Boss of all BOSSES

Boss of all BOSSES
Istana


__ADS_3

Ketika semua karyawan sibuk dengan persiapan malam nanti, Kirana hanya duduk termenung meratapi nasibnya di kursi asisten.


Rey yang sedang sibuk dengan kerjaan kantornya matanya melirik kearah Kirana yang sedang boring meratapi nasib.


"Kira, ayo ikut sayaaa" ajak Reymond.


Kirana kaget karena sedari tadi kerjaannya hanya melamun.


"Pergi kemana pak?" jawab Kirana malas.


"Saya lapar, sebagai asisten pribadi, kamu harus ikut kemana saya pergi, ayo" ajak Rey melangkahkan kaki keluar ruangan.


Dengan berat hati Kirana membuntuti Rey dari belakang, ketika mereka bedua jalan keluar kantor, semua karyawan menatap mereka penuh tanda tanya.


Reypun melangkah kearah parkiran dan sudah ditunggu oleh sopir pribadinya.


"Pak pergi kerestoran biasanya ya" ucap Rey ke sopirnya.


Kirana duduk di sebelah kursi sopir, karena ia tidak mau bersebelahan dengan bosnya.


Setibanya mereka direstoran, mereka langsung duduk dan menempati meja yang kosong direstoran tersebut. Dan mereka mulai memesan makanan kesukaan mereka.


Sunyiii, hanya terdengar suara sendok, garpu,dan pisau saja yang meramaikan, mereka hanya menikmati makanan yang tersaji didepan mereka.


Begitu mereka selesai makan, mereka langsung pulang.


"Pak, nanti kerumah saya saja ya." ujar Reymond.


Mendengar kata tersebut Kirana langsung melebarkan mata dan menghadal kebelakang.

__ADS_1


"Lohhhh pak nggak ke perusahaan?" tanya Kirana syok.


"Kamu lupa, diperusahaan sedang didekor untuk malam ini, kalo kita disana namanya nggak surprise, jangan khawatir, semua karyawan sudah saya pulangkan, kecuali pengurus pestanya." ucap Reymond panjang.


Mendengar penjelasan Rey, Kirana hanya mengangguk.


tapi gue kok nggak disuruh pulang kerumah gue ya?, apa gue protes aja kali?? ehh tunggu, dengan sifat jutek bos yang kayak gitu nanti malah debat nggak karuan. Batin Kirana penuh pertanyaan.


Sesampainya mereka di kediaman Reymond, Kirana melongo lihat Rumah bak istana itu. dan itu pertama kalinya dia menginjakan kaki di rumah yang super gede, dan para pembantu Rey muncul memberi salam penyambutan.


Rey berjalan keruang tamunya dengan diikuti Kirana dari belakang, Kirana hanya diam dari pertama menginjakan kakinya di rumah itu dengan desain interior modern itu. Melihat ekspresi Kirana, Rey langsung memiliki ide untuk mengerjai dia.


"Kiranaaaaaaaaaa, dibaju lo ada kecoakkk" teriak Rey berbohong.


Mendengar bosnya berteriak kecoak, Kiranapun menjerit aaaaaaaaaaaaaaaa, kecoak. Kirana langsung meloncat loncat disofa tersebut.


Mendengar kalau dia dikerjain sama bosnya itu, Kirana langsung marah, karena Dikerjai oleh bosnya. Tapi ditahannya untuk marah pada bosnya itu, dia hanya bisa menahan amarahnya itu.


"hahaha lucu banget lo Raaa, masa dirumah segede ini ada kecoak, gobl*k banget lo Ra"


Kirana hanya bisa menahan amarahnya, dia hanya senyum pahit kepada bosnya.


Kirana pun berjalan kearah dapur, niatnya mau membuat kopi untuk menenagkan amarahnya, tapi ketika dia mau menyeduh kopi tersebut malah tumpah dibajunya, yang kebetulan dia memakai kemeja putih.


"Aduhhh gimana nih Raaaa, goblok banget sih loooo" Kirana ngedumel sendiri di dapur.


Melihat Kirana, Rey langsung berjalan ke anak tangga menuju ruangan pakaian khususnya, diapun mengambil setelan wanita. Kenapa ada baju wanita??, ya karena banyak perempuan yang selalu mampir kerumahnya.


"Nih buat lo, gue nggak mau asisten pribadi gue datang ke acara nanti bajunya kotor." kata Reymond melemparkan pakaian itu ke Kirana.

__ADS_1


"Nggak usah pak" ucap Kirana memberikan setelan itu ke Rey lagi.


"Nggak ada penolakan." singkat Rey.


Kiranapun langsung pergi ke toilet untuk berganti pakaian tersebut, dan beyapa terkejutnya, dengan harga baju yang dipinjamkan bosnya itu.


Setelah selesai memakai baju itu, Kirana juga menambah sedikit kosmetik diwajahnya, karena acara malam ini. Setelah selesai semua diapun berjalan keluar dari ruangan tersebut.


Betapa terkejutnya Rey melihat penampian Kirana yang berubah lebib feminim, diapun melongo dan mematung didepan Kirana, karena penampilannya.


"Pakk, pak Rey." ucap Kirana.


Mendengar suara Kirana, Reypun langsung memalingkan wajahnya dari Kirana.


Gilaaa, cantik banget Kirana. batin Rey


"Pak Rey.. gimana penampilan saya dengan gaun ini?" ucap Kirana sambil mengibaskan gaun tersebut.


"Ehemm. biasa saja" bohong Reymond.


"Ayo Kita berangkat, nanti telat" ucap Rey, mulai melangkah keluar.


"ehh pak tunggu saya," teriak Kirana yang tertinggal di ruang tamu.



\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


gimana sama ceritanya? kalo suka jangan lupa dikasih like ya, terus kalo ada kesalahn, mobon komentarnya. makasihhhh

__ADS_1


__ADS_2