
seminggu kemudian,yami memberikan misi kepada rikou asta noelle dan luck
"kalian berempat mendapatkan misi menyelidiki dungeon" ucap yami kepada rikou asta noelle dan luck
"apa ada lawan yang kuat" luck bersemangat untuk misinya
"tidak kalian hanya akan menyelidikinya saja" yami memerintah
"baik" ucap mereka berempat
mereka berempat pergi ke tempat dungeon berada beberapa jam kemudian mereka telah sampai di dungeon dekat kerajaan diamond
mereka masuk ke dalam dungeon dan sampai di ruangan pertama
"oi asta coba kau kemari dan coba injak ini" ucap luck kepada asta untuk menginjak jebakan
asta menginjak jebakan atas jebakan luck keluar sihir dari jebakan yang di injak asta
"wowww" asta menetralkan sihir tersebut
"coba yang ini juga" ucap luck asta pun menginjak jebakan
"wahh" asta menebas sihir tersebut menggunakan pedang hitam besar
"hahahahaha" luck menginjak semua jebakan yang ada membuat sihir di dalamnya muncul dan mengarah kepada asta
"masih belum seberapa" asta berteriak dengan keras sembari menebas semua sihir dari jebakan yang di injak luck
luck tiba tiba berhenti menginjak jebakan dia merasakan hawa kehadiran orang yang cukup kuat dan tersenyum mengerikan
"ketemu kau" luck pergi dengan sihir petirnya dengan cepat melalui lorong lorong di dalam labirin
asta masih menebas sihir yang mengarah kepadanya dan tiba tiba ada tiga orang yang datang menaiki angin
"yo asta sudah lama tidak bertemu, apa perlu bantuan" ucap yuno kepada asta
"oh yuno tidak perlu ini bukan apa apa" ucap asta sambil tersenyum
"oh ternyata ada noelle juga" ucap Mimosa kepada noelle
"kenapa juga ada orang yang tidak memiliki sihir di tim mu sungguh memalukan"
noelle yang mendengar itu kesal
"oya Mimosa tapi timku tidak bisa kau remehkan, pasti timmu yang menjadi beban" ucap noelle meremehkan tim Mimosa meraka berdua berdebat
"hmp sungguh rakyat jelata yang kotor" klaus meledek asta dan rikou tapi asta menghiraukannya tidak dengan rikou
"berisik mata empat benarkan asta" rikou meledek klaus dengan memanggilnya mata empat
"ya rikou benar mata empat" ucap asta polos
"hahahahahaha dengar sendiri kan mata empat" rikou tertawa terbahak bahak
klaus yang melihat rikou tertawa terbahak bahak sudah sangat kesal
"awas kau bocah " ucap klaus sedikit mengancam
"bagaimana kalau tim kita bertanding saja siapa yang mencapai tempat harta dialan yang menang" ucap klaus kepada rikou yang membuat Mimosa dan noelle berhenti berdebat dan ikut bergabung ke dalam tim masing masing
__ADS_1
"siapa yang takut mata empat" ucap rikou sembari mengupil menggunakan jari kelingkingnya
klaus yang melihat rikou tidak menanggapi dengan serius mengendus kesal
"yang kalah dia harus memeraktir orang yang menang" klaus berbicara tentang siapa yang akan menang mendapatkan traktiran dari yang kalah
"baiklah seterah padamu tapi lumayan juga" ucap rikou
"kalian sungguh kasian cuma memiliki 1 penyihir" ucap Mimosa sedangkan yuno dari tadi hanya menyimak
"tidak apa apa kita lihat saja nanti nona bangsawan kami juga punya satu lagi penyihir tapi dia pergi mencari musuh yang ada di dalam dungeon ini" ucap rikou
"begitu ya sungguh tim yang berantakan" klaus merendahkan tim rikou
"tidak usah menghawatirkan kami kalian saja yang perlu hawatir karena kalian akan kehabisan uang mata empat hahahahaha" ucap rikou meremehkan klaus
"hmpp semoga beruntung, mari pergi" klaus meminta timnya untuk pergi menuju lebih dalam menggunakan sihir angin yuno
"mari kita pergi biar aku yang memimpin" ucap rikou
"baik" ucap mereka berdua semangat karena tidak mau kalah dengan tim klaus
mereka masuk ke tempat selanjutnya dengan arahan rikou mereka berhasil lewat rintangan dengan bantuan rikou
posisi luck
"dia sudah dekat aku mulai bersemangat" luck berlari dengan cepat menggunakan sihir petirnya
luck terus berlari di lorong sempit tanpa ada halangan akhirnya sampai di tempat seseorang kerajaan diamond yang sedang ingin masuk ke ruang selanjutnya
"wah wah sepertinya kami kedatangan tamu dari kerajaan clover"ucap lotus
" sungguh anak yang bersemangat tapi sebagai orang yang lebih tua aku akan mengajarkan yang terbaik"ucap lotus
"sihir petir sihir penciptaan" luck menggunakan sihirnya untuk membuat cakar petir dan sepatu petir untuk membuat kecepatan dan kekuatannya meningkat
"wah wah aku tidak bisa diam saja" lotus mengeluarkan grimore miliknya
luck menyerah lotus dengan cepat dan memukul lotus hingga terpental
"sungguh merepotkan" ucap lotus santai
lotus tidak diam saja dia juga menyerang dengan cepat menggunakan sihir asap membuat pukulan jarak jauh tapi di tahan oleh luck
mereka terus menerus bertarung sampai membuat luck terdesak karena lotus membuat kabut asap untuk menghilangkan hawa kehadiran lotus dan terus menyerang luck hingga membuat luck mengingat perkataan mendiang ibunya yang mengatakan kau harus terus menang
luck mengingat kembali pertarungan dia dari kecil terus menang dan menang hingga di pasukan banteng hitam dia kalah oleh yami yang membuat kehilangan jati dirinya
luck sadar karena dia sekarang memiliki teman teman yang harus dia lindungi dan luck kembali bangkit untuk bertarung
"sihir petir bola petir" luck menggunakan bola petir dengan beruntun secara acak dan berhasil mengenai lotus
"cih sial" lotus merasa jengkel
"sihir asap bola asap beracun" lotus menyerang luck menggunakan bola asap yang beracun tapi dapat di hindari oleh luck
mereka bertarung dengan seimbang sampai membuat mereka berdua kelelahan
"mari akhiri ini bocah" ucap lotus
__ADS_1
"mari paman" ucap luck tersenyum karena menikmati pertarungannya
"sihir asap kabut pelemah" lotus mengeluarkan asap dengan sihirnya yang membuat luck merasa melemah dan berlutut di tanah
"sihir asap rantai pengikat" lotus mengikat luck dengan sihirnya luck hendak melepaskan diri tapi tidak bisa karena dia melemah karena kabut asap tadi
tiba tiba ada seseorang yang datang dan melepaskan tebasan hitam ke arah rantai asap yang mengikat luck dari karak jauh
"tebasan jarak jauh kilat hitam" rikou melepaskan tebasan ke arah rantai asap yang mengikat luck
"aku serahkan orang itu kepada mu asta"ucap rikou kepada asta untuk membereskan lotus
" baik"asta menyerang lotus dengan berlari ke arahnya
" noelle bantu aku menjaga luck senpai"ucap rikou sambil berlari ke arah luck
"baik" noelle mengikuti rikou dari belakang
rikou dan noelle telah sampai di dekat luck dan membantunya berdiri
"apa kau baik baik saja senpai" ucap rikou
"aku baik baik saja" ucap rikou
"kau lebih baik istirahat dulu" ucap noelle
"biar si asta bego yang mengurus lelaki tua itu" ucap noelle
asta bertarung sebentar dengan lotus yang berhasil di menangkan oleh asta yang membuat lotus terpental jauh dan di bawa oleh anak buahnya asta menghampiri rikou noelle dan luck yang sedang beristirahat
"oh asta apa kau sudah selesai" ucap rikou
"sudah dia sangat kuat walau sudah kelelahan aku juga terluka cukup parah" ucap asta
"dasar asta bego" ucap noelle padahal dia sendiri khawatir kepada asta
"apa kita teman" ucap luck kepada mereka bertiga
"tentu saja karena kita adalah pasukan banteng hitam" ucap rikou
"ya benar yang di katakan rikou" ucap asta
"hmp tentu saja kita adalah teman" ucap noelle
"begituya" luck tersenyum sedikit karena dia baru pertama kali mendapatkan teman
"lebih baik kita mencari ruang harta karena kita tidak boleh kalah" ucap rikou
"kalah oleh siapa" luck bertanya penasaran
"pasukan fajar keemasan" ucap noelle
"menarik" ucap luck
"aku tidak boleh kalah oleh yuno tunggu saja yuno" asta berbicara sambil tersenyum
"Yos mari berangkat semuanya" ucap rikou
"YA" ucap mereka bertiga bersemangat
__ADS_1
meraka berempat berlari untuk mencari ruang rahasia di dalam dungeon tersebut beberapa waktu kemudian rikou dan luck merasakan seseorang sedang bertarung dan mereka berlari kearah orang yang sedang bertarung tersebut.