
mereoleona bersama rikou asta zora dan noelle sudah menyusup ke markas musuh dengan sangat hati hati
mereka sudah sampai pertengahan jalan untuk menuju ke tempat pemimpinnya
tempat licth dan ryha saat mereka sedang mencerna kekuatan mereka tiba tiba ada seseorang yang datang
portal dengan bentuk pintu terbuka dan ada seseorang yang berjalan menuju tempat licth dan ryha berdiri
"kalian sudah sampai" ucap ryha menguap
"kau masih saja sama selalu mengantuk ryha" ucap elf yang terbangkitkan
"sepertinya ada beberapa tikus yang masuk kedalam markas, kalian urus para tikus itu" kata licth dengan serius dua elf yang datang tadi pergi ke tempat di mana yuno dan mimosa sedang bertarung melawan klaus
dan sisanya pergi ketempat mereoleona
tempat mereoleona sedang berdiri mengamati sekitar tiba tiba mereoleona merasakan ada yang datang
"kalian semua ada yang datang " rikou mengeluarkan katana dari sarungnya sesangkan zora mengeluarkan grimore miliknya asta mengeluarkan pedang dari grimore miliknya noelle mengeluarkan tongkat sihir dan grimore mereoleona juga mengeluarkan grimore
"licth memang benar ada tikus yang datang kemari" ucap salah satu elf
"hmm ternyata ada dua orang yang tidak memiliki energi sihir sama sekali" kata temannya
"sungguh mencari mati" ucap salah satunya lagi
ketiga elf itu mengeluarkan sihirnya masing masing dengan skala yang besar dan meluncurkan ke arah mereoleona rikou asta zora dan noelle
mereoleona segera menangkis serangan tersebut seorang diri dan berhasil menahannya tapi ia terluka karena menahan serangan tersebut
"kalian pergilah biar aku yang mengurus mereka" kata mereoleona lalu membuat lubang ke bawah dengan sihirnya
"biar aku yang membantu kalian bertiga pergilah" kata rikou kepada mereka
para elf itu menyerang lagi zora segera membuat sihir kepada tubuhnya dan menahannya tapi ia terluka karena sihir musuh terlalu kuat asta juga menangis sihir tersebut tapi ia terpental termasuk noelle juga sama mereoleona dan rikou berhasil menahan sihir tersebut tanpa terluka
"rikou bawa mereka pergi" kata mereoleona
rikou berlari ke arah mereka yang terpental akibat serangan para elf dan membawanya ke arah lubang rikou melemparkan mereka ke lubang tersebut
"rikou jangan " kata asta tapi sudah terjun ke bawah termasuk zora dan noelle
"cih sial" kata zora dengan kesal karena tidak bisa membantu mereka berdua
"jangan pedulikan itu dulu mari kita kembali untuk membawa mereoleona sama dan rikou" kata noelle mereka terjun ke bawah
saat mereka bertiga hampir sampai permukaan zora segera membuat sihir jebakan untuk membuat tanah di bawah hancur supaya mengurangi kesakitan
mereka bertiga jatuh di atas tanah yang sudah hancur dan berhasil selamat
__ADS_1
tempat rikou dan mereoleona sedang bersiap untuk bertarung dengan para elf
"rikou jangan sampai menghambatku" kata mereoleona
"tenang saja kakak fuegoleon" ucap rikou menyebut mereoleona dengan sebutan kakak fuegoleon
"mereka berdua cukup kuat" salah satu elf berbicara
"biar aku yang mengurus bocah tanpa sihir" salah satunya juga berbicara
"aku yang akan melawan mereka berdua kau yang satunya" kata mereoleona dengan di angguki oleh rikou
kedua elf mulai menyerang mereoleona dengan sihir mereka masing masing mereoleona juga tidak diam saja ia segera menyerang mereka berdua dengan sihirnya sembari tersenyum
salah satunya elf menyerang rikou dengan sihirnya rikou tidak diam saja ia segera melapisi katana menggunakan anti sihir dan menebas dari jarak jauh
serangan kedua elf dengan serangan mereoleona saling bertabrakan mengakibatkan tanah di sekitar hancur
sedangkan serangan elf yang melawan rikou serangan rikou malah menghilang akibat serangan tebasan rikou yang membuat elf itu kaget dan terkena seragan rikou
kedua teman elf yang melihat temannya berhasil di tebas oleh rikou kaget bagaimana mana bisa ia bisa teetebas oleh serangan orang yang bahkan tidak punya sihir
"kalian terlalu meremehkanku" ucap rikou tersenyum mengerikan
"lumayan juga rikou" kata mereoleona tersenyum senang
mereoleona juga membuat aura energi sihir yang besar ia segera menggunakan mode kedua rikou juga mulai berubah dengan bentuk satu tanduk di kepalanya
serangan elf itu segera mengarah ke mereka berdua rikou segera mengangkat katananya ke atas dan mengayunkannya me bawah tebasan tersebut menghasilkan naga hitam yang meraung
serangan elf dan naga hitam milik rikou beradu kekuatan dengan hampir seimbang serangan rikou dan serangan ke tiga elf itu menghilang secara bersamaan
mereoleona meloncat dengan tinggi ke arah samping mereka dan melepaskan tinju api yang sangat besar api tersebut seperti lava yang membuat tanah pun leleh
ketiga elf itu terluka akibat serangan mereoleona dan segera berdiri kembali untuk menyerang rikou dan mereoleona
terjadilah jual beli serangan di antara tiga melawan dua rikou dan mereoleona kewalahan karena mereka kalah jumlah tapi tetap bertahan
mereka terus bertarung sampai membuat tanah di sekitar hancur berantakan akibat pertarungan yang dasyat
rikou dan mereoleona mulai terdesak karena mereoleona mulai kelelahan jadi rikou harus menjaga mereoleona agar tidak terkena serangan para elf
mereoleona mulai mengeluarkan energi sihir yang sangat banyak sampai sampai matanya memutih dan menyerang ketiga elf itu dengan kekuatan penuh mereoleona menyerang mereka bertiga sambil tersenyum
rikou di bawah melihat mereoleona bertarung
melawan ketiga elf di udara serangan terakhir mereoleona berhasil membuat ketiga elf terluka sangat parah tapi ryha datang dan langsung menyembuhkan ketiga elf tersebut dengan sihir cofy miliknya
mereoleona sampai di tanah ia pingsan sambil berdiri
__ADS_1
rikou mendekat ke arah mereoleona yang pingsan untuk menjaganya
ryha yang melihat ke arah rikou dan mereoleona mengingat wajah rikou
"sungguh wanita yang kuat" kata ryha
"sial bagaimana aku bisa kalah melawan manusia bahkan kalah dengan kekuatan manusia yang tidak punya sihir sedikitpun" kata salah satu elf
ryha yang mendengarnya berbicara
"tentu saja kalian kalah kekuatan dia saja dapat mengimbangiku" kata ryha kepada mereka bertiga yang tampak kesal
ketiga elf itu kaget bahwa manusia tanpa sihir dapat mengimbangi ryha yang mereka anggap kuat sekalipun
"serius kau ryha" kata ketiga elf tersebut
"tentu saja licth saja kewalahan" kata ryha mengingat kembali pertarungan tersebut
"tapi aku akan menghabisi mereka sekarang" ryha berdiri lalu menebas menggunakan sihir kegelapan yang ia ambil dari yami
tiba tiba ada seseorang yang muncul ia segera menyerap tebasa sihir tersebut dan membalikan ke arah ryha ia adalah zora yang kembalikan serangan tersebut
"sekarang cebol" kata zora tiba tiba muncul asta yang membawa mereoleona yang pingsan
"mari rikou kita pergi dulu" kata asta masuk kedalam lubang
zora juga langsung pergi mengikuti mereka termasuk rikou juga
para elf yang melihat mereka kabur kembali ke tempat licth berada
asta yang membawa mereoleona dan rikou zora yang mengikuti dari belakang mulai sampai di bawah markas matahari tengah malam
keluarlah noelle yang sedang bersembunyi
"apa kalian berdua baik baik saja" kata noelle kepada asta dan zora
"kami baik baik saja" kata asta menyenderkan mereoleona ke pohon
"kau dan zora jaga dulu kakak fuegoleon aku dan asta akan pergi ke dalam kembali untuk membantu yuno klaus dan mimosa" kata rikou berdiri kembali
"kalian panggilan bala bantuan" kata asta
"baiklah" kata noelle mulai berjalan ke dalam hutan
"kalian harus kembali hidup hidup" ucap zora membawa mereoleona yang pingsan mengikuti noelle
"tentu saja" kata rikou dan asta secara bersamaan
rikou mulai terbang menggunakan katana sambil membawa asta menuju ke markas matahari tengah malam kembali untuk membantu yuni klaus dan mimosa
__ADS_1