
Kirana dan Rey pulang dari Hong Kong setelah perjalanan yang melelahkan kemarin.
Merekapun tiba dirumah bak istana itu dengan selamat, Kirana yang bersandar di kursi sofa karena lelah dari perjalanan jauhnya itu.
Rey yang melihat Kirana duduk disofa itupun ikut duduk disebelah Kirana, melihat bossnya yang duduk bersebelahan dan sangat dekat itu membuatnya harus pergi jauh jauh dari bossnya itu.
Rey yang melihat tingkah Kirana itu merasa heran kenapa dia sangat pendiam sepulang dari Hong Kong tadi.
Kirana masuk kekamarnya dengan kesal karena setelah sekian lama, akhirnya ia mengingat kejadian dimana first kissnya ia berikan kepada Rey dengan percuma, betala malunya Kirana saat ini.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
duhhh kenapa pak Agra liatin gue mulu sih, bikin takut aja. batin Lila.
Lila yang dikantor sedang mengerjakan pekerjaannya itu merasa sangat tidak nyaman, pasalnya sedari tadi Agra melirik kearahnya dengan pandangan yang menakutkan.
Agra yang kemudian mendekat kearah Lila itu membuat Lila panik setengah mati, keringat yang bercucuran entah turun dari mana padahal di ruangannya sangat dingin karena AC.
"Loooooo Lila sahabatnya Kirana kan?"tanya Agra.
Lila hanya menjawab mengangguk gugup karena masih sedikit takut.
Melihat Lila yang gugup membuat Agra terbesit dipikirannya untuk mengerjainya.
muka lo lucu banget laa. batin Agra.
"Nanti setelah jam kerja lo udah selesai, keruangan gue ya." ucap Agra lalu meninggalkan Lila.
Melihat Agra yang tiba tiba menyuruhnya keruangannya itu membuat Lila berkeringat pans dingin.
ya tuhan lindungin Lila, semoga nggak dimarahin bos Agra. batinnya berdoa.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Kirana yang dipanggil Rey untuk keruangannya membuat Kirana gelagapan karena malu untuk berhadapan dengan bossnya untuk saat ini.
Kirana yang sudah di temoat kerjanya Rey itu hanya diam tak bersuara sedikitpun.
__ADS_1
Aneh kenapa ni cewek tumben nggak ngoceh. batin Rey heran.
"Kirana saya minta tolong belikan saya Hot Americano Cofee." pinta Rey. Sebenarnya Rey hanya membuat alasan supaya Kirana ngoceh seperti dulu, karena jarak cafe dan rumah Rey jauh, dan biasanya dia ngoceh kenapa nggak minta sopir atau pembantunya.
Kirana hanya mengangguk tanpa berbicara dengan sepatah katapun pada Rey, dan itu membuat Rey bete dan marah, kenapa Kirana mendiamkan Rey hari ini.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jam pulang kantorpun habis dan sebagian besar karyawan sudah pulang, dan sisanya ada yang lembur.
Lila yang menuju keruangan Agra sedikit nervous itu mau nggak mau harus keruangan Agra.
Lila mengetuk pintu ruangan Agra.
Lila kaget karena suara Agra yang menyuruhnya masuk, padahal Lila mengira Agra sudah pulang dan lupa akan pada Lila, tapi kenyataanya nihil.
Lilapun masuk keruangan Agra, seketika Lila sempat terdiam melihat ketampanan bosnya itu yang sibuk dengan dokumen di tangannya, namun lamunanya buyar karena tatapan Agra yang tiba tiba mengarah ke Lila.
Agra yang tersenyum melihat tingkah Lila itupun mulai berdiri dari kursi nyamannya dan mendekat kearah Lila.
Lila yang sedikit gugup, makin gugub karena Agra yang berjalan mendekat kearahnya.
Agra tertawa terbahak bahak melihat tingkah lucu Lila yang takut itu.
"Hahahaha santai aja kali La, saya cuma mau kenalan aja sama kamu, biar tambah deket aja, nggak usah takut sama gue kali." ucal Agra yang masih tertawa.
Lila yang mendengar itu langsung diam membisu karena malu.
yaampunnnn kenala mulut gue nggak biaa dikontrol sih. batinnya beraalah.
"Lo langsung pulang kan?" tanya Agra.
" I iiya pak." jawab Lila terbata bata.
"Santai aja kali nggak usah tegang, lo nggak bawa kendaraan sendiri kan? kalo nggak, gue anterin lo sampai kerumah." ucap Agra mengajak.
" ehhhhh nggak usah pak, saya bisa cari bus atau taksi nanti." tolak Lila.
__ADS_1
"Nggak ada penolakan." ucal Agra langsung menggenggam tangan Lila dan menariknya kearah parkiran.
Lila yang deg degan karena tangannya pertama kali megang orang ganteng, wkwk.
Mereka berduapun masuk kemobil untuk pulang.
Agra yang melihat Lila belum memakai seatbelt membuatnya harus memakaikan seatbelt itu.
Lila terkejut setengan mati karena tiba tiba Agra mendekat kearahnha, bahkan sangat dekat, membuat wajah Lila memerah panas.
"seatbeltnya dipakai, biar aman." ucap Agra.
Kina wajah mereka saling berhadapan sangat dekat, membuat Lila deg degan setengah mati.
Tapi tiba tiba pandangan Lila terkejut dan membulatkan matanya karena Agra yang tiba tiba mencium bibir Lila, sangat kenyal dan manis. batin Agra.
Melihat Lila yang masih terkejut karena ulahnya, Agrapun menghentikan aksinya itu dan mulai menyetir dengan tenang, sedangkan Lila yang masih membeku memikirkan kejadian tadi.
OMJ, itu first kiss gue diambil pak Agra. batin Lila masih memikirkan kejadian itu.
Diperjalanan, hanya keheningan yang mengisi suasana mobil itu, tapi keheningan itu pecah karena Agra membuka pembicaraan dulu.
"Lo turun dimana?" ucap Agra tanpa merasa malu sama sekali.
Lila yang hanya menunjukan arahnya tanla berbicara itu masih canggung karena tingkah bossnya tadi.
Mobil Agralun menepj dipinggir jalan untuk menurunkan Lila karena sudah didepan gang rumah Lila.
"Yakin sampai sini? mau saya antar sampai depan rumah? " ucap Agra sedikit menggoda.
Lila hanya menggeleng tanda tidak mau.
"Yasudah saya pulang dulu, see you." ucap Agra melambaikan tangan.
Lila langsung berjalan cepat kedalan gang untuk kerumahnya, dadanya berdetak lebih kencang karena ciuman tadi.
\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
yey auhor up lagi, semoga likenya makin banyak dan author bisa up setiap hari.
makasih yang sudah like dan comen ya.😘