BOSS cantik milik AXEL

BOSS cantik milik AXEL
Bos Cantik milik AXEL 14


__ADS_3

"aku akan pulang bersama kamu, Axel..tapi minuman ku belum habis, kau mau bantu habiskan..?" tanya Felicia manja menawarkan minuman nya yang tinggal setengah pada Axel..yang mana dalam gelas minuman itu ada serbuk perang-sang yang di bubuhi Rikardo secara diam-diam sebelum ia bersulang dengan Felicia beberapa saat tadi..


Axel hanya menghela nafas, ia juga tak tau kalau dalam gelas minumam itu lah rencana Rikardo di lancarkan, dalam minuman itu ada obat nya. Akhir nya Karena demi membawa Felicia pulang Axel pun segera mengambil gelas minuman di tangan Felicia dan kemudian menenggak nya hingga tandas tak bersisa..


Rikardo melongo, itu adalah minuman yang ia khususkan untuk direktur Felicia mengapa Asisten ini ikut meminum nya?


"sudah habis kan? Sesuai mau nya anda..sekarang kita pulang.." kata Axel tegas


Felicia tersenyum puas, Axel rela menyusul nya kemari lalu menuruti kemauan nya untuk minum barusan, Felicia sangat senang. Ia tersenyum simpul dengan manja menatap Axel, ia menyodorkan tangan halus nya untuk di bantu bangkit oleh Axel..,


Axel menatap nya sesaat, benar-benar hanya manja pada ku perempuan ini, batin Axel..


Axel pun memegang tangan Felicia untuk pulang bersama nya..


"maaf ya Tuan Rikardo seperti nya makan malam kita harus tertunda.." kata Felicia sopan..


"oke" Rikardo memaksakan senyuman nya


Felicia pun bersama Axel berlalu pergi meninggalkan Rikardo yang nampak membatu.


Setelah sosok Felicia dan Axel menghilang, tinggal Rikardo yang kesal sendiri, ia membanting gelas di depan nya dengan kesal..


"asisten kurang ajar.." umpat nya..


Felicia dan Axel sudah sampai di mobil..


"apa Boss bawa mobil tadi?" tanya Axel


"tidak..Rikardo menjemput ku.." jawab Felicia enteng


"kan sudah ku bilang jangan ikut Rikardo, kita tidak tau niat jahat nya..asisten nya yang waktu itu sudah bilang untuk kau berhati-hati" Axel ngomel-ngomel dengan kesal


"ya..maaf.." balas Felicia enteng


Mereka sudah di dalam mobil dan bersiap jalan tapi mengapa tiba-tiba Felicia merasakan gerah dan tak nyaman..obat itu mulai bereaksi..

__ADS_1


"ah..apa AC nya kurang ya.." tanya Felicia heran..


"Boss.." Axel menatap Felicia..


"aku..aku gak nyaman Axel.." Felicia mulai menarik-narik pakaian dress seksih yang ia pakai saat ini..


Axel langsung mengerti..


"kurang ajar.." umpat Axel


"kenapa..?" Felicia makin tak nyaman


"si mesum itu meletakkan serbuk perang-sang di minuman Boss.." kata Axel yang mulai sadar situasi


"apa..??" Felicia hampir tak percaya


Axel tak tau lagi entah apa jadi nya Felicia jika ia terlambat datang sedikit saja..


"berapa banyak Boss meminum air yang di berikan ba-jingan itu..?" selidik Axel


"hah? apa?" Axel terkejut


Itu artinya ia juga meminum air itu yang arti nya serbuk itu juga telah masuk ke tubuh nya, gawat lah sudah...batin Axel..ia dan Felicia sudah teracuni oleh pria keparatt bernama Rikardo itu.


"Axel aku tak tahan ah..." Felicia mulai tak karuan


Axel langsung buru-buru menjalankan mobil nya ,ia harus mencari cara saat obat ini bekerja.


Axel terus mengemudi, ia juga mulai merasa tak nyaman..serbuk itu sudah mulai bereaksi..


Di tengah perjalanan, Felicia mulai menggila...ia dengan tak tau malu menarik-narik pakaian nya sendiri..hingga dua bola salju nya hampir terlihat separuh..


Axel juga seraya terus mengemudi menarik-narik kancing pakaian nya sendiri dan melonggarkan di bagian leher dan dada nya agar ia merasa lebih nyaman, namun tetap saja itu sia-sia..


Axel melirik Felicia, gadis ini sudah duduk sembarangan..paha kemana-kemana tak beraturan lagi..

__ADS_1


Bagaimana Axel bisa menahan nya, tanpa keracunan serbuk ini pun ia suka merasa aneh melihat bentukan Felicia yang mengundang, apalagi saat ini ia sedang dalam pengaruh obat ? di tambah lagi Felicia yang sudah menggelin-janggelinjang seakan minta di sentuh itu..kepala Axel sudah sangat pusing..ia kesusahan menahan ha5rat dalam diri nya.


Axel masih ingat pada apartemen Felicia di tengah kota, jadi karena masih ingat arah nya buru-buru ia membelokkan mobil dan menuju ke arah apartemen milik Felicia tersebut.


Sesampai nya Axel segera memarkir mobil, ia sudah pusing dan mulai berpeluh..AC mobil sama sekali tak membantu.


Setelah mendongak sesaat seraya memijat kening nya sendiri, Axel mulai mencari kartu untuk membuka kunci apartement di dalam tas Felicia, beruntung Axel menemukan nya.


Axel keluar dari mobil sambil mengendong Felicia yang sudah pasrah dan terus meracaw dalam hayalan nya seraya terus terpejam.


Setelah pintu berhasil terbuka,Axel mengunci nya dan dan langsung merebahkan Felicia di atas kasur... Ia harus mencari cara, jangan sampai ia kebablasan hingga memperko5a Felicia. Bagaimana pun tidak sedikit Axel meminum serbuk yang memabukkan tersebut. Pasti efek nya sangat susah Axel tahan.


Saat Axel akan beranjak setelah meletakkan Felicia..gadis ini malah menarik Axel memeluk nya erat.


Axel dapat merasa kan da-da Felicia yang membusung padat itu menempel erat di dada bidang nya menyedot persis seperti gurita.


Bagaimana lagi Axel bisa menahan nya, apalagi saat ia berusaha melepaskan diri dari pelukan Felicia, malah dengan cekatan Felicia melorotkan minidress nya sendiri hingga...


Sraa...


Secepat kilat yang tersisa di tubuh Felicia adalah Br-a dan Cd berbahan brukat transparan..


Saat Axel sedang dalam pangaruh obat dan di atas ranjang malah ada sesosok makhluk cantik berambut panjang indah dengan tubuh molek nya yang hampir telan-jang merayu nya minta di sentuh.., bagaimana Axel sanggup menahan nya.


Bibir dengan lipstik merah itu benar-benar menggoda nya..lalu dua bola salju besar di balik br-a berbahan brukat transparan itu nampak terlihat samar-samar menggoda dengan bintik merah muda di tiap ujung nya, bintik kenyal yang berukuran se ujung bibir..


Dan turun ke bawah pusar di dalam cd burkat transparan itu menampilkan warna kehitaman yang menggoda minta seakan terus memanggil minta di sentuh


Felicia terus meliuk-liukkan tubuh nya di atas kasur, Axel sudah tak tahan lagi..


Axel membuka atasan nya hingga yang tersisa hanya celana jeans hitam saja.


Ia mulai mendekati Felicia..jemari nya yang kokoh dan panjang mulai masuk ke dalam cd Felicia dan menyentuh nya..menyelipkan jemari nya di sana...meraba nya bergerak naik turun..Axel dapat merasakan bahwa tempat sempit itu telah mulai basah...


Felicia membuka bibir merah nya pertanda ia menikmati jemari Axel di bawah sana..

__ADS_1


Axel dengan kasar melahaap dan menyesap bibir Felicia yang menantang sementara jemari nya tak henti bermain di bawah sana...menciptakan ritme naik turun di tubuh molek Felicia


__ADS_2