
Hari ini adalah hari pengumuman dimana para karyawan training akan diterima menjadi karyawan tetap, pengumuman diumumkan sama ketua divisi masing masing dan mbak Reni datang membawa sebuah map yang berisikan nama karyawan yang diterima.
Kirana dan Lila mereka berpegangan tangan karena deg degan...dan semua para karyawan training berbaris rapi, mereka semua juga gugup akan hasil yang mereka terima.
"Halo semua disini saya mau mengumumkan para calon karyawan yang diterima dan tidak diterima, jadi bagi calon karyawan yang nantinya nggak siterima santai saja kalian akan mendapatkan upah berdasarkan berapa hari kalian training, oke langsing saya sebutkan namanya. Ira, Rendy, Risa, Rama, Lila. Kelima nama tersebut yang diterima menjadi karyawan disini, selamat buat kalian, dan yaaa Kirana kamu disuruh keruangan pak Rey sekarang." urap mbak Reni.
Kirana sangat sedih karena namanya tidak disebut di daftar tadi, Lila mencoba menenangkan Kirana.
"Sabar Ra mungkin jalan lo nggan disini" Lila mengusap pundak Kirana.
"Kirana, cepat keruangan pak Rey, nanti pak Rey marah sama kamu"tegur mbak Reni.
Kirana menahan amarah pada Rey karena usahanya sia sia, dia berjalan dengan sedikit marah.
tok tok tok. ketuk pintu Kirana denga keras.
"masuk" ucap Reymond.
"Permisi pak, kenala bapak panggil saya kesini?." ucap Kirana.
"Saya cuma nanya, gimana sama pengumuman tadi? "ucap Reymond mengejek.
"Sebelumnya saya mau minta maaf kalo saya punya salah, tapi ini nggak sportif dong pak, saya udah nyelesaiin tugas yang bapak kasih denga semua kemapuan saya kenapa bapak memperlakukan saya dengan begini?" ucap Kirana marah.
"Kamu tau nggam tujuan saya panggil kamu kesini?" tanya Rey.
"Bapak manggil saya buat ngejek saya kan?, maaf pak tapi saya nggak mempan sama ejekan bapak." Kirana, dengan marah.
"Salah besar, saya nggak masukin kamh kedivisi itu karena saya mau kamu jadi asisten pribadi saya." jelas Reymond.
__ADS_1
"What?? kenapa saya? why me? kan sudah ada pam Agra, apa masih kurang?, kemampuan saya juga masih dibawah rata rata pak Agra, kenapa saya?." peotes Kirana.
"Kamu lupa kalau Agra itu sekertaris saya? dan akhir akhir ini saya butuh asisten pribadi, kalau kamu mau, saya gaji 2X lipat dari gaji karyawan biasa." tawar Reymond
Disitu Kirana membulatkan matanya karena kaget, karena dia akan menerima gaji 2X lipat dari gaji karyawan biasa.
"Gimana? kamu mau tidak?" tawar Reymond.
Kirana masih bingung, dia harus terima atau tolak, jika dia tolak, kesempatan nggak datang dua kali, tapi kalau dia terima....
"Oke saya terima, saya akan jadi asisten bapak, tapi bapak harus memegang janji bapak ya." ancam Kirana.
"Saya nggak akan ingkar janji, bahkan saya akan menambah gaji kamu, asalkan kerja kamu bagus. Dan ini surat perjanjian kontrak, kamu baca dulu baru tanda tangan."
Kirana mengambil map perjanjian tersebut da ketika dia mulai membaca betapa terkejutnya ia oleh isi dari perjanjian tersebut.
"Pak ini nggak salah? masa saya harus tinggal di apartemen bapak, terus saya harus menuruti semua omongan bapak, dan juga apa ini??? masa kalo saya mau ngundurin diri saya harus bayar uang pinalti pak?? ini nggak salah?." tanya Kirana.
Dengan berat hati Kirana menandatangani kontrak tersebut.
"Ini pak, suratnya" jawabnya senyum pahit.
"Oke kalo gitu kamu mulai kerja sekarang, dan ruangan kamu disini, diseberang meja kerja saya" kata Rey menunjuk arah meja kerjanya.
Kirana mau nggak mau dia hanya pasrah atas suruhan bosnya yang super sombong dan nyebelin.
tok tok tok. suara ketokan pintu.
"Masuk" seru Reymond.
__ADS_1
Pintu terbuka, dan ternyata itu Agra.
"Ini pak Rey, berkas yang perlu ditandatangani." kata Agra melirik Kirana.
"Lohhh bukanya ini Kirana? ngapain dia disini Rey?" tanya Agra.
"Iya, sekarang Kira jadi asisten pribadi gue" kata Rey cuek.
Kira???. batin Kirana.
"Yaudah, baik baik ya, anak orang jangan dibikin nangis" ejek Agra.
Reymond menatap kearah Agra dengan tatapan mautnya yang menakutkan, dan Agra tidak takut sama sekali, dia malah suka mengejek Rey.
"Ohya, nanti malam jangan lupa, pesta penyambutan karyawan baru, kamu datang sama saya" kata Reymond tanpa melihat Kirana.
"Kalo saya nggaj ikut boleh nggak pak?" tawar Kirana.
"Sekarang kamu itu asisten pribadi saya, jadi kamu harus nurutin semua perkataan saya, tanpa terkecuali." kata Rey tanpa melihat kearah Kirana, dan dia hanya sibuk dengan monitor didepannya.
Yatuhannn kenapa bisa ada mahluk kayak bos posesif kayak gini???. batin Kirana sambil menggenggam tangannya erat.
"Tapi pak....." belum selesai Kirana bicara Rey langsung menyambar omongan Kirana.
"Ingat, nggak boleh ada penolakan." singkat Rey.
Dengan berat hati Kirana hanya mengangguk pelan dan dia hanya duduk dimeja asisten yang sudah di persiapkan oleh Reymond.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=
Haiii, semoga kalian suka sama cerita yang saya buat, maaf kalo ada yg typo. jangan lula dilike.❤