
Sepulang nya dari pertemuan Klien,Felicia memilih duduk di kursi mobil belakang saja. Ia merasa gak nyaman duduk bersama-sama Axel di depan seperti biasa nya.
Awal nya Axel ingin bertanya mengapa Felicia memilih duduk di belakang, tapi Axel pun mulai mengerti kalau Felicia benar-benar tak enak pada nya.
Axel juga seperti itu, ada perasaan tak nyaman.., karena semenjak tadi malam ia selalu merasa aneh di dekat Felicia ,menatap nya juga mulai ada rasa nervous. Axel juga tak tau perasaan aneh itu membuat nya deg-degan tak menentu.
Selama perjalanan kembali ke kantor,Axel tak henti-henti nya melirik Felicia di kursi belakang lewat kaca di depan nya.., kadang kala Felicia juga tanpa sengaja melirik Axel. mereka berdua jadi canggung separah ini.
Sesampai di kantor Felicia dan Axel masuk melewati tempat para staf seperti biasa. dan lagi-lagi Juwana kembali bertingkah genit mendekati Axel
"Mister.." Juwana langsung sok dekat seraya mepet di sisi Axel
Axel tak sempat menghindar, Felicia terlihat kesal tapi ia berusaha tak menunjukkan kekesalan nya di depan Axel dan beberapa staf di sana.
Axel bergeser mencoba menghindari dari Juwana, jujur ia terganggu dengan staf caper dan kepedean satu ini.
Walau Felicia tak menunjukkan rasa kesal dan cemburu nya barusan saat Juwana mepet sama Axel namun Axel sudah keburu melihat nya, Axel tau kalau Felicia tak suka..jadi nya Axel langsung buru-buru menghindari Juwana.
seharian Felicia mengurung diri di dalam ruangan nya, ia tak peduli dengan jam makan siang..dan ia terus di dalam ruangan hingga jam pulang kantor. Axel tak berani menemui nya, ia sadar kalau Felicia sedang di mode tak mau di ganggu saat ini.
Felicia ingin sekali berbicara pada kedua orangtua nya tentang perasaan nya pada asisten baru nya ini, ia ingin bilang kalau pria ini lah yang ia ingin kan..tapi ia takut tindakan nya malah akan membahayakan pekerjaan Axel sebagai asisten.., ia takut keluarga nya tak terima dan kemudian memecat Axel.
💗💗💗💗💗💗
malam berikut nya saat Rikardo sedang nongkrong di salah satu club malam. Axel membayar tiga orang wanita malam yang sudah sangat pakar. Axel ingin memberi pelajaran pada Rikardo.
Sesuai intruksi dari Axel para wanita malam yang cantik-cantik ini merayu Rikardo. tentu saja Rikardo senang dan tergoda, ia sangat suka wanita-wanita cantik
Saat Rikardo lengah salah satu wanita meletakkan serbuk perang-sang di minuman Rikardo dan mereka mencekoki nya dengan dosis yang banyak..Rikardo senang-senang saja karena ia sudah terbiasa minum, hanya saja ia tak sadar kalau dalam minuman nya ada serbuk gila itu.
Setelah itu para wanita mengajak Rikardo ke dalam kamar untuk chek in, Rikardo merasa mendapat durian runtuh.
__ADS_1
Rikardo kepala nya mulai pusing, efek dari obat perang-sang yang di bubuhi dalam minuman nya, para wanita ini dengan manja mengikat kedua tangan dan kaki Rikardo di tiang ranjang. Rikardo fikir akan ada permainan panas dan seru. tapi saat para wanita selesai mengikat nya, para wanita ini malah kabur dari kamar dan mengunci Rikardo sendirian.
Rikardo yang sudah mabuk karena efek obat dan merasa butuh pelampiasan tidak bisa apa-apa, ia tak dapat melampiaskan nya pada siapa pun karena terkunci di kamar ini. Rikardo bahkan tak bisa usaha untuk keluar karena terikat..dan Rikardo bahkan tak punya kesempatan bermain solo karena kedua tangan dan kaki nya terikat dengan erat. Jadi nya Rikardo hanya bisa menahan rasa tersiksa nya dari efek obat perang-sang yang terus menjalar di tubuh nya.
Itulah pembalasan dari Axel karena Rikardo sudah berani macam-macam ingin mengganggu Felicia malam itu.
💗💗💗💗💗
akhir-akhir ini Felicia terus mencoba jaga jarak dari Axel, saat satu mobil dengan Axel ia selalu memilih duduk di kursi belakang.
Awal nya Axel merasa ini biasa saja ia masih bisa menahan nya, tapi lambat laun Axel mulai terganggu. ia tak suka Boss nya yang begini, ini jelas seperti oranglain.., kemana Boss nya yang manja dan suka marah-marah dan judes pada nya itu..?
Karena Axel sudah tak tahan lagi di jauhi Felicia begini, Axel akhir nya menemui Felicia saat jam makan siang
Axel mencegat Felicia di dekat tangga, ia tak nyaman Felicia selalu membuat mereka mengatur pekerjaan agar mereka jarang bersama, Axel tak suka Felicia menghindari nya seperti ini. Bukan kah mereka Boss dan Asisten? Apa enak nya kerja sendiri-sendiri? Meskipun Axel sadar ia di sini hanya menyamar tapi ia sadar kalau seorang direktur seperti Felicia sangat membutuhkan kerjasama yang baik dengan asisten nya.
Felicia mau buru-buru pergi menghindari, Axel langsung menghadang nya
"Boss maaf ya.." ia memegang pundak Felicia
Felicia tetap merasa tak nyaman
"soal kejadian malam itu..saya mohon Boss maafkan saya.., semua terjadi karena kita di bawah pengaruh obat.., saya tidak akan anggap Boss murahan kok, justru saya yang kurangajar sudah berani menyentuh Boss" Axel bersungguh-sungguh.
Felicia diam, benar ia sangat takut Axel menganggap nya murahan..
"Boss dan saya saling memerlukan dalam pekerjaan jadi jangan seperti ini tetap lah seperti biasa. Saya gak akan ungkit kejadian itu.., bahkan saya sudah kasih pelajaran pada Rikardo si me-sum itu" kata Axel
Felicia berfikir, benar juga. Jika tanpa pengaruh obat itu tentu semua hal malam itu tak akan pernah terjadi..semua salah si Rikardo itu. Lagi pula benar kata Axel ia tak bisa begini terus dengan asisten nya, ia hanya perlu menganggap semua hanyalah kesalahan di luar nalar.
__ADS_1
"baik lah.., maaf kan prilaku saya yang tak dewasa akhir-akhir ini.." lirih Felicia mulai menghadirkan senyuman khas nya..
"aku tuh kangen sama Boss yang cerewetin aku...usilin aku.ayo boss usilian aku lagi kayak biasa nya.." goda Axel
"apa sih.." Felicia memukul bahu Axel dengan santai berusaha elegant, tapi Felicia tak bisa menyembunyikan ekspresi manja nya dari Axel.
Axel suka ini, ia suka sama Boss nya yang sering manja pada nya..
"Boss mau pergi makan siang?" tanya Axel, Felicia mengangguk mengiyakan
"ayo sama-sama, saya traktir Boss hari ini" ajak Axel tulus
"boleh.." Felicia setuju
Mereka pun melangkah beriringan..
"aku penasaran, apa yang kamu lakukan pada Rikardo si baji-ngan itu" kata Felicia, ia sadar jika saat itu Axel tak datang ia pasti sudah di perko5a sama perwakilan mitra yang bernama Rikardo itu
Axel tersenyum penuh arti
"akan ku ceritakan pada Boss sambil kita makan siang.." kata Axel
"baik lah..." jawab Felicia tertawa..
dua orang ini pun sudah kembali tertawa dan bercanda bersama seperti biasa..
Lalu..apa benar semua nya yang terjadi malam itu karena pengaruh obat saja? Hmm secara garis besar nya sih iya..tapi sejujur nya dua orang bisa saja sebenar nya saling naf5uan satu sama lain tapi masih bisa menahan dalam kesadaran penuh..dan saat mereka dalam pengaruh obat seperti malam itu mereka pun melakukan apa yang sesungguh nya di dalam diri mereka inginkan lakukan..yaitu saling menyerang ,bercinta dan memberikan kenikmatan satu sama lain
__ADS_1