
Mendengar apa yang Axel katakan tentu saja Felicia mengingat nya, hanya saja ia tak tau kalau Axel sekarang malah mengungkit nya.
Walau tadi dalam keadaan mabuk, Felicia tentu ingat..ia jelas bukan sedang amnesia. Felicia sadar apa yang ia katakan di club, hanya saja saat itu memang tak terkontrol, pengaruh minuman itu membuat nya bisa bertingkah dengan enjoy tanpa tekanan, berkata semau nya tanpa di rem.
"tadi itu.." kalimat Felicia menggantung, ia jelas masih mencari-cari alasan yang tepat untuk mengelak.
"ya, kamu kan memang milik saya.., secara kamu asisten saya.." Felicia akhir nya menemukan alasan yang sedikit masuk akal
"oh.." Axel hanya ber-oh..mendengar jawaban Felicia yang bagi nya itu hanyalah alasan untuk mengelak saja
Axel menyesap minuman dari botol seukuran telapak tangan di genggaman nya itu..
"atau...bos diam-diam naksir sama saya lagi?" kata Axel dengan jahil
Tepat sasaran !!! Tentu saja apa yang di ucapkan Axel benar ada nya, Felicia langsung saja jadi gelagapan gak karuan..
"eh, siapa bilang saya naksir kamu.., kamu jangan ke ge-er an deh.." balas Felicia sengit..
"saya baik sama kamu, karena kamu itu asisten saya..jadi jangan sok percaya diri gitu" Felicia berusaha terkekeh seraya menyesap minuman di tangan nya juga
"masa..?" Axel malah menatap remeh Felicia, seraya menaikkan satu alis nya dengan jahil..
"iya dong...dengar ya, saya itu udah di jodohkan sama putera dari keluarga Leofa..jadi artinya saya itu udah punya tunangan.., so mana mungkin lah saya naksir sama kamu" Felicia berusaha menjaga image nya mati-matian, bahaya dong kalau Axel sampai tahu perasaan nya saat ini.
Axel ingin tertawa di dalam hati nya, sekarang aja gadis ini sok-sok an ngaku kalau diri nya tunangan. Bagaimana Axel tak merasa lucu, secara ia dan pria dari keluarga Leofa yang di maksud adalah orang yang sama kan? si Boss ini benar-benar lucu...
"oh..jadi Boss udah punya tunangan nih cerita nya..?" goda Axel
"iya dong.." jawab Felicia bangga dan sombong di depan Axel..
Tiba-tiba Axel melepas botol sofdrink di tangan nya dan mendekat ke arah Felicia..
Felicia gugup karena saat ini posisi Axel tiba-tiba mengungkung nya, dan ia sampai terbaring di sofa di bawah Axel..
__ADS_1
"m..mau apa?" cicit Felicia
Axel menggapai ponsel nya di atas nakas di atas kepala nya Felicia..
"saya mau ambil ponsel saya, bos kenapa?" Axel sengaja berlaku begitu saat mengambil ponsel nya untuk mengetes cewek sombong ini..ternyata cewek satu ini memang gugup
"bos mikir saya mau ngapain bos?" goda Axel lagi..ia sengaja membuat wajah Felicia merah padam..
Felicia bangkit dengan kesal
"ayo anterin saya pulang aja" Felicia ngamuk-ngamuk
"Lho, buru-buru amat bos..setidak nya saya kan mau habisin minuman saya dulu" Axel sengaja mengulur waktu..
"gak..ah ayo cepetan, besok kita tu harus kerja, ada meeting.saya harus buru-buru tidur cepet" Felicia mulai ngoceh-ngoceh, ke judesan nya mulai kumat
"oke..Boss.." Axel pun mengalah seraya bangkit dari sana menggamit kontak mobil nya untuk segera pulang..
💗💗💗💗💗
Baru-baru ini perusahaan Emilio baru saja mendapat tawaran kerja sama dari salah satu mitra yang baru dengan keuntungan yang sangat meyakinkan, jadi hari ini Felicia akan bertemu perwakilan dari mitra tersebut bersama dengan Axel.
Setelah Felicia tiba, Axel segera melaporkan jadwal berangkat ke tempat janji yang sudah di sepakati sebelum nya.
Felicia melihat waktu nya sekitar sepuluh menit lagi, ia sedikit bersiap merapikan lipstik nya, tau sendiri Felicia ini tak bisa hidup tanpa make up..padahal ia tetap sangat cantik walau tanpa make up sekali pun, tapi dandanan cantik adalah hobi nya sejak lama.
Mereka segera berangkat setelah semua nya di persiapkan. Axel seperti biasa mengiringi langkah Felicia hingga sampai ke parkiran dan kemudian berangkat bersama-sama.
💗💗💗💗💗
__ADS_1
Sesampai nya di tempat yang di janjikan, perwakilan mitra kerja ini menyambut mereka dengan ramah, sebut saja nama nya Rikardo..ia di temani seorang pegawai wanita sebagai asisten.
Selama jalan nya pembicaraan Rikardo ini memang terkesan baik dan sopan tapi entah mengapa Axel melihat nya sejak tadi diam-diam jelalatan menatap Felicia, seperti ada maksud tertentu dalam bahasa kasar nya ia naf5u-an melihat sosok Felicia. Apalagi dengan ukuran da-da Felicia yang ah..sudah lah itu.
Axel adalah pria normal juga, jadi ia tahu bagaimana mata seorang pria bekerja. Ia saja sering ngerasa agak gimana gitu kalau lihat bentukan bos nya ini, tapi tetap saja ia merasa tak suka kalau pria lain yang menatap penuh naf5u pada Felicia.
Axel menangkap gelagat seperti itu, ia agak merapatkan diri ke arah Felicia, saat mereka sudah selesai pada kesepakatan ketika mereka masing-masing berdiri bersamaan, Axel dapat melihat Rikardo melihat dengan ganas ke arah paha Felicia begitu juga saat Felicia memutar tubuh, Rikardo menatap penuh makna ero-tis sosok Felicia dari arah belakang..
Axel langsung merapat ke sisi Felicia berusaha menutupi gadis ini, lagian kenapa sih hari ini pakaian nya seksih banget dari hari-hari biasa nya. Kalau di kantor oke lah tapi sekarang Felicia menemui mitra kerja.
Mungkin kalau orang lain yang memakai pakaian itu maka tidak akan ada kesan terlalu seksih, tapi karena Felicia yang mengenakan nya jadi agak heboh kesan nya, apalagi Felicia ini orang nya full make up.., power full malah.
Felicia pakai atasan lengan panjang yang kerah nya menutup dada saja masih tetap terlihat mengundang, apalagi dengan minidress yang ia pakai sekarang ini..
"kenapa?" Felicia heran Axel mepet pada nya
"Rikardo itu, jelalatan sama Boss dari tadi" bisik Axel..
"ya biarin dong.." jawab Felicia santai
Ia juga sekalian mau balas Axel karena sebelum nya Axel juga berkali-kali udah buat dia cemburu, Felicia juga mau ngetes cowok ini cemburu gak kalau ada cowok lain yang jelalatan sama dia?
Saat Axel terlihat menghalangi Rikardo, entah mengapa Felicia makin bersemangat, rasa nya senang sekali Axel mempedulikan nya
"nama nya juga dia liat cewek cantik, ya normal dong..." kata Felicia besar kepala seraya menatap Axel yang berdiri di dekat nya saat ini..
"ah..terserah bos deh.." Axel mulai kesal..
Rikardo menghampiri
"direktur Felicia karena kita sudah menjadi rekan kerja ke depan nya kalau ada waktu saya mau mengajak anda makan malam bersama.." Rikardo mulai melancarkan serangan tidak peduli mereka sedang di jam kerja
"soal itu bisa di atur, Tuan Rikardo.." jawab Felicia ramah seakan memberikan harapan.., ia sengaja coba memanas-manasi Axel
__ADS_1