
Rey berjalan kearah kamar Kirana dan mulai membuka pintu tersebut, Reypun menidurkan tubuh Kirana ke kasur yang sudah tersedia disana.
"Bii tolong ambilin handuk bersih ya" ucap Rey ditelefon kamar tersebut.
Rey mulai mengambil air diwadah untuk membersihkan tubuh kirana yang masih berbau alkohol.
tok tok tok. suara ketukan pintu dari pembantu.
Rey berjalan dan membuka pintu itu.
"Pak, ini handuknya" ucap pembantu tersebut sambil menyerahkan handuk itu.
Reypun langsung mengambil handuk itu.
"Makasih ya bi" ucap Rey sambil tersenyum ramah.
Reypun masuk langsung menutup pintu tersebut, dan diapun mulai membasahi hantuk tersebut dengan air tadi.
Setelah membasahi wajah Kirana dengan sedikit air, Rey mulai memandangi wajah Kirana yang cantik alami tanpa make up.
Tanpa sadar tubuh Rey mulai mendekati Kirana yang tertidur di ranjangnya itu, dan wajah Rey mulai mendekati wajah Kirana yang basah karena air, dan itu membuatnya sedikit seksi menurut Reymond.
Rey mulai mengecup bibir Kirana yang lembab dan manis itu, Rey mulai merasakan kekenyalan dibibirnya dan membuatnya mulai tak sadar, dia sedikit melumat bibir Kirana.
memang manis. batin Rey.
Tiba tiba ia tersadar dan menjauhi wajah Kirana, karena ada sebuah telefon yang tiba tiba masuk.
Agra??. ucap rey membaca siapa penelfon yang mengganggu kesenangannya.
Reypun mulai keluar dari kamar Kirana untuk menjawab telfon Agra.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sinar matahari mulai memasuki sudut ruangan kamar yang besar itu, Kirana mulai membuka matanya yang sedikit masih mengantuk, tapi dia langsung membulatkan matanya, karena kaget kenapa dia bisa tidur disini, sedangkan tadi malam ia masih bersama teman temannya.
tok tok tok. suara ketukan pintu dan seorang pria tampan dan gagah langsung masuk tanpa dipersilahkan Kirana.
__ADS_1
Kirana membutakan matanya kaget, karena sosok Rey itu.
"Lohhh kenapa bapak disini? dannnn ini dimana?" ucap Kirana berdiri melihat sekeliling.
"Ini rumah saya" jawab singkat Rey.
"Lohhh kok saya bisa dirumah bapak?" tanya Kirana kebingungan.
"Tadi malam kamu mabuk nggak sadarkan diri, terus saya bawa pulang" ucap rey cuek.
"Kenapa bapak nggak anterin saya dirumah saya saja?" bantah Kirana.
"Kamu lupa kemarin kamu menandatangani surat perjanjian kontrak, dan isi dari kontrak tersebut kalau kamu mulau sekarang tinggak dirumah saya" ucap Rey.
Kirana hanya sedikit bingung, karena apa yang akan dipirkan teman temannya nanti, kalau dia tinggal serumah dengan bosnya itu.
Reypun berjalan mendekati Kirana yang masih terdiam disana, dan rey membisikan sesuatu ditelinga Kirana.
"Saya tidak akan segan sama kamu, jika kamu menggoda saya lagi seperti tadi malam" bisik Rey.
Kirana kaget karena dia bingung atas bisikan Rey tadi.
Kirana masih membatu dikamarnya, dia bingung apa yang dia lakukan tadi malam sampai Rey bicara seperti itu.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Setelah mereka berdua sarapan, mereka langsung berangkat ke perusahan, dimobil mereka hanya diam dan memandangi suasana kota itu.
Setelah mereka sampai, mereka berjalan masuk Perusahaan dan disambut oleh karayawan yang bekerja disana.
"Selamat pagi pak" ucap semua karyawan yang melintas dan membungkukan badan.
Mereka berdua berjalan kearah lift khusus, yang dimana hanya CEO dan sekertarinya yaitu Agra yang boleh memakainya.
Kirana mulai menggeserkan badannya dan menuju kearah lift yang lainnya, tapi dengan sigap Rey merangkulkan tangannya dibahu Kirana agar tidak pergi ke lift lain.
Setelah mereka masuk lift Kirana langsung melepaskan rangkulan Rey.
__ADS_1
"Bapak bisa sedikit sopan nggak?"ucap Kirana emosi, karena sedari tadi menahan emosinya.
"Disurat perjanjian, kamu harus mengikuti kemana saya pergi kecuali saya yang menyurus kamu buat pergi."ucap Rey cuek.
Kirana hanga bisa mengepalkan tangannya, menahan emosi atas perlakuan bosnya.
Setelah sampai, mereka berjalan kearah ruangan CEO, dan yaaa ruangan Kirana juga.
Kirana pergi kearah mejanya yang tidak jauh dari meja Reymond, dia sedikit kesal karena ucapan Rey tadi pagi yang membuatnya kebibgungan.
tok tok tok. suara ketukan pintu.
Yaaa itu sekertaris Rey, siapa lagi kalau bukan Agra.
"Reyyy ini dokumen yang harus lo baca dan tandatangani" ucap Agra meletakan kumpulan map.
"Hai Kiaranaaa"sapa Agra.
"Halo pak" jawab Kirana berdiri karena sapaan Agra.
"Tadi malem lo gimana,Rey nggak apa apain lo kan?" tanya Agra terus terang.
"Maksud bapak?" tanya Kirana kebingungan.
Memdengar ucapan mereka, Reypun bedehem.
"Graaa kalo lo nggak ada kerjaan lainnya mendingan balik ke meja lo aja sana" ucap Rey melotot kearah Agra.
Dengan kecepatan kilat, Agra pergi dari ruangan tersebut.
"Maksud ucapan pak Agra tadi apa ya pak Rey?" tanya Kirana yang benar benar kebingungan.
"Nggak ada, nggak usah kamu peduliakan ucapan dia, sekarang kamu bikinin saya kopi."ucap Rey masih menatap lembaran tadi.
Kirana merasa kesal karena dia masih kebingunan, karena ucapan Reg dan Agra tadi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
kasih likenya yaa😍