
Malam yang di tunggu oleh dua pihak keluarga pun tiba tapi tidak tentu nya bagi Felicia.., gadis ini turun dengan malas ke ruangan utama tempat para tamu dari keluarga Leofa berada untuk melakukan lamaran..
"apakah saat ini aku berada di posisi seperti novel dan film-film yang di nikahi dengan cara perjodohan? Hhha kisah cinta ku harus berakhir.." gumam Felicia pelan pada diri nya sendiri seraya melangkah perlahan untuk menuruni anak tangga.
Sedari tadi di dalam kamar ia terus mengecek ponsel nya berharap akan datang pesan dari Axel lagi untuk nya. Kadang ia berfikir apakah itu Axel yang mengirimkan? atau ada yang iseng? Lalu kenapa tidak bisa di hubungi? Ia benar-benar berharap Axel sungguh-sungguh datang dan membawa nya pergi di situasi ini.
Felicia sampai, ia menyipitkan mata melihat sosok pria di antara orang-orang..melihat posisi nya itu pasti Axel putera Leofa yang di maksud..
pria itu kelihatan berperawakan tinggi dengan potongan rambut plontos..
"Nona muda sudah datang.." kata seorang pelayan pada Bunda nya Felicia
Orang-orang pun menoleh pada Felicia yang selalu tampak cantik seperti biasa itu..
Saat orang-orang menoleh, sosok yang ia kira si Axel dari keluarga Leofa itu pun menoleh..
Sreeet...
Felicia menaut kan alis nya, pria berpotongan rambut pelontos ini...alis,mata,hidung,rahang..? Kenapa wajah nya sangat tidak asing...
"Axel..?" seru Felicia kaget..
Bagaimana Felicia tidak kaget, ini jelas Axel asisten nya kan? Meskipun Axel saat ini rambut plontos dan menumbuh kan kumis dan tipis dan sedikit janggut di bawah bibir nya..tapi Felicia kenal betul dengan wajah Axel yang di cintai nya, kenapa bisa di sini? Atau kah memang benar permohonan nya di kabulkan karena saat ini ternyata Axel dari keluarga Leofa dan Axel asisten nya adalah orang yang sama..? Ah, dasar gila apa yang aku fikirkan, ini jelas bukan Axel dari keluarga Leofa..ini adalah Axel asisten nya dan entah apa tujuan nya kemari? Menjemput nya kah? Batin Felicia terlonjak senang..
tapi..
"hai Felicia perkenal kan..aku Axel Ivander Leofa..calon suami mu" senyum Axel dengan menawan
dua pihak keluarga terlihat tersenyum senang melihat dua orang
__ADS_1
"Axel..apa maksud ini semua?" Felicia tak mengerti, ia mengira Axel asisten nya ini datang menjemput nya tapi malah memperkenal kan diri sebagai Axel Ivander Leofa...
Bunda Langsung menengahi..
"iya..Axel calon suami kamu adalah orang yang sama dengan Axel asisten kamu.., Axel sengaja melakukan nya untuk mengenal mu lebih dekat lagi..Fel.." kata sang Bunda
Felicia merasa seperti orang bodoh, harus nya ia senang tapi mengapa ia malah merasa kecewa dengan hal ini..
"kalian sekongkol..." lirih Felicia..
"jahat kamu Axel..!!" Felicia begitu kesal langsung berbalik pergi dan bergegas berlari menuju kamar nya dengan sangat kesal, bisa-bisa nya mereka semua sekongkol membohongi nya, apa-apaan ini???
dua pihak keluarga merasa tak menyangka kalau Felicia akan marah dan pergi. Bunda segera menyusul dan mengetuk-ngetuk pintu kamar Felicia..
"Fel..." panggil Bunda
"kenapa sih,Bunda sama semua orang sekongkol bohongin Felic.." Felicia benar-benar tak terima..
"nggak mau.." teriak Felicia dari dalam kamar, ia menangis dengan kesal
Axel muncul di samping Bunda..
"Bunda, biar saya saja.." kata Axel pelan
Bunda pun mengangguk dan segera melangkah meninggalkan Axel..memberi ruang untuk pasangan muda ini.
"Fel..sayang..ayo keluar.., kamu gak kangen sama aku" Axel mencoba mengetuk pintu
"Axel kamu tuh nyebelin, ngapain sih segala pura-pura jadi asisten aku segala.." protes Felicia
__ADS_1
"ya deh maaf.." kata Axel tulus
"setelah kamu bohongin aku selama kurang lebih satu bulanan ini trus kamu malah minta maaf? enak aja..kamu nyebelin tau nggak???" teriak Felicia dari dalam kamar
"ya..kan aku cuma pengen kenal lebih dekat sama kamu.." jawab Axel apa ada nya
"kalau kamu mau lebih kenal dekat, kenapa kamu gak langsung aja datang temui aku sebagai Axel dari keluarga Leofa" lagi-lagi Felicia protes
"ya..kamu aja gak pernah mau peduli sama pertemuan antar keluarga kan, kamu juga selalu beralasan saat mau di kenalin sama aku.., jadi cuma ini cara ku mendekati mu, yaitu dengan menjadi orang lain.." papar Axel dari luar pintu..
Felicia berfikir, apa yang Axel katakan itu benar ada nya..ia sama sekali tak mau memberi waktu barang sedikit untuk perihal perjodohan dengan keluarga Leofa. Seakan begitu menutup diri untuk hal satu ini
Axel berbicara lagi
"sejak awal kamu yang memang gak niat sama aku Fel, coba kalau kamu niat dikit aja, aku pasti bakal deketin kamu sebagai Axel yang sekarang..tapi kamu malah memaksa aku sampai harus menyamar sebagai orang lain.." lirih Axel..namun tetap tegas
"bukan begitu..." Felicia merasa bersalah juga, kalau di fikirkan ia yang terlalu sombong menyikapi perjodohan ini, kalau saja ia mau melihat foto Axel dalam amplop biru tentu ia tak akan terkecoh dengan Axel yang datang sebagai asisten baru nya, tapi ia sama sekali tak mau melihat foto di amplop itu sedikit pun, lihat betapa sombong nya dia?
Axel kembali berkata...
"aku akui kalau awal nya aku juga tidak setuju dengan pernikahan yang mendadak.., perjodohan sih oke saja tapi aku tak suka pernikahan mendadak..aku hanya ingin meyakin kan perasaan ku pada mu sebelum pernikahan terjadi. Karena aku mau istri aku menjadi satu-satu nya seumur hidup aku. tapi jika kamu anggap perbuatan ku mengecewakan mu..aku benar-benar minta maaf.." kata Axel menjelas kan semua nya dengan sangat jujur.
"tapi Fel..jika kamu tetap gak mau maafin aku..aku bakal pergi.." lirih Axel akhir nya..
Saat Felicia mendengar Axel bilang mau pergi, ia langsung tersentak dan buru-buru membuka pintu..ia tak akan mengizinkan pria ini pergi lagi dari sisi nya.
Namun saat Felicia membuka pintu dengan panik, ternyata Axel hanya menggoda nya saat mengatakan mau pergi.., bukti nya saat Felicia sudah membuka pintu ia melihat pria bernama Axel itu masih berdiri tegak di depan pintu dengan tersenyum seraya bersedekap dada..menunggu kekasih nya ini keluar..
Felicia kaget, Axel sudah keburu melihat kepanikan di wajah nya..Felicia langsung reflek menutup wajah dengan kedua tangan nya menahan malu dan buru-buru masuk ke pelukan Axel.
__ADS_1
Melihat sikap manja Felicia pada nya Axel pun langsung memeluk Felicia dan spontan tergelak..