BOSS cantik milik AXEL

BOSS cantik milik AXEL
Bos Cantik milik AXEL 15


__ADS_3

Mendapat perlakuan seperti itu dari Axel tentu saja tubuh Felicia melenting, hingga da-da nya makin membusung dengan indah nya.


Axel melihat dua bola salju yang naik turun di hadapan nya tentu saja tak tahan..


dengan nakal Axel menggelitik bintik merah muda di atas bola salju itu dengan ujung lidah nya dan sekali-kali menyesap bintik merah muda itu dengan lembut dan mengelitik bintik merah muda yang satu nya lagi dengan jemari tangan nya sementara tangan yang satu lagi tetap bermain di bawah sana..


Felicia meremas rambut Axel...


"Axel.." rint!h nya lembut...


"uhmm.." sahut Axel lirih


Axel menge-cup bibir Felicia..lalu kembali menyesap dua bola salju secara bergantian..tanpa membuka penutup nya hingga br-a transparan itu telah basah oleh saliva Axel.


Felicia dapat merasakan kenikmatan permainan jemari Axel di bawah sana hingga inti tubuh nya benar-benar telah membanjir dengan hebat nya.


Di detik berikut nya Felicia merasa ia akan mencapai pelepasan nya..


Axel mende-sah tak tahan,terus mengobok-obok inti tubuh Felicia yang makin licin dan basah itu.


Saat Felicia mencapai pelepasan nya, mata gadis ini melotot dengan lebar...dan tubuh nya lagi-lagi melenting..bola salju nya yang besar ikut terangkat dan membusung sempurna dan saat baru akan membusung langsung dengan cepat di sambut Axel dengan mulut nya...ia kali ini melaahap dua bola salju itu dengan rakus...dan sesekali menggigit nya dengan lembut..


Tubuh Felicia bergetar hebat dan berapa saat kemudian melemas...lunglai kehabisan tenaga..


Axel bisa saja langsung menyodok Felicia sekarang, bagaimana pun milik nya juga sudah 'naik' tak terkendali lagi menuntut nya butuh pelepasan juga. Namun setelah selesai membantu Felicia mencapai pelepasan, Axel malah langsung buru-buru masuk ke kamar mandi. dalam situasi ini ia terpaksa bermain solo. Ia tak mungkin menembus kesucian Felicia.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Axel keluar dari kamar mandi setelah selesai dengan aktivitas nya...ia cukup kelelahan..


Felicia sudah tertidur dengan kelelahan juga, Axel berbaring sebentar...mengumpulkan tenaga.


Setelah di rasa energi tubuh nya kembali sedikit demi sedikit, Axel pun bangkit dan mengenakan kembali pakaian nya..


Axel menyelimuti Felicia..


"maaf..aku tadi lancang menyentuh mu.." lirih Axel seraya menatap wajah cantik Felicia yang tertidur lelap.., ia juga tadi di jalan buntu..tak tau harus bagaimana lagi tapi untung nya ia cepat-cepat bermain solo di kamar mandi dan tak sampai harus menembus kesucian Felicia.


Axel pergi dari apartemen meninggalkan Felicia sendiri. Ia tak mungkin menginap di apartemen ini bersama Felicia.


Axel mengingat Rikardo..baji-ngan itu yang telah membuat ia dan Felicia tersiksa setengah mati menahan ha5rat seperti ini.


"lihat bagaimana cara ku bermain kotor" seringai Axel, bagaimana pun ia harus membalas pria me-sum bernama Rikardo itu.


Esok hari nya Axel pergi bekerja sepeti biasa nya, begitu juga dengan Felicia.


Pagi itu Felicia terbangun berada di apartemen jadi ia langsung pergi bekerja dari apartemen tanpa pulang ke rumah.karena sudah pasti Felicia juga memiliki pakaian kerja di apartemen nya itu.


Felicia sepanjang perjalanan hingga sampai di ruangan kerja nya merasa bingung, bagaimana ia nanti menghadapi Axel.., bagaimana nanti nya ia bersikap di depan Axel, mengingat kejadian tadi malam antara mereka berdua di apartemen yang sangat lah hot itu.


Ia bisa saja menghindari Axel hari ini, tapi bagaimana? karena hari ini adalah jadwal nya bertemu klien bersama Axel.


Saat Felicia sedang kepikiran Axel, tiba-tiba sosok yang di maksud itu malah datang mengetuk pintu dan masuk..

__ADS_1


"Boss, sebentar lagi kita berangkat ke tempat klien..Boss silahkan bersiap-siap dulu" kata Axel


Felicia terbengong, jujur ia gugup..


Sebetul nya bukan hanya Felicia yang gugup tapi Axel juga.., tapi Axel berusaha untuk bersikap profesional dan biasa saja.


"Boss..ada yang salah?" Axel berusaha mencairkan suasana.


"oh..iya, saya akan bersiap-siap.." balas Felicia akhir nya, ya..walau pun sebetul nya saat bicara pada Axel tadi ruh nya serasa akan terbang dari tubuh nya tapi Felicia berusaha untuk netral.


Axel dan Felicia akan segera berangkat, mereka menuju ke parkiran dan langsung masuk ke dalam mobil. Felicia agak canggung juga padahal biasa nya ia duduk bersisian seperti ini juga dengan Axel tapi hari ini beda lagi rasa nya, sampai-sampai Felicia eror dan lupa memakai seat belt nya sendiri..


"Boss..sabuk pengaman anda.." Axel segera gerak cepat membantu Felicia, memakai kan sabuk pengaman


Felicia membatu sampai Axel selesai.., kepala Axel berada di dekat nya, bukan kah tadi malam kepala Axel ini ia remas-remas dengan penuh naf5u b!rahi, Felicia benar-benar tak sanggup..tenggorokannnya terasa sangat kering sekarang.


apalagi melihat Axel yang berbicara, mulut dan bibir Axel itu..Felicia teringat dengan sangat nyata kalau tadi malam bibir sen-sual Axel itu sudah...ah..toloooong...!!! sekali ingat saja Felicia langsung merasa tak nyaman di bagian bibir dan da-da nya sendiri.


Felicia berusaha menetralkan perasaan nya..ia menarik nafas banyak-banyak dan membuang nya pelan-pelan dari mulut...hufft kata Felicia perlahan seperti orang selesai berolahraga saja.


Axel yang merasa mereka sudah siap berangkat, langsung segera siap-siap menyetir..dan lagi !! Felicia melirik jari jemari Axel yang mulai memegang setir kemudi mobil.. Felicia langsung teringat kalau tadi malam jari jemari itu sudah...sontak saja Felicia merasa tak nyaman pada ujung dada dan Inti tubuh nya. Walau dalam pengaruh serbuk gila itu Felicia sadar sepenuh nya bagaimana Axel memberikan kenikmatan pada nya tadi malam lewat permainan bibir Axel dan jari jemari Axel..



Mereka pun akhir nya sampai di tempat yang di janjikan dengan Klien..selama pembicaraan berlangsung untung lah Felicia dan Axel sama-sama bisa saling fokus pada bagian tugas nya masing-masing.

__ADS_1


Akhir kesepakatan semua nya berjalan dengan sangat lancar. Felicia akui kalau kinerja Axel ini sangat jauh di atas rata-rata, bahkan ini sudah melewati kehebatan sebagai seorang asisten. Kalau Felicia merasa kemampuan Axel ini malah sudah sangat setara dengan nya. Felicia makin penasaran, di mana sebetul nya sang Ayah mendapatkan asisten sehebat ini ? kemampuan nya malah berada di atas Hera..benar-benar sangat amazing bukan..


Felicia mulai penasaran, mengapa pria ini malah memilih menjadi asisten pada kemampuan hebat yang ia miliki, sosok Axel makin hari makin membuat nya penasaran saja.


__ADS_2