Boss of all BOSSES

Boss of all BOSSES
Seseorang yang tak dikenal


__ADS_3

"Yaudah saya pergi dulu, kamu hati hati dijalan yaa."ucap Agra.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kirana sedikit senang karena pulang cepat, tapi hatinya sangat sakit entah karena apa.


Cafetaria cafe yang biasa dikunjungi Kirana dan teman teman kuliahnya dulu, termasuk Lila sahabatnya sendiri.


"huhhh bete, hari ini gue nggak ngerjain apa apa, boring banget sumpah."ucap Kirana meletakan kepalanya dimeja cafe itu.


Entah kenapa tiba tiba pikiran kirana selalu tertuju pada Rey, apalagi ketika dia melihat kejadian tadi. Ohhh shittttt. umpatnya.


Setelah 2 menit, pesanan kopi american**onya sampai di tangan Kirana dengan selamat.🤔


Kirana yang mau meminum minumannya itu harus terhenti karena ada seseorang yang tiba tiba duduk didepannya.


"Mbakkk maaf boleh minta bantuan nggak?" ucap seorang pria yang tak dikenal.


Kirana masih memandangi pria tinggi nan tampan itu, Kirana yang melihat ekspresi cowok itu seperti benar benar membutuhkan bantuan.


"Oke, tapi bantuannya apa ya?" ucap Kirana tanpa merasa curiga.


"Mbaknya nanti tinggal diam saja disini dan hanya tersenyum, saya benar benar minta pertolongan mbak yaaaa, pleaseeee." ucap lelaki itu memohon.


"Oke gue bisa bantu lo, tapi balesannya apanih?" ucap Kirana.


"Nanti kalau berhasil mbak nantiiiiiiiiii emmmm saya traktir direstoran deh, mau makan apa saja sepuasnya, saya yang traktir." ucap lelaki itu masih memohon.


Mendengar itu, Kirana langsung mengiyakan tanpa ragu.


10 menit kemudian.


tringgggg. pintu kafe terbuka dengan seorang wanita yang sangat cantik, memiliki tubuh bak gitar meliuk liuk itu.


Kirana yang melihat perempuan itu menuju kearah lelaki didepannya itu masih bengong dengan kecantikan perempuan itu.


"Ohhh jadi ini perempuan yang kamu maksud?" ucap Perempuan sexy itu melihat kearah Kirana.


"Sesuai perjanjian, kalo gue punya pacarrr artinya lo harus batalin pertunangan kita." ucap lelaki itu.


"Okeee gue bakal batalin, tapi ternyata selera lo kampungan banget ya." ucap Wanita itu menyindir Kirana.


Mendengar sindiran itu Kirana berdiri lalu memandangi wanita itu.


"Hahhhhh kampungan?? coba saya lihat, sepertinya kamu filler hidung, oplas rahang sama oplas mata, jadi siapa yang lebih kampungan." ucap Kirana mencemooh wanita sexy itu.


Tanpa perlawanan lagi, perempuan itu langsung pergi dengan kesal meninggalkan mereka berdua.


Sedangkan lelaki itu menganga melihat aksi perempuan yang belum ia kenal.


"Wawwww, kamu kok berani bilang kayak gitu sama Diandra?." ucap lelaki itu takjub.

__ADS_1


"Ooo jadi namanya Diandra?? dasar wajah oplas." ucal Kirana kembali duduk.


"Ohyaa kita belum kenalan, namaku Alex."ucap Alex mengulurkan tangan.


"Namaku Kirana." balas Kirana.


Mereka berbincang panjang lebar di cafe itu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Agra yang melihat kondisi sahabatnya itu juga merasakan sedih.


"Lo nggak papakan Rey?" ucap Agra memegang pundak Rey.


"Kenapa dia nggak merasa bersalah sama sekali atas apa yang dia lakukan sama gue?. Dengab mudahnya dia meminta maaf dan nyuruh gue ngelupain kejadian itu.. ohhhhh shitttt. "ucak Rey kesal.


Agra hanya bisa menenangkan Rey yang masih emosi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


jam enam sore.


"Ehhh udah jam segini, gue mau pulang dulu lex, nanti kalo ada waktu lo harus nepatin janji lo ya."ucap Kirana beranjak dari kursinya.


"Oke gue bakal nepatin janji gue, ohyaaaa lo mau gue anterin nggak?" ucap Alex.


"Nggak ucah, gue bisa naik bus kok." Ucap Kirana.


Mereka akhirnya berpisah di depan halte pintu restoran itu.


Kirana yang masih menunggu di halte bus tiba tiba ada telfon masuk.


Bos Lucnut. batin Kirana.


Kirana langsung mengangkat telfon bossnya itu dengan sedikit kesal, pasalnya Rey tadi siang yang menyuruhnya pulang cepat, tapi dia malah telfon Kirana.


"Halo bos Reyyy ada apa ya telfon saya?."ucap Kirana pura pura sok manis.


"Kembali keperusahaan sekarang juga, ada hal penting yang perlu saya bicarakn dengan kamu." ucap Rey datar.


"Tapi paakkkk....." belum sempat Kirana menjawab, telfonya dimatikan sepihak oleh bosnya itu.


"Astagaaaaaaaa." terik Kirana, masa bodo dengan orang yang melihat tingkahnya itu.


Kirana yang bergegas kekantor itu masih sedikit kesal, ingin dicabik cabik bosnya itu.


"Akhirnya sampai juga, aduhhhh kaki gue pegel, tumben banget nggak ada angkutan kesini, kali pake taxi uangku nanti habis... ahhh" ucap Kirana kelelahan karena berlari.


toktoktok......


"masuk"

__ADS_1


Kirana masuk keruangan Rey dengan pura pura tersenyum.


"Maaf pak ada apa bapak panggil saya kesini?" ucap Kirana to the point


Rey yang melihat Kirana basah kuyub keringat langsung berdiri.


"Kamu darimana?, kenapa bisa basah kuyub keringat gini?" ucap Rey datar melihat kearah Kirana.


"Saya tadi kesini lari pak, jadi berkeringat." ucap Kirana.


"Kenapa nggak naik taxi atau bus?" ucap Rey.


"Tadi saya ketinggalan bus pak, terus kalo saya pakai taxi, uang saya nggak cukup pak." ucap Kirana jujur.


Mendengar itu Rey langsung tertawa terbahak bahak.


"Kenapa bapam ketawa? ada yang lucu?" ucap Kirana mengerutkan alis.


"Kenapa nggak bilang? nihhh ATM saya, kamu bisa pakai sandinya cuma 1-6 saya sudah siapin buat kamu dari kemarin tapj saya lupa kasih kekamu, dan kartu ini juga nggak ada limitnya, jadi kamu bisa pakai sesuka kamu." ucap Rey menyerahkan ATMnya.


"Bukannya ini terlalu berlebihan ya pak?" ucap Kirana.


"Nggak apa apa, saya punya banyak, jadi kamu harus terima, inj perintah." ucal Rey menyodorkan.


Kirana menerima kartu itu.


"Ohyaaa, katanya bapak ada sesuatu yang ingin dibicarakan dengan saya?" ucap Kirana.


"Sudah nggak ada, karena kamu telat kesininya tadi." ucap Rey dengan wajah tak bersalah.


"Whatttt?? "


Kirana sangat kesal dibuatnya, ingin sekali dia menonjok wajah ganteng bosnya itu.


"Kamu oulang sama saya, sebentar lagi kerjaan saya selesai." ucap Rey.


setelah 1jam.


Pekerjaan Rey akhirnya selesai, tapi Kirana yang sudah tertidur dari tadi mau nggak mau Rey harus menggendong Kirana, karena tidak enak dengan Kirana.


Rey menempatkan Kirana di kursi penumpang agar nyaman tidurnya.


"Lo kok imut banget sih Raaa kayak bayi panda."ucap Rey mengecup dahi Kirana sekilas.


Mereka akhirnya pulang kerumah Rey yang besar itu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=



Alex

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=


makasih yang sudah baca part ini jangan lupa like dan kasih masukan ya..


__ADS_2