Boss of all BOSSES

Boss of all BOSSES
Planing


__ADS_3

Malam yang sunyi Kirana menunggu kehadiran Rey di sebuah kapal, awalnya mereka datang bareng karenakata Rey dia ada klien yang ingin bertemu, tapi setibanya mereka di kapal pesiar itu, Kirana langsung ditinggal Rey karena ada sebuah urusan.


Letak Kirana yang berada dikabin kapal membuat sedikit ketenang dihati Kirana, merasakan hembusan angin yang merilekskan pikirannya itu membuat Kirana sedikit senang, karena ada sedikit ketenang dihatinya.


Dilihat dari jauh ada si sesosok pembuat rencana itu, yaitu Agra dan Lila mereka mengintip dari kejauhan, memang ini adalah sebuah rencana dimana mereka akan menjatuhkan Kirana dari kapal dan akan ditolong Rey sipenyelamat Kirana, Rey yang sedikit gugup bukan karena takut akan ditolak, tapi karena takut kalau Kirana kenapa napa.


"Lo yakin nih?? gimana kalo...." ucap Rey dihentikan Agra. " Santai aja lu bos, palingan Kirana cuma kedinginan." jawab Agra enteng.


Karena suasana kabin sangat sepi, dan kapalnya juga sedikit lamban, membuat rencana mereka matang untuk segera mendorong Kirana.


"ehhhh awas kalo Kirana kenapa napa, gue pindah tugasin lo ke Afrika." ucap Rey menahan Agra yang akan menjatuhkan Kirana. " ealahhhhh santai aja kali." ucap Agra melanjutkan langkahnya.


Ketika Kirana melentangkan kedua tangannya untuk menikmati angin yang sepoi-sepoi, dia merasakan seperti ada orang dibelakangnya yang mulai mendekat "seperti ada yang nggak beres deh??" pikir Kirana.


Agra yang siap untuk mendorong kuat Kirana,tapi malah Agra yang tercebur karena Kirana dengan lihai menghindar dari dorongan Agra.


Mereka berdua masih bersembunyi dan melihat Agra yang ditolong para petugas disana "Pak Reyy itu pak Agra gimana?" ucap Lila khawatir, "Biarin, itu idenya sendiri mendingan kita pergi dari sini sebelum Kirana tau kita sekongkol sama Agra." mereka berduapun pergi dari tempat dimana mereka bersembunyi.


Kirana yang kaget ternyata itu adalah sekertaris bosnya sesegera mungkin dia menolong Agra.


"Yaampun pak, maaf saya nggak tau kalau itu bapak." ucap Kirana memberikan handuk untuk Agra yang basah kuyup.


"Hah hah hah, bukan salah lo juga kali, gue yang nggak hati hati." ucap Agra malu.


gilaaa mereka berdua dimana??sialann masa temennya susah pada ninggalin...


Kirana yang masih bingung, kenapa ada Agra disini?? Kata Rey ada pertemuan penting, kenapa daritadi belum balik juga.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Dibar denga diiringi musik yang menyejukan hati, Rey yang menyesap minumannya sambil menunggu Kirana, setelah 1 menit berlalu akhirnya Kirana datang.


Rey yang masih memasang wajah seperti biasa judes dan datar.

__ADS_1


"Ada apa bapak panggil saya?" tanya Kirana sopan.


"Nggak papa saya cuma mau bicara kalau sekalian kita liburan saja disini, soallnya pekerjaan saya sudah beres juga." ucap Rey masih sedikit meminum minumannya.


Kirana yang mendengar itu hanya ber-oh ria karena tawaran dari bossnya itu lumayan juga, pikirnya.


Akhirnya Kirana juga ikut duduk disebelah Rey, Rey yang merasakan detak jantungnya mulai bertambah, Reypun pergi meninggalkan Kirana sendiri, Kirana yang melihat bosnya itu hanya menaikan pundak saja.


"sialll" batin Rey


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Keesokan harinya mereka berempat Kirana, Rey, Lila, dan Agra sampai disebuah pulau pribadi Rey.


Kenapa mereka jadi berempat??? Karena Rey menjelaskan kepada Kirana kalau liburan hanya dua orang saja akan membosankan, jadi dia mengajak Agra dan Lila, yaaa hanya itu penjelasan yang masuk akal.


Kirana dan Lila berlarian ditepi pantai, rasanya sangat menyenangkan, apalagi bisa melihat sunrise di pantai dengan sahabatnya itu.


"Gimana?" ucap Agra santai.


" Gue nggak bakal mau pakai cara konyol lo lagi, gue bakal pake cara gue sendiri, yaaaa meski nggak seromantis cara lo." ucap Rey.


Menjelang siang Kirana dan Lila balik kevilla untuk mandi setelah berjalan jalan di tepi pantai tadi.


"Lo duluan gihhh gue mau masak dulu, laper." ucap Kirana menyuruh Lila.


"Gue sekalian ya." jawab Lila langsung menuju ke kamar untuk mandi.


Kirana membuka kulkas dan betapa terkejutnya dia ketika melihat isi julkas yang begitu lengkap "wihhh gilaa" ucap Kirana takjub.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Rey yang sedari tadi dikamar masih sibuk dengan laptopnya mulai sedikit kering tenggorokannya dan menggapai gelas disisi meja kerjanya, tapu sangat sialll gelasnya kosong, dengan malas ia menuruni tangga untuk kedapur mengambil air minum.

__ADS_1


Saat menuruni tangga untuk kedapur Rey terpesona dengan Kirana yang sedang asik memasak makanan, wajah alami tanpa makeup, bibir yang merah asli tanpa lipstik dan rambut yang dikuncir kuda dengan rambut yang sedikit berantakan, menambah daya tarik tersendiri untuk Rey.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kirana masih asik memasak dan merasakan sebuah tangan kekar melilit perutnya dan merasakan hembusan nafas dari telinganya.


Kirana membalikan tubuh karena kaget.


"Lohh pakkk." ucap Kirana.


"Lanjut masak aja, gue cuma pengen meluk lo dari belakang dan ohhyaaa kalau diluar kantor tolong nggak usah panggil gue dengan sebutan pak atau bicara secara formal, biasa saja." ucap Rey lembut.


Kirana yang sedikit memandangi wajah tampan bosnya itu sedikit melamun, tapi dengan cepat Rey melambaikan tangannya kearah Kirana.


"ehhh maaf ppp eh Rey." ucap Kirana gelagapan.


Kiranapun langsung melanjutkan masaknya dengan pelukan Rey, Kirana yang melihat masakannya sedikit matang itu langsung menyicipi masakannya, takut ada yang kurang.


"Mmmm lumayan, lo mau?" tanya Kirana menyudorkan sedikit masakannya.


Dengan sigap Rey langsung mencium bibir Kirana, dan Kirana kaget dangan ciuman Rey yang tiba tiba itu, sedikit demi sedikit Kirana merasakan ciuman Rey yang nikmat itu, dan Rey yang melihat Kirana menikmati ciumannya itu, mulai ganas menciumi bibir Kirana yang masih alami itu, Kirana merasakan ada sesuatu yang mulai masuk didalam mulutnya hanya bisa menikmatinya, pikirannya buyar.


Tapi ciuman mereka berhenti ketika Kirana mencium bau gosong "Ohhh astagaaa masakan gueee." teriak Kirana langsung mematikan kompornya itu.


Rey yang melihat ekspresi Kirana lucu itu hanya bisa senyum lucu.


"Gara gara lo siii, gue nggak jadi makan, kan gue laper." bentak Kirana.


"Lo siap siap setelah setengah jam nanti kita makan diluar, ada restoran didekat pulau ini." ucap Rey langsung pergi meninggalkan Kirana.


Kirana yang mulai merasakan dirinya mulai panas gara gara kejadian tadi bodoh lo Kiranaaaa, bisa bisanya lo juga nikmatin ciuman tadiiiii ohhh shiittttt. batin Kirana memukul kepalanya sendiri.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2