Bride Of Vampire Golden Time

Bride Of Vampire Golden Time
Vampir yang malang


__ADS_3

“Sepertinya dirimu sangat menyayangi Violin, mengapa? Apakah yang kamu sukai darinya?” tanya Roman.


“Ya karena ia adalah kakak perempuan yang baik. Romeo mau makan bersama?” tanyaku.


Romeo tersenyum, ia mengambil makanan milik Roman dan memakannya.


“Astaga! Padahal aku tidak mengundang pria sepertimu disini” keluh Roman.


“Memangnya ada masalah apa!” jawab Romeo dengan suara ketus.


“Roman, Romeo. Aku minta maaf, malam ini cukup sampai disini saja. Aku akan pergi menemui Hani dan Gisel. Ada banyak hal yang harus dibicarakan, selamat malam Roman, Romeo!” ucapku segera beranjak dari tempat duduk.


“Tunggu!” ucap Roman mencegahku pergi.


“Ya, ada apa?”


“Apakah kamu kesal karena semua ini? Maafkan aku, aku tidak bermaksud….”


“Oh tidak, aku baik-baik saja. Terima kasih untuk malam ini” ucapku yang segera pergi meninggalkan mereka berdua.


Aku pergi menuju kamar Hani, kuharap ia berada disana sekarang.


Perlahan-lahan malam semakin gelap, suasana hening mulai menyelimuti. Bintang dan bulan tampak bersinar dibalik awan. Angin berhembus sejuk menerpa dedaunan.


Setelah beberapa waktu yang berselang, tidak ada kabar apapun dari Violin. Violin menghilang seperti telah ditelan bumi. Kehidupan yang berubah dan berpisah dengan Violin itu membuat Alecia tidak bersemangat. Namun patah semangat itu berakhir begitu mendapatkan kabar dari ibu Violin mengenai keberadaan Violin. Alecia kembali bersemangat dan berjanji akan bersekolah dengan baik, lalu menunjukkan kelebihan itu kepada Violin.


Dua tahun enam bulan berlalu, tiada kabar mengenai Violin. Bahkan blog mengenai vampire itu telah lama tidak diperbarui. Benar-benar menghilang di telan bumi.

__ADS_1


Angin berhembus sejuk menerpa dedaunan, sudah sangat lama tidak mendapatkan kabar mengenai Viola. Hingga hari ini tiba waktu menunjukkan prestasi belajar selama dua tahun ini adalah ujian ability magie yang diadakan sebelum kelulusan. Ini adalah ujian penentu kelulusan murid yang memiliki kekuatan khusus. Alecia mengikuti ujian tersebut dan berharap dapat bertemu dengan Violin di ujian nanti.


Ujian ability magie akan diadakan berada di dunia Glassland. Dunia yang penuh misteri. Beberapa bus sekolah telah datang. Mereka adalah murid akademi Yexiao. Murid yang memiliki kekuatan. Para murid keluar dari bus dengan berbagai penampilan. Beberapa murid yang keluar dari bus terlihat angkuh dan sombong serta meremehkan Buniv. VA yang bertugas mengatur kedatangan para murid itu memperhatikan sikap para murid akademi Yexiao dengan senyuman. Membina dan mengantar mereka ke tempat dunia Glassland yang memasuki cermin Ajaib, lalu mengantar ke penginapan yang juga berada di dunia Glassland.


Murid akademi Yexiao ditemani oleh guru akademi mereka sehingga saat pengarahan tidak banyak masalah yang terjadi. Setelah selesai, VA kembali ke dunia nyata.


Tidak jauh dari Buniv, berdiri sebuah kastil tua yang tampak tak terawat. Kastil terlarang untuk dikunjungi oleh murid Buniv. VA akan memberikan hukuman yang berat jika mengunjungi kastil itu.


Jalanan menuju kasti dipenuhi oleh tanaman bunga mawar yang berduri tajam. Duri bunga mawar yang dapat merobek pakaian siapa saja jika tidak berhati-hati saat melintas.


Seorang gadis telah berjalan melintasi jalan satu-satunya masuk ke dalam kastil. Tidak ada jembatan di kastil ini.


“Tempat yang sulit dilalui. Hah, mengapa ada banyak mawar? Siapa yang merawat tanaman sensitive ini?” guman gadis itu sambil terus berjalan masuk ke dalam kastil.


Hingga akhirnya gadis itu memasuki kastil, berjalan di ruang depan yang luas. Tiba-tiba pintu kastil yang besar itu tertutup dengan cepat. Suaranya membuat detak jantung berdebar cepat dan ketakutan.


Tiba-tiba dari belakang seorang pria muncul yang mengejutkan gadis itu.


“Hallo, nona manis! Ada yang bisa aku bantu untukmu? Ada perlu apa datang kemari?” ucap pria itu yang memiliki kulit putih pucat, adalah ciri khas klan vampire.


“Hai, tuan vampire. Berapa lama kamu akan terus disini? Apakah menunggu nona muda kembali?” jawab gadis itu tersenyum.


“Aku? Aku tidak menunggu siapapun. Ini adalah rumahku. Kamu lah yang datang ke rumahku, kamu yang punya tujuan apa kemari?.”


“Baiklah, bagaimana kalau kita mulai dengan perkenalan?”


“Ya, aku setuju. Perkenalkan namaku adalah Erega. Aku adalah pemilik kastil ini, seorang vampir” ucap Erega memperkenalkan diri.

__ADS_1


“Apakah kamu adalah vampire yang banyak dibicarakan itu? Yang telah menghilangkan banyak nyawa. Maaf, perkenalkan namaku adalah Violin” ucap gadis itu bernama Violin.


Erega tersenyum, senyum manis nan menawan itu membuat siapa saja yang melihat ekspresi itu ikut tersenyum seperti sihir yang memaksa orang lain tersenyum namun tidak berlaku pada gadis yang ada di hadapannya.


“Sepertinya kamu bukan lah gadis biasa, mengetahui banyak hal. Apakah kamu utusan dari pria vampire itu?”


“Siapa yang kamu maksud? Aku mengetahui ini tentu saja karena aku tahu! Tidak mungkin seorang gadis ataupun pria muda mati dengan mengenaskan seperti itu. Ayolah! Sudah banyak misteri tentang kematian manusia yang datang ke kastil ini. Memang tidak seharusnya aku mempermasalahkan soal kematian manusia itu. Mungkin saja mereka anak yang nakal dan suka melanggar aturan yang sudah ditetapkan dan diperingatkan berkali-kali. Itu adalah hukuman karma. Aku menebak itu, dan jika benar maka aku sangat terselamatkan disini. Boleh aku tinggal disini sementara?” ucap Violin.


Sontak Erega kaget, “Hah! Aku sangat tersanjung tetapi mengapa kamu memilih tempat ini? Apakah kamu ingin mati disini? Aku tidak akan mau menghisap darah gadis yang suka minum minuman keras atau bir bahkan anggur, gadis yang suka merokok, gadis yang memiliki penyakit menular dan lain sebagainya. Darah kotor itu tidak enak. Lebih baik tidak mendekat, bau badan mereka saja sangat menyengat. Manusia itu aneh sekali, katanya trend jaman sekarang. Tapi aneh mereka suka sekali merusak diri sendiri”.


“Hahaha…lucu sekali! Aku bukan gadis seperti itu. Jadi kamu mengizinkan aku tinggal sementara disini?” ucap Violin tersenyum.


“Tidak! Aku tidak mengizinkan” ucap Erega sembari berjalan menaiki anak tangga melewati gadis itu.


“Begitu, baiklah artinya ya! Tentu aku dengan senang hati!” ucap Violin yang seketika membuat vampire Erega dengan cepat menatap gadis itu dengan dekat.


Detak jantung Violin berdetak cepat, Violin terkejut dan refleks menatap Erega hingga jatuh ke lantai.


“Ouh!”


“Jangan membuatku terkejut seperti itu, apa kamu ingin membunuhku dengan serangan jantung? Astaga!” ucap Violin.


Erega merasa kesal, ia segera bangkit. Tamparan di wajah itu membekas, merusak tulang zigomatik. Erega merasa tidak beres dengan wajahnya segera membetulkan. Bunyi krak terdengar jelas ketika membenarkan tulang zigomatik. Hingga keadaan kembali ke semula.


“Ah, kamu menatapku?! Baiklah, sepertinya tidak ada yang bisa mengusirmu dari sini. Berapa lama kamu akan tinggal?” ucap Erega.


“Hingga ujian ability magie berakhir, aku akan segera pergi. Terima kasih atas kemurahan hatimu, dan jangan pernah mencoba menghancurkan ujian itu. Aku tidak hanya akan menamparmu hingga tulang zigomatik mu berpindah tetapi juga membuat tubuhmu tidak akan bisa melihat dunia ini lagi” ucap Violin mengancam sembari tersenyum.

__ADS_1


“Ah ya, terserah kamu saja!” ucap Erega segera menghilang dari hadapan Violin.


__ADS_2