BOSS cantik milik AXEL

BOSS cantik milik AXEL
Bos Cantik milik AXEL 17


__ADS_3

hari-hari terus berlanjut seperti biasa, Felicia terus menekan kan agar ia bisa melupakan kejadian malam itu dan menganggap ia dan Axel adalah patner kerja saja. Felicia merasa dengan keadaan keluarga besar yang selalu mengatur nya adalah hal yang tidak mungkin untuk nya bersama asisten Axel walau pun ia berusaha memaksa kan nya. Felicia takut kalau keluarga nya malah akan mempersulit Axel ke depan nya nanti. Jadi Felicia dengan ini berusaha sebisa mungkin melupakan perasaan nya pada Axel juga berusaha membuang rasa nya. tekad Felica sudah bulat


Saat tekad Felicia sedang bulat-bulat nya, suatu hari ia malah mendengar pembicaraan beberapa staf di dalam lift


"aku gak suka sama si Juwana itu, dia itu terlalu sok cantik padahal enggak" sungut salah seorang staf


"iya, dia itu cuma menang jabatan saja, soal muka sih bagusan kita kemana-mana lah" tawa staf lai nya


"mana sok deketin mister Axel lagi, sudah tau fak seimbang..Mister Axel itu terlalu tampan. Tau diri dikit lah kayak kita cuma berani mengagumi saja" sahut teman staf itu


"iya dengar-dengar kayak nya mister Axel punya pacar deh.." bisik Staf itu


Felicia menajam kan pendengaran nya, staf ini agak bisik-bisik juga takut kedengaran Boss mereka direktur Felicia yang ada dalam satu lof sekarang.


Felicia ingin tau kalau Axel benar ada pacar nya, kok die ngerasa aneh ya


"dari mana kamu tau kalau Mister Axel ada pacar nya" kata staf itu pada teman nya


"soal nya tadi aku gak sengaja dengar Mister Axel nerima telepon dari seorang wanita dan mereka akan ketemuan.." kata staf itu apa ada nya


Felicia yang mendengar itu merasa hati nya tak nyaman, apa iya Axel ketemuan dengan seorang wanita? Apa benar sebetul nya Axel sudah punya pacar maka nya kejadian malam itu di apartemen Axel hanya menganggap kesalahan semata dan dia mudah saja melupakan nya, di mana Felicia sendiri malah kesulitan melupakan nya.


Saat lift sampai, Felicia dan beberapa staf ini ikut keluar, mereka mengangguk sopan pada Felicia


"eh kira-kira direktur dengar gak ya?"


Kata salah satu staf


"ya emang kenapa? Kita kan bukan ngatain direktur.." kata staf satu nya lagi


"iya tapi kan kita bergosip tadi" kata staf itu


"biarin lah...kita kan cuma ngomong apa ada nya" staf yang satu nya tetap menaggapi dengan cuek


Sementara itu Felicia setelah mendengar apa yang di katakan para staf tadi, pikiran nya mulai terganggu..ia melangkah tergesa dan segera masuk ke ruangan nya, berfikir sejenak.


Felicia memilih sibuk dengan beberapa dokumen yang harus di periksa nya dari pada memikirkan perihal Axel, toh akan lebih bagus jika ternyata Axel sudah punya kekasih maka dengan begitu Felicia tidak mengharap kan Axel lagi dan akan dengan lebih mudah melupakan nya.


Namun ternyata semakin Felicia berusaha menepis tentang Axel dari fikiran nya, malah fikiran itu semakin dengan keras berbalik menyerang nya lebih parah lagi, hingga yang ada membuat Felicia makin merasa gelisah.

__ADS_1


Akhir nya Felicia mengambil ponsel nya, ia menelepon Axel dengan menggunakan Videocall


Axel heran ada apa dengan Felicia..


Axel menerima nya dan muncul wajah cantik Felicia di sana..


"Boss ada apa?" tanya Axel


Felicia menelisik latar belakang tempat Axel, ternyata itu sebuah kafe..jadi dia janjian sama teman wanita nya di kafe, batin Felicia


"kamu di mana?"Felicia malah balik nanya dengan raut judes


"saya lagi di kafe bos,, nih lihat" kata Axel jujur


"ngapain kamu di sana?" tanya Felicia jutek


"saya ketemuan sama teman saya nih Boss" jawab Axel apa ada nya


"cowok apa cewek..?" selidik Felicia


"teman saya cewek Boss.." jawab Axel jujur


"mana kasih liat.." pinta Felicia


"ngapain sih Boss.." Axel heran


"mana kasih liat cepet..." cecar Felicia memaksa


Axel menghela nafas dan meng klik putar kamera,, memberi pada Felicia melihat orang-orang di hadapan nya, tampak ada dua orang wanita cantik dan satu orang pria..


Axel kemudian mengklik tombol memutar ke arah muka ganteng nya lagi..


"kamu cepat kembali ke kantor" titah Felicia


"lho kenapa Boss sekarang kan lagi kosong, maka nya saya ketemu teman sebentar" kata Axel


"saya mau nya kamu kembali ke kantor sekarang" Felicia kembali memaksa dengan judes tapi Axel melihat itu adalah sikap manja nya Felicia yang lagi-lagi keluar tanpa di sadari Felicia sendiri.


"emang kenapa Boss, saya lagi ada urusan ini.." Axel mulai bingung sama kelakuan Boss nya

__ADS_1


"Axel laptop saya susah di program, File nya tidak muncul..saya harus mengatur nya sekarang" Felicia berbohong mencari-cari alasan


"apa kamu mau membiarkan Boss kamu kesusahan?" kata Felicia mencari-cari cara


"Boss kan ada orang khusus di kantor bagian perbaikan komputer, Boss hubungi saja..mereka pasti bisa melihat laptop Boss, saya akan hubungi mereka" kata Axel


"eh, jangan...jangan, saya bisa sendiri" kata Felicia, ya karena laptop nya memang gak ada kendala apa-apa, buat apa panggil orang tukang bagian perbaikan.


Felicia jelas-jelas hanya mencari alasan agar Axel kembali ke kantor tapi Axel malah ingin memanggil bagian tukang komputer beneran..dasar nyebelin batin Felicia


"ya udah kalo gitu.." kata Axel bersiap tutup Video call..


"eh tapi.." Felicia mencari alasan lagi


"apa lagi sih Boss?" tanya Axel


"tadi kan saya ada urusan mau keluar ketemu teman saya, pas nyalain mobil kok starter mobil nya gak mau jalan" Felicia mengarang cerita lagi


"mobil yang mana? Kan mobil dinas lagi saya pake sekarang.., maksud Boss mobil yang mana..?" Axel bingung, jelas-jelas Felicia terhitung tak pernah membawa mobil pribadi nya ke kantor, ia juga lebih suka di antar jemput ketimbang nyetir sendiri. Selama ini itulah yang axel tau, jadi maksud nya mobil yang mana?


Felicia kaget, ia terperangkap sekarang..


"m..maksud nya mobil dinas cadangan.." Felicia akhir nya makin mengada-ada. di kantor memang betul ada mobil dinas cadangan, tapi mau ngapain Felicia memakai nya, jelas-jelas selama ini kalau tak ada yang mengantar jemput diri nya maka ia lebih memilih naik taksi ketimbang nyetir sendiri. Jadi di sini Axel makin bingung


"lagian Boss ngapain sih mau nyetir sendiri..? Biasa nya boss gak pernah segitu nya" kata Axel


"ya..karena hari ini lagi kepengen aja.." kata Felicia..


"ya udah nanti Boss tunggu saya sampai urusan saya selesai.." kata Axel


"gak bisa cepet?" Felicia terus memaksa


"iya Boss..ini sudah mau selesai.." kata Axel berusaha tetap sabar.


Kemudian sambungan Videocall itu pun berakhir Felicia tampak memasang raut kesal di kursi kerja nya, ia sampai ndusel-ndusel kaki nya di lantai karena tak sabar sama Axel yang bagi nya gak gercep sama dia malah milih tetap bersama teman wanita nya.



__ADS_1


__ADS_2