
Dalam perjalanan pulang, Alecia mengirimi pesan kepada teman-temannya untuk pulang lebih dulu dan menemani kakak Violin. Lalu Alecia mengirim pesan kepada kakak Violin.
“Kakak ada di taman bukan? Dimana sekarang? Aku ke tempat kakak, boleh?” kirim pesan singkat Alecia.
Aku menerima pesan singkat tersebut segera membalas, “Taman bunga, aku dan dua sahabatku duduk dibangku taman dengan atap. Datang saja, dengan cepat dapat makanan banyak.”
Setelah mendapatkan jawaban, Alecia segera pergi ke tempat yang dimaksud.
Keberadaan Violin.
Dalam waktu singkat, Alecia telah datang kemari.
“Alecia, sini duduk!” ucapku meminta Alecia untuk duduk disampingku.
“Alecia, apa kabar?” sapa Hani dan Gisel.
“Baik, boleh aku gabung?” jawab Alecia.
“Tentu saja.”
Aku mulai menyodorkan beberapa makanan pada Alecia. Alecia pun memakan makanan dan meminum minuman yang kuberikan. Sementara Hani dan Gisel sibuk dengan ponsel mereka.
__ADS_1
“Jadi bagaimana pertemuan dengan teman-temanmu hari ini, Alecia?” tanyaku.
“Menyebalkan, sepertinya aku tidak akan bisa bergabung. Tetapi aku tidak ingin satu sekolah denganmu lagi” jawab Alecia.
“Tapi masih bisa masuk sekolahnya kan?”
“Bisa, tentu saja bisa.”
“Nah, tidak perlu sedih. Lagi pula masih ada klub lain!”
“Benar, tentu saja. Aku tidak akan menyerah.”
Alecia berucap dengan pelan, “Pria yang dingin itu bernama Romeo, ketua VA.”
“Begitu, tidak perlu mengatakan baru saja telah mengenalnya bukan? Santai saja” jawabku dengan suara pelan.
Tidak lama kemudian, Hani dan Gisel mendekati kami berdua.
“Violin, Alecia. Perkenalkan ini adalah teman baru, dan mereka anggota VA. Ini adalah Eren, Akira, Ethan, Roman dan Romeo” ucap Gisel memperkenalkan mereka kepada kami berdua.
Aku dan Alecia hanya tersenyum lalu menundukan kepala, dan kembali fokus kepada makanan dan minuman.
__ADS_1
Hani dan Gisel melihat situasi yang dingin, mereka mencoba mengatakan keadaan ini baik-baik saja kepada Eren dan Akira. Sekelompok laki-laki itu tidak mempermasalahkan tanggapan seperti itu.
Mereka pun mulai duduk bergabung disini. Duduk dengan saling berhadapan. Hani dan Gisel. Dihadapanku adalah Roman dan Ethan, Alecia berhadapan dengan Romeo.
“Alecia, ayah dan ibu sudah pulang. Sebelum pergi tadi, katanya ayah dan ibu ingin bicara” ucapku.
“Ya, aku akan pulang denganmu dalam waktu yang sama” jawab Alecia.
Tiba-tiba seorang pria di depanku berbicara kepadaku,
“Namamu Violin kan, bagaimana kalau kita berteman di ponsel? Kamu punya akun chatting?” ucap Roman.
“Ya tentu saja aku punya, tetapi aku tidak ada niatan berteman denganmu dan juga pria disampingmu, dan sampingmu” jawabku yang seketika itu sorot mata mengarah kepadaku.
“Violin, ayolah! Jangan mengatakan tidak mau begitu, mereka adalah orang baik. Jangan berpikir yang tidak baik. Ini adalah pertemuan pertama kita, dan seperti yang telah kita sepakati” ucap Gisel menegur.
“Ya baiklah, aku hanya bercanda. Aku tidak ada niatan untuk memberikan kontak ponselku kepada siapapun kecuali Alecia” jawabku.
“Apakah itu artinya aku tidak memiliki kesempatan berteman denganmu?” ucap Roman.
“Aku rasa tidak, dan seharusnya kita juga telah berteman. Bukankah Hani dan Gisel mengenal Eren dan Akira. Kamu bisa memintanya melalui Hani dan Gisel tanpa bertanya kepadaku” jawabku.
__ADS_1