Black Clover

Black Clover
29


__ADS_3

mereoleona bersama rikou asta zora dan noelle sudah menyusup ke markas musuh dengan sangat hati hati


mereka sudah sampai pertengahan jalan untuk menuju ke tempat pemimpinnya


tempat licth dan ryha saat mereka sedang mencerna kekuatan mereka tiba tiba ada seseorang yang datang


portal dengan bentuk pintu terbuka dan ada seseorang yang berjalan menuju tempat licth dan ryha berdiri


"kalian sudah sampai" ucap ryha menguap


"kau masih saja sama selalu mengantuk ryha" ucap elf yang terbangkitkan


"sepertinya ada beberapa tikus yang masuk kedalam markas, kalian urus para tikus itu" kata licth dengan serius dua elf yang datang tadi pergi ke tempat di mana yuno dan mimosa sedang bertarung melawan klaus


dan sisanya pergi ketempat mereoleona


tempat mereoleona sedang berdiri mengamati sekitar tiba tiba mereoleona merasakan ada yang datang


"kalian semua ada yang datang " rikou mengeluarkan katana dari sarungnya sesangkan zora mengeluarkan grimore miliknya asta mengeluarkan pedang dari grimore miliknya noelle mengeluarkan tongkat sihir dan grimore mereoleona juga mengeluarkan grimore


"licth memang benar ada tikus yang datang kemari" ucap salah satu elf


"hmm ternyata ada dua orang yang tidak memiliki energi sihir sama sekali" kata temannya


"sungguh mencari mati" ucap salah satunya lagi


ketiga elf itu mengeluarkan sihirnya masing masing dengan skala yang besar dan meluncurkan ke arah mereoleona rikou asta zora dan noelle


mereoleona segera menangkis serangan tersebut seorang diri dan berhasil menahannya tapi ia terluka karena menahan serangan tersebut


"kalian pergilah biar aku yang mengurus mereka" kata mereoleona lalu membuat lubang ke bawah dengan sihirnya


"biar aku yang membantu kalian bertiga pergilah" kata rikou kepada mereka


para elf itu menyerang lagi zora segera membuat sihir kepada tubuhnya dan menahannya tapi ia terluka karena sihir musuh terlalu kuat asta juga menangis sihir tersebut tapi ia terpental termasuk noelle juga sama mereoleona dan rikou berhasil menahan sihir tersebut tanpa terluka


"rikou bawa mereka pergi" kata mereoleona


rikou berlari ke arah mereka yang terpental akibat serangan para elf dan membawanya ke arah lubang rikou melemparkan mereka ke lubang tersebut


"rikou jangan " kata asta tapi sudah terjun ke bawah termasuk zora dan noelle


"cih sial" kata zora dengan kesal karena tidak bisa membantu mereka berdua


"jangan pedulikan itu dulu mari kita kembali untuk membawa mereoleona sama dan rikou" kata noelle mereka terjun ke bawah


saat mereka bertiga hampir sampai permukaan zora segera membuat sihir jebakan untuk membuat tanah di bawah hancur supaya mengurangi kesakitan


mereka bertiga jatuh di atas tanah yang sudah hancur dan berhasil selamat

__ADS_1


tempat rikou dan mereoleona sedang bersiap untuk bertarung dengan para elf


"rikou jangan sampai menghambatku" kata mereoleona


"tenang saja kakak fuegoleon" ucap rikou menyebut mereoleona dengan sebutan kakak fuegoleon


"mereka berdua cukup kuat" salah satu elf berbicara


"biar aku yang mengurus bocah tanpa sihir" salah satunya juga berbicara


"aku yang akan melawan mereka berdua kau yang satunya" kata mereoleona dengan di angguki oleh rikou


kedua elf mulai menyerang mereoleona dengan sihir mereka masing masing mereoleona juga tidak diam saja ia segera menyerang mereka berdua dengan sihirnya sembari tersenyum


salah satunya elf menyerang rikou dengan sihirnya rikou tidak diam saja ia segera melapisi katana menggunakan anti sihir dan menebas dari jarak jauh


serangan kedua elf dengan serangan mereoleona saling bertabrakan mengakibatkan tanah di sekitar hancur


sedangkan serangan elf yang melawan rikou serangan rikou malah menghilang akibat serangan tebasan rikou yang membuat elf itu kaget dan terkena seragan rikou


kedua teman elf yang melihat temannya berhasil di tebas oleh rikou kaget bagaimana mana bisa ia bisa teetebas oleh serangan orang yang bahkan tidak punya sihir


"kalian terlalu meremehkanku" ucap rikou tersenyum mengerikan


"lumayan juga rikou" kata mereoleona tersenyum senang


mereoleona juga membuat aura energi sihir yang besar ia segera menggunakan mode kedua rikou juga mulai berubah dengan bentuk satu tanduk di kepalanya


serangan elf itu segera mengarah ke mereka berdua rikou segera mengangkat katananya ke atas dan mengayunkannya me bawah tebasan tersebut menghasilkan naga hitam yang meraung


serangan elf dan naga hitam milik rikou beradu kekuatan dengan hampir seimbang serangan rikou dan serangan ke tiga elf itu menghilang secara bersamaan


mereoleona meloncat dengan tinggi ke arah samping mereka dan melepaskan tinju api yang sangat besar api tersebut seperti lava yang membuat tanah pun leleh


ketiga elf itu terluka akibat serangan mereoleona dan segera berdiri kembali untuk menyerang rikou dan mereoleona


terjadilah jual beli serangan di antara tiga melawan dua rikou dan mereoleona kewalahan karena mereka kalah jumlah tapi tetap bertahan


mereka terus bertarung sampai membuat tanah di sekitar hancur berantakan akibat pertarungan yang dasyat


rikou dan mereoleona mulai terdesak karena mereoleona mulai kelelahan jadi rikou harus menjaga mereoleona agar tidak terkena serangan para elf


mereoleona mulai mengeluarkan energi sihir yang sangat banyak sampai sampai matanya memutih dan menyerang ketiga elf itu dengan kekuatan penuh mereoleona menyerang mereka bertiga sambil tersenyum


rikou di bawah melihat mereoleona bertarung


melawan ketiga elf di udara serangan terakhir mereoleona berhasil membuat ketiga elf terluka sangat parah tapi ryha datang dan langsung menyembuhkan ketiga elf tersebut dengan sihir cofy miliknya


mereoleona sampai di tanah ia pingsan sambil berdiri

__ADS_1


rikou mendekat ke arah mereoleona yang pingsan untuk menjaganya


ryha yang melihat ke arah rikou dan mereoleona mengingat wajah rikou


"sungguh wanita yang kuat" kata ryha


"sial bagaimana aku bisa kalah melawan manusia bahkan kalah dengan kekuatan manusia yang tidak punya sihir sedikitpun" kata salah satu elf


ryha yang mendengarnya berbicara


"tentu saja kalian kalah kekuatan dia saja dapat mengimbangiku" kata ryha kepada mereka bertiga yang tampak kesal


ketiga elf itu kaget bahwa manusia tanpa sihir dapat mengimbangi ryha yang mereka anggap kuat sekalipun


"serius kau ryha" kata ketiga elf tersebut


"tentu saja licth saja kewalahan" kata ryha mengingat kembali pertarungan tersebut


"tapi aku akan menghabisi mereka sekarang" ryha berdiri lalu menebas menggunakan sihir kegelapan yang ia ambil dari yami


tiba tiba ada seseorang yang muncul ia segera menyerap tebasa sihir tersebut dan membalikan ke arah ryha ia adalah zora yang kembalikan serangan tersebut


"sekarang cebol" kata zora tiba tiba muncul asta yang membawa mereoleona yang pingsan


"mari rikou kita pergi dulu" kata asta masuk kedalam lubang


zora juga langsung pergi mengikuti mereka termasuk rikou juga


para elf yang melihat mereka kabur kembali ke tempat licth berada


asta yang membawa mereoleona dan rikou zora yang mengikuti dari belakang mulai sampai di bawah markas matahari tengah malam


keluarlah noelle yang sedang bersembunyi


"apa kalian berdua baik baik saja" kata noelle kepada asta dan zora


"kami baik baik saja" kata asta menyenderkan mereoleona ke pohon


"kau dan zora jaga dulu kakak fuegoleon aku dan asta akan pergi ke dalam kembali untuk membantu yuno klaus dan mimosa" kata rikou berdiri kembali


"kalian panggilan bala bantuan" kata asta


"baiklah" kata noelle mulai berjalan ke dalam hutan


"kalian harus kembali hidup hidup" ucap zora membawa mereoleona yang pingsan mengikuti noelle


"tentu saja" kata rikou dan asta secara bersamaan


rikou mulai terbang menggunakan katana sambil membawa asta menuju ke markas matahari tengah malam kembali untuk membantu yuni klaus dan mimosa

__ADS_1


__ADS_2