
sudah malam Rey masih sibuk dengan pekerjaannya dan itu membuat Kirana merasa bosan dan mulai lapar, karena sedari tadi Kirana tidak memberanikan beranjak dari kursinya, pasalnya setiap dia mau berdiri Rey selalu memberikan tugas padanya.
kapan dia selesaiii gue udah laper parah. batin Kirana sambil menyenderkan kepalanya di meja.
Sekitar jam 11 malam pekerjaan Rey baru selesai. Rey melihat kearah jam tangannya.
"aaaaakkkhhh akhirnya selesai, sekarang sudah jammmmm 11 malam" ucal Rey meregangkan ototnya.
Mendengar suara itu membuat Kirana terbangun dari tidurnya.
"ouhhh pak Rey sudah selesai?" tanya Kirana masih mengumpulkan nyawanya.
"hmmmm, ayo ikut saya" ucap Rey berdiri dan berjalan keluar ruangan.
Kirana mengikuti Rey menuju mobil bosnya itu.
"Pak kita mau kamana ya?" tanya Kirana.
"Kita makan dulu sebelum pulang, saya lapar" ucap Rey cuek.
dasarrr, loo itu manusia apa bukan sih? masa baru sekarang kerasa laparnya, lo nggak tau apaaaa gue nungguin lo sampai belum makan dari tadi siang. batin Kirana.
Rey memasuki mobil dan diikuti juga Kirana, mereba berdua duduk bersebelahan di kursi penumpang karena Rey memakai sopir yang setia menunggu Rey.
"Pak ke cafe Black Suit yaa" ucap Rey ke sopirnya.
15 menit mereka hanya diam mengisi keheningan dimobil itu.
Setelah 20 menit mereka akhirnya sampai, memerlukan beberapa menit untuk ke cafe itu karena tempat yang bisa dibilang tidak terlalu jauh dan juga bisa dibilang jauh.
Mereka akhirnya memasuki restoran dan mencari tempat duduk mereka.
"Mau pesan apa aja saya yang bayar" ucap Rey melihat lihat menu.
__ADS_1
Dengan semangat Kirana langsung memesan semua menu yang ada direstoran itu, Melihat tingkah Kirana itu, Rey tersenyum kecil dibuatnya.
"Kamu yakin bisa ngabisin semua makanan ini?" ucap Rey ketika makanan sudah sampai.
"Bosss memang tubuh saya kecil, tapi perut saya itu bagaikan gentong" ucap Kirana memegang perutnya.
"bbbhahahahahaaaaa, kamu yaa kalo nggak habis saya makan kamu" ucap Rey tertawa.
Kirana masa bodoh dengan ucapan Rey itu, dia hanya fokus pada makanan yang didepannya itu.
Setelah mereka menyelesaikan makanan itu, Rey langsung mengajak Kirana untuk pulang, tapi Kirana sedikit kekenyangan hingga memegangi perutnya itu.
"Tuh kann makanya jangan serakah, kena karma itu" ucap Rey.
Kirana hanya diam saja karena dia sedikit memegangi perutnya yang sedikit sakit, tapi tiba tiba Rey balik badan dan menggendong Kirana ala Bridalstyle .
Kirana terkejut karena tiba tiba digendong oleh bossnya keluar restoran, dia sedikit malu karena situasinua saat itu.
"Pakkkk turunin saya, saya bisa jalan sendiri."ucap Kirana sedikit berontak.
Semua mata tertuju pada Kirana dan Rey karena saking romantisnya.
Tapi jantung Kirana berdetak lebih kencang dari biasanya.
kok jantung gue tiba tiba kenceng ya, apa jantung gue sakit gara gara makan yang kebanyakan tadi??, aduhhh gimana iniiii. batin Kirana cemas.
Melihat ekspresi Kirana yang cemas membuat Rey bertanya tanya.
"Woyyyyy ngapain kamu?? takut mati atau gimana?" tanya Rey sambil menaruh Kirana didalam mobil.
"Pakkkk saya mau tanya, kalo kelebihan makanan bisa bikin jantung tambah cepet ya?" tanya Kirana.
Mendengar pertanyaan Kirana membuat Rey tertawa terbahak bahak.
__ADS_1
"Lo gimana sih? sekolah mahal mahal kok lo masih bodoh sihhh, ya enggak lahhh." ucap Rey sambil menjitak kepala Kirana.
Mobil mereka akhirnya berjalan pergi menjauhi restoran tadi, dan didalam mobil hanya keheningan yang menyelimuti mobil itu.
"Pak menepi sebentar didepan sana" ucapp Rey mengarahkan.
Kirana menoleh kearah dimana mereka berhenti.
"Pak mau ngapain berhenti disini?" tanya Kirana.
"Kamu disini saja sama pak sopir, saya tinggal sebentar, nanti saya balik" ucap Rey keluar pintu.
5 menit kemudian Rey keluar dari apotek itu membawa sekantong obat, dan menuju mobil untuk meneruskan perjalanannya.
"Lohhh pak Rey sakit? kok beli obat.." tanya Kirana memandang kresek yang dipegang Rey.
"Ini buat kamu, nanti diminum, kalo nggak sembuh dan masih sakit, nanti kerumah sakit saja." ucap Rey dengan gaya sok coolnya.
Kirana menerima obat itu, dan sedikit terkejut karena bos yang super nyebelin itu bisa perhatian sama Kirana.
"Makasih obatnya pak, nanti saya minum" ucap Kirana.
Mereka pulang kerumah Rey itu, Kirana langsung kekamarnya dan mandi, karena tubuhnya sangat lengket, dan itu membuatnya sedikit jijik.
Setelah Kirana Bersih bersih diri dia melihat keresek obat obatan itu di kasurnya.
"Kok boss rese itu bisa perhatian juga ya? apa karena kenyang dia langsung berubah jadi orang yang baik, dan kalo lapar dia kembali ke sifat aslinya" ucap Kirana berbicara sendiri.
Dia meminum obat itu dan tidur dengan nyenyak.
\=\=\=\=\=\=\=\=
Makasih yang sudah baca sampai part ini, dan terimakasih sama kalian yg sudah dukung novel ini, jadi semangat buat bikin ceritanya.
__ADS_1
Like, comment, dan kasih penilaian okee😘