Black Clover

Black Clover
28


__ADS_3

dua minggu kemudian setelah pertandingan, markas banteng hitam rikou dan yang lain sedang di dalam markas banteng hitam


nero juga berada di markas ia sedang tidur di atas kepala rikou


"burung ini selalu saja di atas kepala ku, padahal dulu di kepala asta" ucap rikou


"mungkin nero menyukai kepala mu" ucap asta


"mungkin" rikou duduk bersantai


ada seseorang yang merusak pintu masuk markas semua orang berdiri untuk bersiap bertarung


"rikou asta dan noelle kemari" kata mereoleona dengan berteriak


rikou asta dan noelle berlari menuju mereoleona, mereoleona menggunakan sihir apinya untuk memegang kepala mereka bertiga


"kita mau di bawa kemana" rikou bertanya


"diam dan lihat saja" mereoleona menjawab sambil berjalan pergi


sesampainya mereoleona melepaskan mereka bertiga , rikou asta dan noelle melihat para ksatria sihir yang berkumpul


"dengar kalian semua kenapa kalian berkumpul di sini kita akan membuat tim yang akan menyerang markas matahari tengah malam" mereoleona berbicara dengan tegas


"silahkan ambil bajunya" kata mereoleona


para ksatria sihir termasuk rikou asta dan noelle mengantri di bagian akhir, ada seseorang yang datang ia adalah zora


asta yang melihat zora yang menggunakan lambang banteng hitam segera bertanya


"zora dari mana kau mendapatkan jubah itu"


zora mendekati asta rikou dan noelle


"dua minggu yang lalu setelah pertandingan aku di rekrut oleh kapten yami" kata zora


"begitu ya" ucap asta, zora menyerobot antrian rikou pada akhirnya rikou lah yang paling terakhir


pada saat semunya sudah mendapatkan baju, hanya rikou yang tidak mendapatkan baju sedangkan asta tidak muat sampai ke bawah


"semuanya sekarang raja akan berbicara sesuatu" kata mereoleona


raja datang dan di belakangnya ada sekke yang mengawal raja


"halo semu" sebelum selesai berbicara mereoleona memotongnya


"kalian tidak boleh memaksakan diri kita harus melindungi satu sama lain sekarang kita sudah membentuk tim masing masing dan jangan sampai ada yang mati, kalian paham" kata mereoleona


"paham" kata para ksatria sihir yang berkumpul secara bersamaan


"baiklah silahkan pergi kalian akan di bimbing oleh para komandan untuk bersiap menyerang markas matahari tengah malam" mereoleona pergi ke tempat rikou asta zora dan noelle


para ksatria sihir yang lain pergi untuk menemui komandan yang akan mereka ikuti hanya sedikit orang saja yang terpilih untuk menyerang markas matahari tengah malam

__ADS_1


mereoleona datang ke tempat mereka berempat


"kalian akan mengikuti ku langsung menuju markas musuh" kata mereoleona


"baik" ucap mereka serentak


"tapi kenapa aku hanya mendapat baju setengah badan" kata asta


"aku juga tidak mendapatkan baju" kata rikou


"karena kalain berdua sudah kehabisan bahan jadinya tidak mendapat bajunya" kata mereoleona


"sudahlah jangan mengeluh mari berangkat" mereoleona terbang menggunakan sapu sihir


asta di bonceng noelle zora terbang menggunakan sapu sendiri sedangkan rikoy terbang menggunakan katana yang di lapisi oleh anti sihir mereka mengikuti mereoleona dari belakang


markas matahari tengah malam


"aku akan pergi untuk bertemu seseorang" licth pergi ke kerajaan clover


sesampainya licth sudah di tunggu oleh seseorang


"kau datang juga" kata Julius


"kau sudah mengetahuinya ternyataa aku akan datang" kata licth


licth mulai mengeluarkan tombak cahaya dengan jumlah yang sangat banyak


"matilah"


Julius dapat menghindarinya dengan mudah ia menggunakan sihir waktu untuk menghindari serangan licth


Julius tidak diam saja ia juga menyerang licth menggunakan kekuatan sihir waktu untuk menangkap licth tapi tetap licth berhasil menghindari nya


kedua orang tersebut terus saling jual beli serangan mereka bertarung di langit , Julius sengaja tidak bertarung di kota supaya tidak ada warga yang terkena imbasnya


"hahaha memang pantas di juluki kaisar sihir" licth tertawa ia bertemu dengan musuh kuat


pertarungan terus berlanjut mereka terus saling menyerang satu sama lain licth mulai penasaran dengan grimore milik Julius


"apa kau penasaran dengan grimore ku" kata Julius jari telunjuk Julius menunjuk ke atas


licth melihat ke langit yang di tunjuk Julius ia kaget dengan ukuran grimore milik Julius tapi tetap ia tidak terkena mental


licth mulai menyerang Julius kembali keduanya bertarung di udara dengan sangat cepat mereka berdua saling menyerang satu sama lain keduanya terluka cukup parah tapi dengan mudah mereka menyembuhkannya


yami yang melihat orang bertarung segera bergegas menuju ke tempat pertarungan


"semoga masih sempat" ucap yami terus berlari dengan kecepatan penuh


setelah beberapa waktu mereka bertarung mereka mulai turun dari atas langit menuju tebing


licth dan Julius saling berhadapan

__ADS_1


"kenapa kau sangat ingin mendapatkan batu ini" ucap Julius


"karena itu batu untuk membuat bangsa ku hidup kembali" kata licth


"dulu ada orang orang yang di cintai oleh mana kepala suku kami menikah dengan manusia tapi manusia malah menghianati kita dengan membantai seluruh suku kami" kata licth dengan marah


saat Julius sedang mencerna apa yang di ceritakan oleh Julius hingga membuat ia lengah licth tidak menyimpan kesempatan itu


licth langsung menghilang dan berada di belakang Julius ia menusukkan pedang cahaya ke punggung Julius hingga menembus ke perut


yami datang dan melihat Julius yang tertusuk pun kaget ia segera meneriaki nama Julius


"Julius dino" yami berlari menuju Julius yang mulai jatuh ke tanah


"aku sudah mendapatkan apa yang ku ingin kan" licth pergi terbang menuju markasnya kembali


yami sudah sampai di samping Julius yang sedang terbaring di tanah dengan darah mengalir keluar dari badan dan mulut


"Julius dono aku akan mencari penyihir penyembuh" kata yami hendak mengangkat Julius


"jangan yami aku sudah tidak kuat lagi" kata Julius


"aku ingin kau mengabulkan permintaan ku tolong lindungi kerajaan ini dan para warganya yami aku mempercayai mu" ucap Julius menutup matanya


yami yang melihat Julius menutup matanya ia berdiri lalu pergi menuju ke markasnya untuk memberitahu anak buahnya untuk menjaga kerajaan


licth sudah sampai di markas miliknya


dan ia bertemu dengan ryha yang sedang berdiri di samping batu yang sudah di tempeli berbagai batu sihir


"aku sudah mendapatkan ini" kata licth ryha hanya tersenyum


licth memasukan ke tiga batu yang ia dapat dari Julius lalu licth merapalkan sihir terlarang seketika seluruh batu sihir mengeluarkan cahaya yang terang cahaya tersebut menjulang tinggi ke langit


tubuh licth dan ryha bersinar terang dan telinga mereka tumbuh memanjang


markas matahari tengah malam


yuno klaus dan mimosa sedang menyusup ke dalam markas musuh tiba tiba tubuh klaus dan yuno bersinar


telinga yuno dan klaus mulai memanjang yang membuat mimosa kaget


"kenapa dengan kalian" kata mimosa hawatir


"kenapa ada manusia di sini" klaus menyerang mimosa, serangan tersebut mengenai mimosa


"ada apa dengan mu klaus senpai" kata mimosa


sedangkan yuno hanya diam saja ia melihat jiwa seseorang yang hendak mengendalikannya


tapi yuno tidak mau kalah ia segera mengingat janjinya dengan asta dan berhasil menguasai tubuhnya kembali yuno pun membuka matanya


saat yuno melihat kalau klaus ingin menyerang mimosa ia segera menangkis serangan klaus

__ADS_1


"padahal kau elf kenapa kau membela manusia" ucap klaus yang pasti bukan


"aku adalah yuno orang yang akan menjadi kaisar sihir selanjutnya" ucap yuno dengan penuh tekad


__ADS_2