BOSS cantik milik AXEL

BOSS cantik milik AXEL
Bos Cantik milik AXEL 6


__ADS_3

"jadi kamu asisten baru nya Felicia? iiiiih kamu kok ganteng banget sih...???" seru Tina to the point nan celpas ceplos


Axel tersenyum


"ya...saya Axel..asisten nya direktur Felicia sekarang.." ujar Axel sopan dan mempesona.


tanpa ba bi bu, Tina langsung menyodorkan tangan untuk berjabatan..


"kenalkan saya Tina teman dekat nya direktur kamu.." Tina begitu antusias


Axel menerima jabatan tangan dari Tina


"saya Axel.." balas axel


Tina menggenggam tangan Axel lama..ia terkesima pake banget..


Felicia melihat nya ada kesal juga


"ehemm" Felicia memberi isarat dengan batuk


Tina buru-buru melepas tangan Axel..


Kalau Axel memang sengaja memancing kecemburuan Felicia, asik aja gitu kalau liat Felicia ngambek..


"eh boleh minta kontak nya gak?" tanya Tina genit pada Axel


"boleh.." jawab Axel langsung mengeluarkan ponsel nya..dan mereka langsung scan kontak


"saya harus isi nama kamu apa ya..Axel aja atau gimana?" tanya Tina


"kamu seumuran direktur saya, artinya saya lebih tua dari kamu..kamu boleh panggil saya koko" jawab Axel menggoda..


"koko.." Tina terbuai


"jangan ah saya malu.." kata Tina


"kalau gitu Axel saja.." ujar Axel lagi seraya tersenyum menggoda menaikkan alis menawan nya...


Dalam hati Felicia, berani sekali asisten nya ini merayu teman direktur nya di depan direktur nya sendiri seperti ini?


Nah, kan anak ini memang kurang ajar, selama ini juga ia suka semau nya sama Felicia, sekarang makin hari makin berani?


Felicia sangat kesal, apalagi ia di kacangin sama dua orang ini..


"Axel..kamu kesini tuh buat jemput saya..ngapain sih kamu kecentilan godain teman saya.., kamu ini kan lagi kerja" Felicia tiba-tiba ngoceh dengan jutek karena kesal


"maaf Boss.." sahut Axel mengangguk


Tina gak enak, Axel di omeli Felicia gara-gara diri nya..

__ADS_1


"ih kamu jangan gitu Fel..aku yang ngajak dia kenalan duluan.." Tina membela nya


"gak apa Tin..kamu gak salah kok, dia aja yang kegatelan kalo liat cewek bening.." kata Felicia melirik Axel kesal, jujur ia cemburu.


"kamu gak boleh galak-galak dong" saran Tina


"masih untung gak saya pecat" kata Felicia judes


Tina melirik Axel yang nampak tenang-tenang saja seperti tak takut kehilangan pekerjaan seperti kebanyakan normal nya orang-orang


"Axel, bilang sama saya kalo Felicia pecat kamu, saya bersedia kok jadiin kamu asisten saya.." kata Tina bersungguh-sungguh.


Ya,siapa juga yang gak mau punya asisten kece kaya Axel? Kalo pergi berdua serasa punya pacar sekaligus guardian yang super perfect dong. Ya gak siiih???


enak aja, batin Felicia..Aku gak akan serahin Axel sama siapa pun..


"Tin..aku duluan ya, udah mau siap-siap rapat soal nya" kata Felicia, seumur-umur baru kali ini Felicia merasa agak kesal sama Tina..ya, dia mau dekatin Axel secara kan Felicia suka sama Axel tapi Felicia memang belum cerita ke siapa-siapa termasuk Tina teman nya ini.


"ayo.." ajak Felicia pada Axel..


"hati-hati Fel.." balas Tina


"ya..kamu juga.." sahut Felicia


Axel mengikuti di belakang Felicia dan ia pamit pada Tina dengan sopan..


Tina memperhatikan dari belakang dua orang itu..dia menyipitkan mata


Tina menerka-nerka..jangan-jangan Felicia suka lagi sama si Axel asisten nya itu??? tapi Tina tak menyadari kalau tebakan nya ini benar ada nya.


Sepanjang perjalanan Felicia cemberut saja, ia sangat cemburu pada kejadian barusan


"Boss..langsung ke kantor kan?" tanya Axel meyakin kan, siapa tahu Felicia mau berhenti di mana atau beli sesuatu dulu


"ya langsung lah, emang kemana lagi..." sungut Felicia kesal..


Axel tau Felicia pasti cemburu karena kejadian tadi, ayo Felicia kamu bilang kalau aku mulai suka sama aku...batin Axel jahil dan puas.., Axel tersenyum dalam diam nya.


Felicia terus menggerutu sepanjang perjalanan, ada saja yang salah..


Salah settingan kursi lah, seat belt terlalu kencang lah, Ac mobil yang tidak pas dan lain-lain nya..


Axel hanya diam saja melihat kelakuan manja dan absurd Felicia


Jujur saja Felicia ini tak biasa nya menunjukkan prilaku yang seperti ini di hadapan orang-orang maupun teman-teman nya, raut wajah Felicia memang terlihat seperti gadis manja tapi ia tidak pernah manja di hadapan semua orang..ia malah terkesan sosok yang strong tenang nan elegant di depan orang-orang, tapi baru di depan Axel lah dia tak bisa mengontrol diri nya sendiri, padahal pria ini terhitung baru menjadi asisten nya tapi sudah seperti ia anggap suami sendiri untuk menumpah kan kekesalan dan betapa bobrok diri nya ini..


"Boss kenapa sih?" tanya Axel lembut


Felicia tidak menjawab ia hanya cemberut, bahkan posisi rambut panjang nya yang tergerai indah itu ia salah kan juga dengan cara mengibas-ngibas nya dengan kesal seraya merapikan berkali-kali dengan tangan nya..

__ADS_1


suasana hening beberapa saat..


"kamu suka sama teman saya..?" tanya Felicia tiba-tiba dengan intonasi jutek tanpa menoleh


"teman bos.." Axel tak mengerti


"itu tadi..si Tina..,kamu suka sama dia?" tanya Felicia lagi dengan lebih jelas nya


"enggak lah ." jawab Axel


"terus kenapa kamu genit-genitan tadi,segala tukar kontak.." Felicia mengungkit nya dengan tak suka..


"ya..kan itu teman Boss.." jawab Axel tak berdosa.


Felicia melirik Axel kesal


"saya bilangin ya sama kamu..Tina itu udah ada pacar nya jadi kamu jangan berharap dan rayu-rayu Tina lagi.." kata Felicia, Tina memang ada pacar nya ia sengaja memberitahu Axel..biar Axel mundur dari maksud pedekate nya


"saya gak suka kok sama teman Boss yang nama Tina barusan..saya juga gak rayu dia" Axel membela diri


"sudah jelas tadi kamu rayu-rayu,,,gak mungkin kamu gak suka Tina, dia kan cantik.." kata Felicia, secara Tina memang cantik hidung nya mancung seperti bule, berkulit putih,rambut hitam lurus sebahu..


"iya sih..Tina memang cantik..." Axel mengakui nya, dan tentu saja membuat darah Felicia mendidih naik ke ubun-ubun, ia jealous parah Axel memuji gadis lain di depan nya..


"..tapi dia bukan tipe saya.." lanjut Axel jujur yang membuat Felicia girang seketika


"m- maksud kamu?" nada pertanyaan Felicia seketika berubah menjadi tidak jutek lagi


"ya..Tina memang cantik tapi bukan tipe saya.." jawab Axel mengulangi kejujuran nya


Felicia tersenyum simpul, ia sangat senang mendengar nya..


"lalu tipe kamu seperti apa?" tanya Felicia malu-malu..


"saya suka cewek rambut panjang..., sedikit manja, putih..seksih..tidak kebulean..saya suka yang agak chinnes...dan full make up.." Axel sengaja menyebut ciri Boss nya sendiri, tapi benar sejujur nya Felicia memang tipe nya.., sejak awal secara fisik Felicia adalah tipe nya Axel.


Felicia merasa tipe yang Axel maksud itu masuk dalam karakter diri nya, apakah Axel menyebut nya..??? Axel suka pada ku kah? tebak Felicia


"dan lagi pula..teman bos si Tina itu ukuran da-da nya kecil, saya tidak suka" kata Axel to the point membuat bola mata Felicia membesar, jadi pandangan Axel sampai ke da-da Tina..???


"saya suka da-da yang seperti Boss miliki..." kata Axel jahil..., jelas saja da-da milik Felicia memang terhitung besar dan menantang..


Felicia tentu saja merasa Axel ini makin kurang ajar jadi ia langsung memukuli bahu dan lengan Axel bertubi-tubi dari samping..


"au..au Boss sakit, saya lagi nyetir boss..." Axel terus berusaha menyeimbangkan kemudi nya..


"kamu ini makin kurang ajar ya.."pelotot Felicia galak..seraya menghentikan aksi pukul nya


"maaf..bos maaf..kan boss sendiri yang nanya" Axel membela diri

__ADS_1


"ya tapi gak harus sedetil itu" marah Felicia..,lalu membetulkan posisi duduk nya seperti semula..


Axel hanya nyengir saja dengan kejahilan nya sendiri.


__ADS_2