
Aku segera masuk ke rumah, menutup dan mengunci pintu depan. Lalu segera menuju kamar. Melihat ruangan kamar yang rapi dan bersih. Aku segera mengambil ponselku, dan menghubungi ayah. Panggilan pertama tidak terhubung, aku segera meletakan ponsel di atas meja belajar. Kembali menghubungi ayah dengan ponsel jam tangan, dan menghubungkannya dengan headset, tidak lama kemudian panggilan terhubung. Ayah menerima panggilan dariku.
“Ya, Violin. Ada apa?” tanya ayah kepadaku.
“Ayah, apakah ayah meminta orang untuk menjaga rumah kita? Aku pulang ke rumah, dan tinggal di rumah” ucapku.
“Ya benar, ibumu dan aku setuju untuk meminta orang lain membersihkan rumah seminggu tiga kali. Rumah dalam kondisi baik-baik saja kan? Apakah ada sesuatu yang hilang?.”
“Entahlah, aku tidak memeriksa barang di rumah. Aku baru saja tiba.”
“Mengapa kamu kembali? Apakah tante mengusirmu?”
“Tidak, aku yang memutuskan kembali. Sebentar lagi akan menghadapi ujian jadi aku hanya ingin fokus belajar dalam menghadapi ujian. Tante dan paman juga pindah rumah ke rumah baru mereka. Jadi aku memutuskan untuk pulang saja, aku takutnya mengganggu waktu persiapan ujian.”
“Ya, baiklah. Apakah kamu perlu uang? Berapa yang kamu inginkan? Ayah akan mengirimkannya untukmu.”
“Ya terserah ayah saja, kirimkan saja ke rekening. Terima kasih ayah.”
__ADS_1
“Ya, katakan saja apa yang kamu inginkan.”
“Kapan ayah dan ibu akan pulang?”
“Maaf soal itu, ayah dan ibu melakukan perjalanan panjang.”
“Perjalanan bisnis ya? Apalagi yang dilakukan? Bukankah sudah memiliki akademi Yexiao?”
“Tentu saja ada lagi, ayah dan ibu membeli saham, setengah perusahaan dan banyak lagi secara resmi. Ayah dan ibu ingin memastikan semuanya berjalan dengan lancar, mendirikan perusahaan dan mengambil alih perusahaan itu memerlukan waktu yang panjang dan lama. Jadi ayah dan ibu tidak mungkin cepat pulang. Kamu baik-baik saja kan disana?”
“Ya, aku baik-baik saja.”
“Ya mereka juga baik-baik saja. Apakah ayah bersama ibu?”
“Ya ayah bersama ibumu setiap hari, ibumu mengoreksi semua berkas untuk ayah dan ayah memutuskannya bersama ibu.”
“Ayah dan ibu sering pergi camping lagi?”
__ADS_1
“Ya, ya benar. Setelah memutuskan yang ada, ayah dan ibu pergi. Bukankah camping tidak memerlukan banyak uang?”
“Benar-benar, dan bisa-bisanya aku memiliki orang tua lupa kepadaku.”
“Hahahaha….jangan begitu, kamu sudah tumbuh dewasa. Sudah saatnya ayah dan ibumu mempersiapkan segala sesuatu untukmu nanti dan masa tua kedua orang tuamu ini.”
“Tapi bagaimana jika sesuatu terjadi kepada ayah dan ibu, dan aku tidak tahu ayah ibu dimana?.”
“Doakan saja ayah dan ibumu baik-baik saja.”
“Baiklah.”
“Ayah tutup teleponnya dulu, ibumu meminta ayah untuk membantu membuat makan malam.”
“Baik ayah, katakan pada ibu kalau aku menyayanginya. Dan aku juga menyayangi ayah. Selamat malam ayah.”
“Malam!”
__ADS_1
Telpon pun mulai terputus, aku hanya bisa menarik nafas panjang untuk sikap dan perilaku kedua orang tuaku. Ayahku mendukung apa yang istrinya lakukan, mereka melakukannya bersama-sama membangun sebuah bisnis yang baik.
“Perjalanan membeli apapun dengan uang yang dihasilkan, membeli saham, membangun perusahaan, dan apapun yang dapat diinvestasikan dengan uang. Pergi berkemah di pelosok negeri. Hah, aneh sekali. Padahal keluarga ini memiliki banyak uang, tetapi rumah ini seperti rumah di perkampungan. Biasa saja, tetapi memiliki kebahagian yang luar biasa” gumanku menggerutu pada keluarga ini.