
Aku hanya melambaikan tangan atas kepergian Netta, aku tidak tahu mengapa ia tiba-tiba berubah setelah jendela kamar ini di rumah. Aku pikir ia mengalami sesuatu yang berat sebelum bergabung menjadi anggota VA.
Aku pun segera menata barang-barangku di ruang kamar ini, di ruang ini ada dua tempat tidur yang berhadapan dengan jarak yang cukup jauh. Tirai sebagai pembatas ruangan ini. Tetapi tirai itu telah disingkirkan agar tidak ada pembatas di ruangan ini, namun dapat melihat tirai itu diikat.
“Hah, sebenarnya kemana kakak Violin pergi? Sudah satu tahun tanpa kabar dan sekolah berkeliaran” ucapku mengkhawatirkannya.
Ya, kakak Violin bukanlah kakak kandungku tetapi entah bagaimana aku merasa diriku dengan dirinya sangat dekat bahkan aku merasa sebelum diriku lahir ke dunia ini, diriku telah berteman dengannya sejak lama. Setelah selesai berbenah, aku menghampiri jendela dan melihat sebuah kastil tidak jauh dari sini. Kastil yang berdiri ditengah hutan, dimana pohon-pohon berada di sekitar kastil itu.
“Kastil apa disana? Setahuku itu tidak termasuk di peta area sekolah ini. Apakah itu milik penduduk di sekitar tempat ini? Sangat beruntung bisa kesana” ucapku.
Aku pun segera keluar dari kamar, pergi jalan-jalan melihat area sekolah ini. Gedung asrama ini cukup besar dan memiliki taman di halaman istana serba bangku untuk penghuni asrama duduk. Taman di Buniv bukan hanya ada di asrama saja, tetapi di area lainnya.
Seperti yang dikatakan oleh Netta lima tahun yang lalu dalam sebuah ramalan yang dilakukan olehnya. Aroma tubuh itu tercium dengan sangat jelas di mata para vampire dan werewolf. Namun tidak ada yang tahu kalau tempat ini dihuni oleh vampire bahkan Alecia sekalipun. Aroma tubuh itu membuat siapa saja tidak ingin lepas atau jauh darinya. Benar-benar gadis yang harus didapatkan.
Seorang pria salah satu anggota VA kebetulan melintasi asrama itu, ia secara tidak sengaja mencium aroma tubuh itu dengan cepat mengenali orang itu. Ia adalah Steven, aroma tubuh yang lezat dan memikat membuat dirinya mendekati Alecia dengan cepat.
“Alecia!” sapa Steven.
Diriku dikejutkan dengan kehadiran Steven yang tiba-tiba, ia berada didepanku. Aku tersenyum seraya berucap “Aaa! Sataga kamu membuatku kaget. Steven ya, ada apa?.”
“Kamu sendirian? Dimana Netta?”
“Ia pergi begitu mengantarku ke kamarku”
“Oh ya, apakah ia membuka tirainya?” duga Steven, Netta adalah vampire dan tidak bisa bertahan lama di bawah cahaya matahari, terutama di kamar Alecia. Saat ini matahari bersinar terang, cukup panas dan melukai kulit dengan cepat.
__ADS_1
“Ya benar, bagaimana kamu tahu?”
“Aku, aku hanya menduga! Bagaimana kalau aku mengantarmu jalan-jalan?”
Aku memikirkan tawaran Steven kepadaku, aku takut membuat seseorang cemburu jika ia melihat kami jalan berdua. Tiba-tiba saja Netta datang dan menghampiri kami berdua.
“Steven ada urusan denganku, maaf ya Alecia! Kamu jalan-jalan sendirian saja dulu” ucap Netta sembari tersenyum dan menoleh ke arah Steven mengubah ekspresinya menjadi kesal.
Aku pun mulai merasa canggung di situasi ini.“Maaf, aku sungguh tidak bermaksud apapun. Aku tidak mau mengganggu hubungan kalian berdua” ucapku yang kemudian dengan cepat pergi meninggalkan mereka berdua.
Netta dan Steven memperhatikan kepergian Alecia hingga menghilang dari pandangan mereka berdua.
Aku pergi menuju tempat yang lain, yang tanpa kusadari diriku pergi menuju Gedung VA. Asrama anggota VA dimana tempat ini tampak sepi.
“Hah, apakah ini Gedung VA? Sepi sekali disini. Seharusnya gedung ini ramai, sekarang aku harus kemana ya?” tanyaku sembari memperhatikan area di sekitarku.
“Ramai sekali disini, apakah mungkin semua orang lebih suka keluar untuk menghirup udara bebas? Ya kebebasan tetap dalam area Buniv itu menyenangkan” ucapku yang kemudian berjalan mengelilingi perpustakaan sembari memperhatikan setiap buku. Ada satu deret rak buku yang membahas kekuatan seseorang yang berasal dari tubuhnya sendiri, baik dari keturunan atau pun karunia yang kuasa. Aku mengambil buku yang menarik mengenai seseorang yang memiliki kemampuan pelindung. Aku pun membuka halaman pertama. Kata-kata pengantar yang menakjubkan dan memiliki Bahasa yang tidak begitu formal namun tetap menyanjung pembaca dengan hormat. Kata-katanya dapat dimengerti dengan mudah.
Tiba-tiba seseorang berbicara denganku,
“Apakah kamu dapat membaca buku itu?” tanya seseorang kepadaku dengan suara nada laki-laki.
Aku pun menoleh kesamping dan melihat seorang pria telah memperhatikanku.
“Ya tentu saja, bukankah ini hanya buku” jawabku.
__ADS_1
Pria itu tiba-tiba tersenyum kepadaku, ia adalah Roman. “Benarkah? Sepertinya ramalan Netta lima tahun yang lalu benar-benar terjadi.”
“Ramalan Netta ya? Entahlah, aku tidak tahu. Aku ingin berbincang dengan kakak Violin mengenai ramalan diriku yang dilakukan oleh Netta. Tetapi sudah satu tahun aku menunggu.”
“Violin ya? Bukankah ia masuk akademi Yexiao?”
“Ya benar, tetapi aku baru tahu kalau ia berbohong. Ia tidak berada di akademi Yexiao sama sekali dalam satu tahun dan saya kehilangan kabar mengenai dirinya.”
“Begitu, aku harap kamu segera bertemu dengannya dan menyampaikan hasil ramalan Netta padamu. Ngomong-ngomong kamu tahu tidak kalau buku itu hanya bisa dibaca oleh orang yang memiliki kemampuan khusus?” ucap Roman.
“Buku ini maksudmu?” tanyaku memperhatikan sampul depan buku yang kupegang.
“Ya benar, buku itu!”
“Ya aku tidak tahu, jika itu benar maka aku sangat senang. Apakah dengan kemampuanku ini aku bisa bergabung dan menjadi anggota VA?.”
“Ya tentu saja, tetapi menjadi anggota VA itu berat dan anggotanya bukan hanya cantik dan ganteng tetapi menyeramkan!” ucap Roman menyembunyikan sesuatu yang sangat gelap mengenai anggota VA.
“Hanya menjaga Buniv dengan baik kan?”
“Ya itu adalah salah satu tugas VA, tetapi ada tugas lainnya. Mengenai tugas lainnya hanya bisa diketahui jika kamu resmi menjadi anggota VA.”
“Apakah kamu tahu mengenai kapan VA akan mencari anggota baru?”
“Aku menunggu pertanyaanmu seperti ini, tunggu saja beberapa bulan ke depan. Mau makan malam bersamaku?” jawab Roman sembari tersenyum.
__ADS_1
“Makan malam?” tanyaku.
“Ya benar, bagaimana? Aku akan menjemputmu di asramamu nanti.”