Boss of all BOSSES

Boss of all BOSSES
Kebenaran yang terungkap


__ADS_3

Setelah satu hari Kirana masih menjauhi Rey bahkan dikantorpun Kirana hanya diam disuruh ini itu, tidak seperti biasanya Kirana yang suka membantah.


Rey yang mengetahui kalau Kirana ada yang aneh sejak mereka pulang dari Hong Kong kemarin.


Suasana ruangan Rey sepi sunyi seperti tidak ada keberadaan orang, padahal ada dua Ingsan yang berdiam diam melirik satu sama lain.


"Kirana" ucap Rey sambil berjalan mendekati Kirana.


Mengetahuj bossnga yang mendekat kearahnya membuat Kirana gugup, apalagi akhir akhir ini ia masih memikirkan adegan yang dia mencium bossnya terlebih dahulu, walau saat mabuk.


"Pakkkkkkkk saya minta maaf, saya waktu itu tidak sengaja, terus kejadian itu saya mabuk, terus itu sudah lama." ucap Kirana gugup dengan cepat.


Mendengar itu Rey heran, dan Rey mulai tersenyum miring, karena ada sebuah ide.


"Astaga Kirana saya kira kamu jauhin saya karena ada apa, ternyata itu..." ucap Rey pura pura kaget.


"Sekali lagi saya minta maaf pak bapak nggak marah sama saya karenaaaaaa s s s a ayyaa c c c i i i u u u m m m kkannn." ucap Kirana terbata karena malu.


"Sebenarnya waktu itu saya marah besar, karena kamu, tapi saya lupakan kejadian itu." ucap Rey dusta.


"Terimakasih pakkk saya kira bapak masih msih belum maafin saya." ucap Kirana lega.


"Siapa bilang saya sudah maafin kamu." ucal Rey sombong sambil mulai mendekati Kirana.


Mendengar itu Kirana bingung harus melakukan apa supaya bosnya mau memaafkannya.


"Kalau kamu mau saya maafkan, harus ada balasannya." ucap Rey tepat didepan wajah Kirana.


Kirana yang melihat bosnya dengan jarak mereka hanya beberapa centi membuat dada kirana berdetak kencang.


"A a a a ppa?" ucap Kirana terbata karena wajah mereka semakin dekat.


Tiba tiba Kirana merasa sangat panas, dan makin berdetak kencang, karena Rey yang tiba tiba menciumnya Rey yang melihat reaksi Kirana makin mencium lebih dalam dan melumatnya dengan sangat lembut.


Kirana makin nyaman dengan lumatan bosnnya itu, dia mulai memejamkan matanya dan membalas ciuman bossnya itu, ia mulai merasakan lumatan bossnga itu yang mulai dlam dan merasakan lidah bossnya menelusuri rongga mulut Kirana.


Tiba tiba Agra masuk tanpa mengetuk pintu dan melihat adegan yang romantis didepannya itu dan mulai berdehem.


Kirana yang menyadari kehadiran orang dipintu mulai mendorong Rey.


Rey yang mulai menatap sinis Agra, pasalnya dia sedang sibuk bermain dengan Kirana.


"Maaf boss, jangan marah sama saya, marah dengan situasi sekarang saja bossss...." ucapan Agra dipotong Rey dengan cepat.


"Langsung To the Point aja" jawab Rey kesal.

__ADS_1


"Santai bosku, kalo mau melanjutkan ciumannya tadi kan bisa dirumah." goda Agra.


Mendengar itu Kirana makin memerah mukanya karena ucapan Agra.


"Ehhhh maaf pak Rey dan pak Agra, sata permisi sebentar mau ketoilet." ucap Kirana menunduk dan berjalan cepat tanpa balasan Rey.


Melihat itu Agra tertawa terbahak bahak melihat tingkah mereka berdua yang ketangkal basah.


"Kali lo kesini cuma mau ketawa, mendingan gue pindah tugasin ll ke Afrika biar ketawa sama hewan disana." ucal Rey kesal.


"Sebenarnya nanti ada janji temh dengan Pak Daniel dari perusahaan Company Corp untuk membahas bisnis, karena kemarin saya hubungin lo nggak bisa jadi gue cuma bisa bilang kemarin." Jelas Agra.


"Oke, lo atur jadwalnya." ucap Rey mulai duduk dikursi kebesarannya.


Agra mulai masuk dengan muka interogasinya lagi.


"Ehh sebenernya lo ada perasaan sama Kirana kan? jujur aja deh." tanya Agra menyelidik.


"Sebenernya gue udah suka sama dia pas dia waktu masih magang, cuma gue mau negasin perasaan gue, sebenernya gue cuka sama dia apa sekedar kagum sama kemampuannya." ucap Rey jujur denga sahabatnya itu.


"Jadi???" ucap Agra.


"Jadi sekarang gue makin suka sama dia, gue bingung mau ungkapin apa gimana." ucap Rey.


"Santai boss lu punya sahabat kayak gue ini nggak bakal nyesel, gua nanti cari ide buat lo ngungkapin perasaan lo sama Kirana." ucap Agra menepuk bahu Rey.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di toilet, Kirana masih gelagapan dengan muka merahny itu, masih memikirkan kejadian tadi.


"Aaaaaaaaaaaaakhhhhh, gimana iniii" teriak Kirana.


Kirana bingung nanti sikap apa yang mau dia tunjukin sama bosnya, apa diam saja atau bersikan seperti tidak ada kejadian apa apa.


Sebenarnya Kirana menyukai ciuman tadi yang membuatnya nyaman, tapi dia sadar akan posisinya dengan bosnnya yang berbeda jauh.


Kirana masih termenung di cermin westafel didepannya itu, bagaimana dia bisa suka dengan bossnha yang notabene memiliki semuanya, sedangkan diaaaa hidul saja sebatang kara, tidak mengetahui asal usulnya sendiri.


"Hhhahhh." tarik nafas Kirana sedalam dalamnya.


Setelah berfikir akhirnya mau tidak mau harus menghadapinya, walau dadanya masih berdegup kencang, dia harus bersifat seolah tidak ada kejadian apa apa diantara mereka.


Kirana yang masih berfikir mau masuk ruangan Rey atau tidak, dia maju mundur didepan pintu ruangan Rey.


"Hufffft santai Kirana, lo pasti bisa." ucap Kirana memberi semangat pada diri sendiri.

__ADS_1


Waktu membuka pintu, Kirana hanya menunduk tidak berani melihat bosnya itu, bahkan jantungnya berdetak lebih kencang sekarang, dia melangkahkan kakinya kemejanya.


Melihat tingkah Kirana yang malu, Rey menahan senyumnya, karena itu rencananya, Rey akan bertingkah seolah masa bodoh dengan ciuman tadi.


"Ohya Kirana tolong belikan saya kopi americano, pake es, terus yang manis." ucap Rey tanpa melihat kearah Kirana.


Mendengar itu Kirana langsung menyetujuinya dan berlari keluar ruangannya Rey, dia bersyukur bossnya menyuruhnya untuk pergi walau sebentar, sejujurnya ia masih bingung akan perasaanya, diperjalanannya Kirana hanya sibuk memikirkan itu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Lila yang mengerjakan tugasnya didepan monitor masih terbayang bayang wajah Agra yang waktu itu begitu dekat dengan wajahnya.


Agra mendekati Lila karena ia memang ada urusan dengan Lila, tapi melihat Lila yang melamun entah apa yang ia lamunkan sehingga tidak konsen membuat Agra ingin mengerjainnya.


"Lilaaaaaaaaa ada kecoaaaaa" teriak Agra mengagetkan seluruh staf yang ada disana.


Mendengar itu Lila langsung menjerit histeris dan meloncat loncat tak tau arah.


Melihat Lila yang bertingkah lucu itu membuat Agra tertawa terbahak bahak.


"Ha ha ha ha." tawa aagra


Lila yang waktu itu melihat Agra mengerjainya malu sendiri karena dia sangat pengecut.


"Yaampun pak, gimana kalo saya jantungan??" ucap Lila kesal.


"Iya iya maaf santai La, Bercanda gue." ucap Agra meminta maaf.


"Ohyaaa emang ngelamunin apa sih lo La?" tanya Agra.


Pertanyaan Agra lolos membuat wajah Lila memerah.


"ehhhh ohhhh n nggak ada kok" ucap Lila terbata.


"Laa mau bantuin gue nggak?" ucap Agra.


"Bantuan apa?" tanya Lila.


Alhasil Agra menceritakan kedekatan Rey dan Kirana pada Lila, dan itu membuat Lila sangat bahagia, akhirnya sahabatnya itu bakal punya pacar.


Mereka berduapun menyusun rencana untuk menyatukan Rey dan Kirana supaya bisa bersama.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ini episode yang panjang banget nih, pertama kali bikin yang panjang kayak gini, semoga kalian nggak bosen sama cerita author ya.

__ADS_1


jangan lupa Likenya yaaa😘


__ADS_2