Bride Of Vampire Golden Time

Bride Of Vampire Golden Time
Gadis kecil


__ADS_3

Beberapa tahun kemudian, saat ini usia Alecia


De Flower adalah 12 tahun (tujuh belas tahun) dipanggil dengan nama Alecia dan


usia Anita Violinderina berusia 17 tahun ( dua puluh dua tahun) dipanggil


dengan nama Violin. Tumbuh menjadi gadis cantik dengan kelebihan tersendiri.


Kelebihan yang berasal dari bakat sejak lahir dan juga sebuah rahasia.


Alecia De Flower dan Violin masuk di sekolah


yang sama yakni High School 7. Perbedaan itu adalah Alecia kelas satu dan


Violin memasuki kelas 3.  Alecia tampak


mudah bergaul dengan siapapun dan ia termasuk gadis popular di sekolah. Berbeda


dengan Violin yang hanya memiliki dua sahabat, yakin Hani dan Gisel.


Keberadaan Violin,


Duduk dibangku taman sendirian, dan


memperhatikan Alecia dari kejauhan. Menarik nafas panjang dan menghembuskannya,


“Hah, ia bahkan terlihat lebih baik sekarang. Sekarang waktunya ia memutuskan


sendiri jalannya, begitu saja sudah cukup” ucapku sembari tersenyum


memperhatikan Alecia yang berbincang dengan teman-temannya.


Alecia benar-benar tumbuh menjadi gadis yang


dikagumi oleh semua orang. Ia sangat beruntung lebih dari diriku.


Pria yang popular gantengnya juga ada di


sekolah ini, siapa lagi kalau bukan si playboy yang bernama Demian. Gadis yang


sikapnya manja juga ada di sekolah ini kalau bukan si malaikat tidak sesuai


dengan arti namanya, Angel.


Tiba-tiba Hani dan Gisel datang, mereka

__ADS_1


berdua membawa eskrim. Hani dan Gisel duduk disamping kanan dan kiriku. Gisel


menyondorkan secangkir eskrim coklat.


“Ini ambil milikmu! Pesananmu” ucap Gisel.


“Terima kasih, aku suka sekali eskrim coklat


buatanmu. Semoga kelak kamu dan ibumu dapat memiliki toko eskrim yang besar”


ucapku.


“Amin! Itu adalah harapan ibuku, dan aku.


Tidak menyangka kamu juga memahaminya” jawab Gisel.


“Aku adalah temanmu, tentu saja aku


mengetahuinya. Kamu dan Hani kelak juga akan masuk Buniv.”


“Ya, aku memimpikan itu. Tapi bagaimana kamu


tahu semuanya?” ucap Gisel.


“Gisel, Gisel! Bukankah Buniv adalah sekolah


Spontan Gisel tertawa seraya berucap “Yeah,


benar!. Lalu bagaimana denganmu, Violin? Kamu akan masuk sekolah mana lagi?.”


“Aku akan masuk Akademi Yexiao.”


“Benarkah? Tapi bukankah akademi itu tidak


begitu baik.”


Aku tersenyum manis seraya menjawab “Tetapi


kelak akan menjadi saingan Buniv.”


“Hah, jika begitu apakah artinya kita tidak


akan berteman lagi?”


“Eh, apa-apaan itu? Tentu saja tidak, kita

__ADS_1


akan tetap berteman selamanya.”


Perlahan-lahan waktu terus berjalan, matahari


yang bersinar terang mulai digantikan oleh kegelapan yang membawa keindahan


bintang dan bulan bersinar terang. Kegelapan yang mengerikan terus terjadi.


Rumah Alecia De Flower.


Alecia dan Violin tinggal di rumah yang sama,


Violin memutuskan untuk tinggal di rumah Alecia  sejak kelas satu. Usai makan malam, Alecia dan Violin segera kembali ke


kamar.


Kamar Violin,


Aku segera duduk dibangku belajar, membuka


buku dan mulai belajar. Mengulang pelajaran di sekolah. Setelah selesai, aku


mulai membuka ponselku, beberapa pesan masuk dari Hani dan Gisel dalam sebuah


grup.


Hani mengirim pesan, “Violin, kamu masih


belajar? Ada yang seru ini!”


Gisel mengirim pesan, “Aku belajar, Violin


pasti juga belajar. Kamu pasti sibuk sama aplikasi chatting begituan.”


Hani membalas, “Heduh, apaan sih! Aku lagi


chat sama anak Buniv nih, katanya ia adalah bagian dari VA. Seru ngak tuh!.”


Gisel membalas, “Buset! Asik-asik.”


Aku yang baru membuka ponsel menerima pesan


itu, aku segera mengetik dan membalas serta bergabung dalam percakapan yang


telah ada.

__ADS_1


“Siapa? Siapa?.”


__ADS_2