
Mereka berdua akhirnya sampai dipesta perusahaan itu, tiba tiba Reymond menarik tangan Kirana.
"Pak mendingan bapak jalan sendiri, saya akan menyusul nanti" tawar Kirana mencoba menarik kembali tangannya.
"Lebih baik kamu diam" ucap Rey menggenggam lebih erat.
apalah dayaku, hanya orang misqueen. batin Kirana.
Merekapun berjalan beriringan menuju pintu masuk utama aula perusahaan.
"lihat itu pak Rey sama siapa?" ucap para karyawan.
"aduhh hancur sudah harapanku buat deketin pak Rey" ucap salah satu karyawan.
Lohh bukannya itu Ara?. batin Lila.
Ketika Kirana melihat sahabatnya diapun melambaikan tangan kearah Lila.
"Kamu boleh pergi" ucap Reymond datar.
Dengan kecepatan kilat, Kirana langsung berlari kearah Lila.
"Araaaaa, gue kangen banget sama lo. Tapi bukannya lo nggak diterima di perusahaan?? tapi kok lo ikut, terus sama pak CEO lagi" nerocos Lila.
"Buset loo sabar kali, gue baru aja nyamperin lo, masa langsung nanyanya banyak gitu?" Jelas Kirana sambil mempitak kepala Lila.
"Auwwww,sakit Raa" ucap Lila sambil mengelus kepalanya.
Mereka akhirnya cerita satu sama lain atau bisa dibilang curhatan gadislah.
__ADS_1
"Oooo gitu Raaa, jadi pak Rey mindahin lo jadi asisten pribadi lo?? wahhh kalo gue itumah langsung pepet terus pak Rey yang gantrng itu" ucap Lila sambil menghayal.
"seneng ya, bahagia diatas penderitaan sahabat sendiri" ucap Kirana.
Semua tamu dan karyawan sudah menhadiri pesta diperusahaan AGN grub. Dan ini saatnya Rey maju dipodium buat pidato singkatnya.
"Selamat malam semua, perkenalkan nama saya Reymond Anggara, saya CEO sekaligus pendiri perusahaan AGN, jadi saya tolong kerjasama kalian untuk pekerjaan yang selanjutnya, dan saya ucapkan selamat buat para karyawan baru, semoga kalian suka dengan pesta malam ini, dan jangan lupa besok kerja yang semangat dan mari buat perusahaan yang maju lagi, terimakasih" pidato Rey.
Disisi lain semua kolega Rey berkumpul di meja yang sudah disediakan khusus untuk mereka, Rey dan Agra mereka sedang minum bersama, tapi mata Rey sedari tadi melirik kearah Kirana yang sedang asyik berkumpul dengan teman temannya.
"Woyyy, dari tadi liat Kirana mulu, nanti naksir baru tau rasa" ucap Agra sambil menikmati minuman berakoholnya.
Dalam seketika pandanga Rey buyar karena ocehan Agra.
"Apaan sih lo, kalo nggak mau gue pindahin kerja lo di afrika mendingan tutup mulut lo aja gih" bantah Rey.
\=\=\=\=\=\=\=
Kirana hanya menggeleng sambil tersenyum tipis, karena dia memang nggak kuat minum.
"Ayolah Kirana, walaupun lo udah nggak satu divisi sama kita, tapi kita sama sama anak baru disini, iya nggak guys" ajak Risa menyodorkan minuman.
Denga terpaksa Kirana mengambil gelas yang berisi minuman memabukan itu, walau sebagian orang bisa menahannya. Satu gelas ludes Kirana minum dan Kirana sudah merasakan pusing dikepalanya.
Rey yang melihat asistennya sudah mulai mabuk karena minuman tersebut segera menghampirinya.
"Ehhh pak Rey, berdiri" bisik Risa.
Sedangkan Lila berusaha membangunkan Kirana yang sudah mabuk itu.
__ADS_1
"Raaaa bangunnnn ayo kita pulang" ajak Lila menarik tangan Kirana.
"Biar saya saja yang mengantar Kirana" sahut Rey.
"Tapi pakkkk...."belum selesai Lila bicara langsung disahut Agra.
"Sekarang Kirana itu asiten pribadi pak Rey, jadi sudah tanggung jawabnya pak Rey untuk menjaga keselamatan Kirana" sahut Agra sambil tersenyum manis.
Reypun langsung memapah Kirana yang sudah lemas karena satu gelas minuman tersebut.
Merekapun berjalan kearah parkiran VIP yang khusus untuk beberapa orang, dan Rey yang masih memapah Kirana berjalan kearah mobil silvernya itu.
"Pak kita pulang kerumah ya" ucap Rey ke sopir pribadinya.
Diperjalanan pulang Rey sedikit melirik kearah Kirana yang sudah mulai tertidur, perhatian Reypun mulai tertuju pada kemeja yang dipakai Kirana, karena kancing bagian atasnya kebuka, dan melihatkan sedikit bagian bra putih dari Kirana.
Pipi Rey mulai memerah karena badan Kirana itu, wajah Rey memanas tidak karuan. Tidak sadar adik Rey terbangun dari tidur panjangnya dan membuat Rey makin panas.
Kirana yang mulai tertidur, tidak nyaman dengan posisinya, dia sedikit bergeser kearah Rey, dia menyusup kedada Rey yang bidang tersebut, dan membuatnya nyaman.
Reypun mulai salah tingkah karena Kirana, dia pun melirik wajah Kirana yang memerah karena alkohol tadi, dan membuatnya ingin langsung menerkam Kirana, tapi pikirannya buyar karena mobil yang mereka tumpangi berhenti.
"Pak Rey kita sudah sampai Rumah" ucap pak sopir tanpa memandang kebelakang.
Reypun berdehem dan menggendong Kirana, yang masih mabuk, Rey berjalan kekamar Kirana yang sudah disiapkan asisten rumahnya, karena disurat perjanjian bahwa Kirana harus tinggal dirumah Rey.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Happy reading semuanya, maaf baru up😔 karena kondisi author masih sibuk.
__ADS_1
semoga kalian suka sama ceritanya, jangan lupa dilike yaa