Boss of all BOSSES

Boss of all BOSSES
Kecemburuan


__ADS_3

Pagi yang cerah menyambut Kirana yang sudah bangun dari tempat tidurnya dan ia kedapur untuk membuat sarapan yang enak untuk bosnya itu.


Rey yang sudah rapi memakai jas dan itu membuat mata Kirana terpaku melihat ketampanan Rey dipagi hari.


"Gilaaaaa pagi pagi udah ganteng banget nih boss" batin Kirana.


"Pak ini sarapannya, saya cuma bikin sandwich." ucap Kirana menyerahkan piring Rey.


"Makasih Ra." ucap Rey senyum manis.


Kirana yang makan sandwichnya sesekali memandang bossnya yang tetap bekerja meski waktunya makan.


Tapi tiba tiba pandangan Kirana buyar karena Rey mulai bergegas mematikan tabnya yang berisi dokumen pentingnya itu.


"Raaaa, kamu siap siap, kita nanti berangkat ke cabang kita yang di Hongkong." ucap Rey melanjutkan makan.


"Lohh pakk kok mendadak banget sih, saya nyiapin barang barang dan juga berkas berkasnya bapak loh." ucap Kirana rewel.


"Untuk berkas berkas sudah saya siapkan, kalau barang barang di mansion saya ada barang kebutuhan kita disana kamu nggak usah kawatir." ucap Rey jelas.


"Nanti perusahaan siapa yang jagain pak?" tanya Kirana.


"Kan ada Agra, kamu pagi pagi sudah cerewetnya minta ampun." ucap Rey datar.


Setelah mereka berdua sarapan, mereka pergi menaiki mobil menuju bandara untuk naik pesawat pribadi Rey.


Disana hanya mereka berdua dan beberapa bodyguard untuk menjaga mereka, sebenarnya pikiran Kirana saat itu sedang nggak karuan memikirkan yang aneh aneh, pasalnya mereka disana nanti seminggu, membuat imajinasi Kirana liar kemana mana.


Akhirnya pesawat yang mereka naiki selamat sampai Bandar Udara Internasional Hong Kong.


Setibanya disana mereka langsung dijemput mobil yang sangat mewah menuju mension Rey di Hong Kong.


Kirana yang melihat pemandangan dipinggir jalan sangat terpukau, karena ini pertamakalinya ia keluar negeri apalagi ini gratis, yaaa walaupun disini dia tidak untuk liburan tapi Kirana merasa amat senang.


30 menit perjalanan dari bandara sampai mension Rey, memang jarak yang sangat jauh.


Disana ada beberapa pembantu dan bodyguard, Kirana menunjukan hormat kepada mereka supaya sopan saja.


"Kamar kamu di atas sebelah kamar saya nanti biar para pembantu yang menunjukan arahnya." ucap Rey yang masih memandangi ponselnya sibuk.

__ADS_1


Kiranapun mengikuti dari belakang para pelayan itu, sebenarnya dia ingin sekali berkenalan dengan perempuan didepannya itu, namun sayanggg Kirana tidak bisa berbahasa mandarin.


Pelayan yang didepan Kirana menunjukan kamar yang ditempati Kirana, mata Kirana terbelalak ketika tau ukuran kamarnya yang sangat besar, apalagi kasur yang ia tiduri sepertinya sangat empuk dan halus.


Pelayan itupun pergi meninggalkan Kirana sendiri dikamarnya, Kirana yang saat itu membuka tirai jendela membuatnya semakin betah disana, karena pemandangan kota Wan Chai bisa dilihatnya dari atas sini.


Hp Kirana berbunyi, dilihatnya tertera nama Boss Busuk, mau nggak mau dia harus menerimanya karena dia baru saja dikamar dan ingin istirahat sebentar, pikirnya.


"Halo pak Rey." ucap Kirana berusaha senyum, walau itu hanya sambungan telfon.


"Kamu ikut saya, sekarang ada meeting diperusahaan." ucap Rey langsung mematikan telfon.


Kirana yang belum sempat menjawab dia hanya kesal dan pasrah.


\=\=\=\=\=\=\=


Mereka berangkat keperusahaan untuk meeting dengan perusahaan Barack Company.


Sesampainya mereka di perusahaan, Rey dan Kirana langsung menuju ruang meeting dan disana Rey disambut hormat oleh CEO dari Barack Company, yaitu pak Barack.


Setelah 2 jam mereka rapat, akhirnya selesai dan itu membuat Kirana senang akhirnya dia merasakan yang namanya meeting dengan perusahaan besar, dan Rey sangat puas dengan ucapan Kirana di meeting tadi.


Kirana hanya mengangguk mengiyakan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jam 9 malam mereka tiba direstoran lebih dulu karena ingin mengejutkan sang sahabatnya Rey.


Akhirnya yang ditunggu mereka tiba, betapa terkejutnya Kirana melihat tamu yang ditunggu Rey alias sahabat bosnya itu.


"Hai Lex." sapa Rey.


"Hai broo udah lama nggak ketemu." ucap Alex sambil memeluk Rey.


"Katanya lo kemarin ke Indonesia? kenapa nggak mampir keperusahaan gue? dasarrre sebenernya lo temen gue nggak sih?." ucap Rey sambil meninju pelang perut Alex.


"Kemarin gue ada urusan ke Indonesia, biasaa gara gara cewek." ucap Alex enteng.


Rey yang berbicara panjang lebar, akhirnya mengenalkan Kirana pada sahabatnya itu.

__ADS_1


"Ohh ini kenalin Kirana, Kirana ini kenalin Alex sahabat saya." ucap Rey.


"Kami udah saling kenal, ternyata kita memang berjodoh." ceplos Alex.


mendengar perkataan Alex membuat Rey cemburu dan langsung menyingkirkan tangan mereka yang masih bersalaman.


Alex yang melihat tingkah sahabatnya itu membuat dia semakin ingin menggodanya.


"Ohya Kirana, gue masih punya utang sama lo ya." ucap Alex.


"Nggak usah kali Lex, gue aja udah lupa sama itu." ucap Kirana senyum.


Mereka berdua masih bercakap cakap dan mengiraukan keberadaan Rey, Rey yang menyesal mengajak Kirana bertemu dengan Alex membuatnya semakin marah.


Sejak kapan mereka menjadi akrab begini? kenapa kirana sama gue nggak bisa seakrab gini? apalagi dari tadi Kirana senyam senyum sama Alex, pengen gue tarik pulang nih anak. batin Rey kesal.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Mereka yang selesai makan akhirnya berpamitan dengan Alex.


"Sampai jumpai lagi Kirana, jangan lupa kalo lo ada waktu gae mau ngajak lo makan, buat nepatin janji gue ya." ucap Alex senyum.


"Hahaha iya Lex, lo hati hati pulangnya yaaaa." ucap Kirana melambaikan tangan.


Rey yang menatap mereka dari kaca mobil membuatnya semakin cemburu.


Kemudia Kirana masuk mobil untuk pulang merasakan aura yang menakutkan didalam mobil.


"Udah senyum senyumnya?" tanya Rey judes.


Kirana yang bingung dengan perkataan Rey hanya diam.


Mereka dimobil hanya diam tak bersuara, apalagi Kirana yang merasakan aura panas disana.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Maaf nih, author baru update, makasih yang udah ngertiin kesibukan author.


Jangan lupa kasih like dan beri masukan juga ya.😁😘

__ADS_1


__ADS_2