BOSS cantik milik AXEL

BOSS cantik milik AXEL
Bos Cantik milik AXEL 13


__ADS_3

Raut wajah Felicia seketika berubah tak suka, ia segera berlalu dari sana menuju ruangan nya, Axel yang sedang memegang mouse di atas tangan Juwana buru-buru Axel melepas nya ,ia langsung menyusul Felicia


"Bos.." panggil Axel


tapi Felicia tak menoleh malah masuk ruangan dan membanting pintu


Axel menyusul nya, membuka pintu yang di banting Felicia barusan.


"Bos kenapa?" tanya Axel


"kamu keluar saja, saya lagi mau sendirian" kata Felicia mengusir Axel


"tapi saya mau bahas kerjaan dan skejul nya Boss" Axel mencoba bertahan di sana dengan alasan yang memang ingin ia lakukan sebelum nya saat mencari Felicia tadi


"nanti saja.." suara Felicia meninggi


"Boss kenapa sih..?" Axel mulai bertanya


"kamu yang kenapa? kamu gak puas ya rayu cewek di mana-mana, dari teman saya sampai karyawan saya, kamu di sini buat kerja sama saya.., bukan malah kegatelan" Felicia tak tahan lagi langsung mengeluarkan kekesalan nya


Axel merasa ia tak salah, tadi ia bantu Juwana agar kerjaan Juwana cepat selesai


"saya cuma bantuin staf yang komputer nya kurang berfungsi..supaya kerjaan nya cepat kelar bos, saya gak rayu-rayu staf" Axel membela diri..


"jangan banyak alasan, kamu sebaik nya sekarang keluar saja dari ruangan saya" usir Felicia sekali lagi


"Boss.." panggil Axel lagi


"keluar.." intonasi suara Felicia makin meninggi


Axel diam sesaat...


"Boss..kamu cemburu ya..?" tanya Axel perlahan..


Felicia menyeringai, ia benar-benar masih tersulut emosi..


"apa? Aku? Cemburu? tidak mungkin !!!" kata Felicia lantang


"Axel, kamu jangan terlalu percaya diri..memang nya kamu siapa nya aku? Sampai aku harus cemburu sama kamu !!!???" tutur Felicia tajam seraya menatap Axel penuh emosi


Axel hanya mengangkat dua alis nya dengan ekspresi sinis, lalu tanpa berkata lagi ia langsung keluar dari ruangan Felicia..


Felicia marah..marah sekali, ia meremas dan mencengkram taplak meja dengan kesal, hingga urat-urat jari nya tampak terlihat..., bagi Felicia..Axel itu tidak boleh di sentuh atau pun menyentuh gadis mana pun selain diri nya..


💗💗💗💗💗


Karena masih kesal pada Axel, malam hari nya Felicia pergi memenuhi undangan Rikardo untuk makan malam dan nongkrong bersama. Bisa di bilang ini sejenis dating singkat.

__ADS_1


Dalam hati Felicia..hhhh aku cemburu? Felicia mengingat kata-kata Axel yang menuduh nya cemburu.., itu tidak mungkin


Aku bahkan bisa dating bersama pria lain tanpa memikirkan mu, Axel.. Batin Felicia


Memang nya dia siapa? Percaya diri sekali..!!? Felicia memaksud kan Axel..


Axel malam ini juga kebetulan keluar nongkrong bersama teman-teman nya..ia tak sengaja bertemu Tina bersama sang pacar


"Axel?" sapa Tina ramah


"hai Tina.." sahut Axel tak kalah ramah..


"ternyata aku bertemu kau juga selain Felicia" ujar Tina, ia teringat tadi bertemu Felicia yang akan makan malam bersama seorang pria yang Felicia perkenalkan sebagai mitra bisnis nya


"maksud mu?" Axel mencari kejelasan saat Tina barusan menyebut nama Felicia


"iya, tadi aku bertemu Felicia akan makan malam bersama mitra kerja nya.." jawab Tina jujur


"mitra kerja?" perasaan Axel mulai tak enak


"iya, kalau tidak salah tadi nama nya Rikardo.."


kata Tina mengingat-ingat dengan pasti


Apa? kata Axel dalam hati nya..jadi Felicia tetap pergi juga dengan Rikardo setelah mengatakan tak akan pergi pada nya saat itu? Hati Axel mencelos, ini tidak benar..batin Axel.


Tina pun mengatakan tempat yang di maksud.


Setelah Tina berpamitan, Axel pun tetap lanjut nongkrong bersama teman nya tapi tetap saja entah kenapa hati nya tak enak terus-terusan kefikiran Felicia. apalagi ia kepikiran tempat makan malam yang di datangi Felicia dan Rikardo, itu adalah rumah makan yang memiliki ruang privasi masing-masing, jadi walau kata nya mereka hanya makan malam tentu saja Rikardo tetap bisa berlaku semau nya di ruangan tertutup itu..


Akhir nya karena merasa tak nyaman, Axel pergi juga menyusul Felicia ke tempat yang Tina katakan pada nya tadi


Sementara itu Felicia dan Rikardo sudah memesan menu makanan, makanan mewah tersaji dengan lezat di atas meja.


Rikardo memang licik ia sengaja memilih resto Vip yang ini agar bisa makan malam secara privasi bersama Felicia, lebih tepat nya agar ia bisa melancarkan aksi dan niat me-sum nya.


Ternyata diam-diam Rikardo memang meletakkan serbuk perang-sang di minuman Felicia..


"Direktur Felicia...aku bersulang pada mu atas kerja sama kita ke depan nya" kata Rikardo..


Selain Rikardo ini memang sa-ngean dan ngiler melihat ke molekan tubuh Felicia..ia juga sengaja ingin membuat Felicia bertekuk lutut jika sudah ia "itu" kan, maka direktur ini akan terus terikat kerja sama dengan nya di bawah tekanan. Karena orang seperti Felicia tak akan mau nama nya tercemar. Dengan begitu, jika ia sudah bisa mengikat mati kerjasama dengan Emilio group maka jabatan nya di kantor akan semakin besar dan tak akan tergoyahkan lagi sampai kapan pun.


Felicia pun menenggak minuman yang di berikan Rikardo pada nya sampai setengah gelas..tapi ia belum sadar kalau minuman itu ada serbuk obat dengan efek dahsyat nya.


Felicia dan Rikardo kaget saat sosok Axel tiba-tiba menyerobot masuk...


"Tuan Asisten..?" Rikardo merasa suprise

__ADS_1


"Axel..mengapa kau kemari?" Felicia juga kaget setengah mati saat melihat sosok ganteng ini sudah ada di dalam ruangan dengan wajah yang penuh kekesalan...


"maaf Tuan Rikardo..,tapi direktur Felicia harus pulang bersama ku" kata Axel mencoba sopan, walau ia tetap kesal pada pria bernama Rikardo ini, walau tak tau jelas nya tapi ia tahu saat ini pria bernama Rikardo ini punya maksud tertentu pada Felicia.


"kenapa begitu buru-buru, ada masalah apa kah?" Rikardo heran dan merasa penasaran


Axel tidak menjawab Rikardo tapi ia langsung berkata sopan pada Felicia..


"Boss..ayo pulang dengan ku" ajak Axel tegas


Felicia cuek saja, ia masih kesal pada Axel sampai sekarang..


"kau tidak lihat aku sedang makan malam?" kata Felicia ketus pada Axel


"Boss.." Axel kembali mengajak, mencoba sabar..


tapi Felicia tak menoleh..


"ayo lah Tuan Asisten.." kata Rikardo


"ada apa ini ?" tanya Rikardo lagi dengan kesal


"Boss ayo..." Axel tetap fokus pada Felicia tanpa mempedulikan Rikardo..


Rikardo yang kesal pada Axel langsung berkata


"bah..aku baru tau kalau ada seorang Asisten yang berani dengan lancang nya mencampuri kehidupan atasan nya seperti ini" cibir Rikardo


tapi Axel tetap tak peduli, ia tetap fokus menatap Felicia


"Boss.." panggil nya


Felicia cuek saja..


"maaf kalau saya lancang, Boss yang memaksa saya" kata Axel lalu detik berikut nya ia mencekal pergelangan tangan Felicia agar gadis ini ikut pulang bersama nya


"aku gak mau..Axel !! Lepasin..!!" Felicia berontak dengan berang..


"pulang atau saya yang akan menggendong anda.." ancam Axel


Felicia cemberut, sebetul nya Felicia suka adegan perdebatan antara ia dan Axel ini, seperti seorang kekasih yang sedang cemburu pada pacar nya yang pergi bersama pria lain


Rikardo benar-benar kesal pada Axel


"sudah lah hei Tuan asisten.., Direktur Felicia saja keberatan ikut pulang dengan mu, kenapa kau mengganggu kesenangan orang lain" sungut Rikardo, karena bagi Rikardo jika Axel berhasil membawa Felicia pulang itu artinya sama saja dengan rencana nya gagal total.


__ADS_1



__ADS_2