
Buniv, saat ini anggota VA disibukkan dengan menyambut para murid yang akan mengikuti ujian ability magie. Mendaftar semua murid yang akan masuk ke asrama di dunia Glassland. Kesibukan itu menguras tenaga. Alecia bersama dua temannya beristirahat di bawah pohon asrama VA setelah selesai mengurus para murid yang akan mengikuti ujian ability magie.
Alecia duduk menghadap ujuang kastil yang terlihat dari asrama VA ini.
“Aneh sekali ya! Setiap kali aku melihat pemandangan kastil itu, aku merasa pernah ada di kehidupan sebelumnya” ucap Alecia.
“Benarkah? Jika begitu apa yang ada di kastil itu?” tanya Hani yang duduk disampingnya.
“Entahlah, aku tidak tahu. Aku hanya merasakan jangan pernah kesana seperti yang dikatakan oleh senior. Oh ya, mengapa senior tidak pernah lulus?”
Sontak pertanyaan itu membuat Hani dan Gisel yang duduk disamping Alecia menoleh ke arah Alecia, menatap tajam sahabatnya.
“Eh! Aku tidak bermaksud apa-apa, aku hanya ingin bertanya” ucap Alecia.
“Al, apa kamu belum tahu soal itu!” ucap Hani.
“Soal apa?”
__ADS_1
Gisel pun menjelaskan, “Senior kita itu sebenarnya sudah lulus sejak lama, tetapi mereka tetap disini karena sebuah alasan salah satunya adalah mempertahankan keamanan. Katanya kastil itu sangat berbahaya, mereka sudah berusaha menjaga keamanan tetap saja ada murid bandel yang datang ke kastil. Alhasil murid itu ditemukan tewas mengenaskan di pagi hari oleh anggota VA senior. Senior tidak ingin hal itu terjadi, jadi mereka memutuskan menyelidiki kastil itu yang ternyata kastil itu memiliki sebuah kutukan mengerikan. Jadi para senior bersumpah untuk tetap disini.”
“Para senior memang hebat ya! Mereka bertahan hanya untuk kastil itu tidak memakan korban lagi. Apakah mereka berusaha mematahkan kutukan di kastil itu?” ucap Alecia.
“Ya aku rasa demikian” ucap Hani.
“Bagaimana kabar kakak perempuanmu, Al?” tanya Gisel.
“Maksudmu si Violin?” tanya Alecia.
“Ya benar!”
Perlahan-lahan waktu terus berjalan. Langit yang cerah dan matahari yang bersinar cerah perlahan-lahan bergerak ke ufuk barat. Awan yang dekat dengan matahari mulai berubah warna menjadi warna yang indah. Burung-burung terbang di langit dengan kicauan yang merdu seperti memberi isyarat untuk segera pulang ke rumah karena kegelapan akan segera datang dan matahari tenggelam.
Perlahan-lahan bulan muncul bersama dengan bintang-bintang. Cahayanya yang tidak begitu terang, perlahan-lahan menjadi terang seiring kegelapan menguasai tempat ini. Malam ini, angin berhembus cukup kencang menerpa dedaunan dua hingga jatuh ke tanah.
Anggota VA mulai berpatroli menjaga keamanan di area Buniv, dan memastikan tidak ada murid yang berkeliaran. Para murid Buniv boleh berkeliaran di sekitar asrama saja, jika ada yang ketahuan memasuki kastil terlarang itu tentu akan menerima hukuman yang berat.
__ADS_1
Keberadaan Alecia.
Aku hanyalah gadis yang dipenuhi oleh keberuntungan, aku memiliki cukup kekuatan magis untuk mengikuti ujian ability magie yang diadakan beberapa hari ke depan. Aku menulis email untuk Violin. Ibu Violin memberikan alamat surel kepadaku beberapa hari yang lalu. Aku merasa senang mendapatkan surel Violin yang tidak pernah kuketahui sebelumnya. Aku pikir Violin adalah orang yang anti social. Aku bahkan menemukan media sosial miliknya dengan nama akun @Adena.
Aku mengecek media social @Adena, tidak menemukan update terbaru. Aku pikir ia tidak memainkan media sosial dalam waktu yang lama.
“Violin, bagaimana kabarmu? Ini aku, Alecia. Aku tidak menemukan kabarmu beberapa saat ini. Kamu sekarang dimana? Baik-baik saja? Aku akan mengikuti ujian ability magie. Aku memiliki kekuatan magis yang kurasa cukup untuk lulus dari Buniv. Aku harap kamu datang untuk melihat diriku saat bertanding melawan murid lainnya. Ya, jika kamu sibuk tidak masalah bagiku. Aku tidak akan memaksamu untuk datang. Alecia” isi pesan email yang dikirimkan ke Violin.
Sementara itu keberadaan Violin di kastil tua.
Datang dengan memaksa pemilik kastil untuk mengijikanku tinggal di kastil ini. Pemilik kastil adalah tuan Erega. Vampire yang dikurung disini, dan jika keluar dari sini beberapa vampire yang mengurung dirinya tidak akan segan menghabisi si tuan vampire malang ini.
Aku mendapatkan kamarku sendiri, kamar yang rapi dan cukup bersih. Duduk di meja belajar dan melihat ponsel telah menerima surel dari seseorang. Sebuah surel yang kuterima adalah dari Alecia. Aku hanya tersenyum tipis setelah membaca surel dari Alecia.
Sejak awal aku sudah berniat untuk sedikit menjauh dari kehidupan gadis malang itu. Aku sudah mengubah nasibnya menjadi lebih baik sekarang tinggal dirinyalah yang memutuskan bagaimana akhir kisah hidupnya sendiri. Tetapi sepertinya Alecia tidak mengerti mengapa aku menjaga jarak dengan keluarganya atau bahkan dengan dirinya. Aku juga menjaga jarak dengan teman-teman setelah mereka mengenal orang-orang itu (Romeo, Roman dan teman-temannya).
Aku pikir tidak ada masalah dengan Alecia dan teman-teman berteman dengan mereka. Orang tuaku juga sibuk dengan bisnis mereka. Aku hanya cukup memberi kabar mengenai keberadaan dan keadaanku kepada kedua orang tuaku. Dengan begitu mereka tidak akan mengkhawatirkan diriku.
__ADS_1
Aku pun mulai membalas surel dari Alecia, “Hallo, Alecia. Aku harap kamu dapat menyelesaikan ujian ability magie itu dengan baik meski tanpa aku. Kabarku sangat baik-baik saja. Tidak perlu khawatir kepadaku, jaga dirimu dengan baik. Kenali temanmu dengan baik, jangan sampai mereka menyakitimu. Aku ingin berpesan kepadamu, jika kamu jatuh cinta kepada seorang pria disana. Lebih baik kamu berhati-hati kepada orang itu. Aku tidak bisa terus mengawasimu, kamu sudah bisa memilih akhir ceritamu sendiri. Violin.” Setelah itu aku segera mengirim surel balasan.