mana dia juga mau jawaban besok.” jelas Ariel.


Mereka berdua pun hanya menghela nafas kenapa mereka bisa mengalami hal yang serupa di waktu yang hampir bersamaan. Lamunan mereka terhenti ketika mendengar pintu roof top yang dibuka dengan kasar.

__ADS_1


“Oh, di sini kalian.” ucap seseorang yang membuka pintu roof top tadi yang tak lain dan tak bukan adalah Michelle yang diikuti oleh Marchel, Also dan Aldi. Mereka langsung duduk di samping Ariel dan Aurel


“Bisa santuy aja gak bukanya.” jelas sekali yang bicara seperti itu adalah Ariel.


“Udah dari tadi kalian di sini?” tanya Marchel.


“Heem.” Ariel dan Aurel mengeluarkan deheman bersamaan.


“Jamkosnya sampe kapan?” tanya Ariel.


“Sampe pulang deh kayaknya tuh guru-guru masih rapat deh kayaknya.” jawab Michele.


“Gue mau ke kantin dulu.” ucap Aurel sembari bangkit dari duduknya.


“Gue ikut.” ucap Aldi.


“Wah bener sih tuh kutub emang suka sama Rea.” ucap Marchel menatap kepergian Aurel dan Aldi.


“Gue mau ke perpus.” ucap Ariel dan Aldo bersamaan, lalu pergi meninggalkan Michelle dan Marchel di sana.


“Kamu mau tetap di sini atau mau kemana gitu?” tanya Marchel.


“Di sini aja, paling mereka lagi pdkt.” jawab Michelle sembari menyandarkan kepalanya di pundak Marchel dan menggandeng tangannya.


...****************...


Aldi-Aurel side.


Jika cewek diikuti oleh cowok pasti mereka akan bertanya dengan sensi seperti “Ngapain sih lo ngikutin gue?” , biasanya kalimat itu yang akan keluar dari mulut si cewek tapi sekarang yang ada di sini bukanlah cewek biasa tetapi seorang Aurel bahkan dia tak peduli dengan Aldi yang mengikutinya hingga kantin.


Kehadiran Aldi dan Aurel seakan menarik atensi semua murid yang ada di kantin dan jangan lupakan rumor-rumor yang akan bertebaran, tapi jangan harap mereka berdua memperdulikan hal itu bahkan mereka menganggap seakan yang bicara itu hanyalah lalat.


“Geprek ajalah nasinya banyakin, gue cari tempat duduk dulu.” jawab Aurel.


Aldi pergi memesan makanan sedangkan Aurel mencari tempat duduk dipojok yang emang gak ada yang nempatin karena itu tempat selalu dipake oleh AMABOYS dan Michelle sejak awal sekolah jadi tak ada yang berani nempatin tempat itu.


Tak berselang lama Aldi pun kembali dengan membawa makanan mereka berdua.


“Kok lo yang bawa?” tanya Aurel karena biasanya makanan ini dibawain sama pelayan di kantin.


“Rame tadi daripada lama.” jawab Aldi.


“Oh, btw thanks.” ucap Aurel lalu merekapun memakan makanannya.


Mereka makan dengan tenang tapi sesekali Aldi menatap Aurel yang sedang makan dengan lahap dan tanpa sadar ia tersenyum tipis tapi itu malah ngebuat cewek-cewek di sana heboh karena senyuman Aldi itu mahal banget, Aurel yang mendengar sorakan itu mengernyitkan dahi dan mengangkat kepalanya dan bertemulah mata mereka berdua.


blush...ya keduanya memerah karena tatapan yang tak disengaja tadi, Aurel yang terkejut dengan senyum tipis Aldi dan Aldi yang gemas dengan muka polos Aurel dan setelah beberapa detik merekapun pura-pura batuk untuk menghilangkan kecanggungan dan Aldi yang menyadari cewek-cewek tadi riuh karenanya segera memasang muka datarnya lagi.


“Kenapa liatin gue mulu?” tanya Aurel setelah merasa lebih tenang.


“Lo cantik.” ucap Aldi dengan enteng yang tanpa ia sadari membuat hati seorang kutub goncang-gancing.


“Ck, serah lo deh.” ucap Aurel dan melanjutkan makannya untuk menutupi kegugupan yang ia rasakan.


“Nanti pulang bareng gue ya?” ajak Aldi “Sekalian nanti waktu ke basecamp gimana?”


“Tanya sama Lea dulu, gue tadi janjian mau ke kampusnya kakak-kakak.” jawab Aurel.


“Btw tadi kok gue gak liat motor lo berdua?” tanya Aldi.

__ADS_1


“Nebeng sama kak Rei sama kak Al tadi.” jawab Aurel.


Merekapun menghabiskan waktu dengan ngobrol singkat, gak usah terlalu berharap sama mereka karena yang mereka omongin gak jauh-jauh dari senjata, motor sama mobil.


...****************...


Ariel-Aldo side.


Setelah mereka memilih buku, kini mereka duduk di dekat jendela yang berada di pojok. Ariel berkutat dengan novelnya dan Aldo yang berkutat dengan komiknya, dan hanya hembusan nafas lah yang terdengar di antara mereka.


“Maksud lo bilang ke kak Al kayak gitu buat apa?” tanya Ariel setelah membaca separuh halaman novel.


“Like i said before (Seperti yang kukatakan sebelumnya), i like you (Aku suka sama kamu), aku sayang sama kamu.” jawab Aldo


“Tapi lo kan bisa ngomong dulu ke gue baru ngomong ke kak Al.” ucap Ariel sedikit kesal mengingat ia kemarin langsung diintrogasi oleh kakaknya semalaman.


“Hehehe, sorry deh, gue kan cuma mau dapetin izin dari keluarga lo dulu dan kak Al bilang kalo gue emang serius, gue harus temuin ortu lo dan harus pastiin lo emang mau sama gue.” ucap Aldo.


“Lo masih ada waktu sampe besok kok untuk mutusin gue boleh ngelanjutin ini atau gue harus nyerah.” lanjutnya


“Kalo gue nyuruh lo nyerah apa yang akan lo lakuin?” tanya Ariel.


“Gue akan nyerah, bukan gue gak mau berjuang tapi gue gak mau maksain hati seseorang untuk suka sama gue daripada di akhir nanti kita sama-sama terluka lebih baik saling jujur di awal.” jawab Aldo dengan senyum tipis.


Ariel senyum tipis dan menganggukkan kepala mendengar jawaban dari Aldo.


...****************...


Bel pulang telah berbunyi, kini AMAGIRLS dan AMABOYS sedang berada di parkiran, dan memutuskan akan pulang mengendarai mobil AMABOYS. Ariel dan Aldo di mobil sport biru hitam, Aurel dan Aldi di mobil sport merah, dan Michelle, Marchel di mobil sport hijau.



Ariel dan Aldo.



Aurel dan Aldi.



Michelle dan Marchel.


Mereka akan pergi ke HISISCO UNIVERSITY lebih dulu, dan akan langsung menuju basecamp pusat untuk latihan, btw mereka sudah berganti baju menggunakan pakaian biasa, mengingat mereka menjadi pusat perhatian waktu masih pakai seragam dengan inisiatif mereka memutuskan membawa baju ganti.


.


.


.


Seperti biasa sampai sini dulu.


Terimakasih yang sudah menyempatkan waktunya untuk membaca karya Author.


Salam Hangat dari Author.


Salam Satu Jiwa.


P.S :"Untuk bahasa asing yang digunakan di karya Author ini adalah terjemahan dari aplikasi translate, maaf bila ada yang salah dan berbeda arti sama yang author maksud, terimakasih."

__ADS_1


Sumber Gambar : https://images.app.goo.gl/YsckhDuwbWfri87UA, https://images.app.goo.gl/ruWZJ5qGAb1ZRpEr8, https://www.google.com/imgres?imgurl\=https%3A%2F%2Ftanganjahil.files.wordpress.com%2F2013%2F04%2Flamborghini-green.jpg&imgrefurl\=https%3A%2F%2Fmodifikasimio88.blogspot.com%2F2018%2F02%2Ffoto-mobil-sport-warna-hijau-terbaru.html&tbnid\=NGVCl46GcPOJhM&vet\=1&docid\=RXgMMkSit\_S7HM&w\=1920&h\=1200&hl\=in-ID&source\=sh%2Fx%2Fim


__ADS_2