Bride Of Vampire Golden Time

Bride Of Vampire Golden Time
Netta dan Steven


__ADS_3

“Apa? Mereka melakukan itu? Jadi mereka membuat masalah lagi? Sialan! Aku sudah menasehati mereka untuk tidak membuat masalah lagi. Dasar vampire keras kepala! Seharusnya mereka mencari yang lain, bukan membuat tumbal dengan korban keluarga yang masih ada. Romeo….Roman….aku akan memukul kalian!” ucap Netta kesal.


Spontan Steven tertawa, “Hahaha….sudahlah! Jangan kesal begitu, lagi pula bukankah mereka tidak menemukan jawabannya. Mereka tidak akan melakukannya lagi.”


“Benarkah?” tanya Netta dengan tatapan serius.


“Ya benar, meski aku tahu dari vampire seperti kita selalu menyimpan perasaan benci, dan duka yang mendalam. Tetapi itulah takdir. Oh ya, tentang ramalan. Apakah itu benar-benar kekuatanmu yang baru muncul atau dikarenakan sesuatu?.”


“Aku tidak tahu, kekuatan meramal baru muncul tapi ketakutanku pada apa yang kulihat benar-benar membuatku ketakutan.”


Steven menarik nafas panjang dan menghembuskannya pelan-pelan, “Gunakan saja kemampuanmu untuk masa depan para vampire. Diluar tempat ini, ada vampire jahat yang berkeliaran. Gunakan kemampuanmu untuk melindungi teman-temanmu dan tempat yang melindungimu” nasehat Steven kepada Netta.


“Ya baiklah. Aku akan menggunakan kemampuanku untuk itu” jawab Netta.


Steven pun pergi meninggalkan Netta sendirian, angin berhembus menyentuh tangan Netta. Netta tersenyum, lalu ia segera masuk ke dalam kamar dan menutup pintu beranda.


Sementara itu keberadaan Alecia di usianya yang sekarang,


Alecia rajin belajar meski sekarang telah berada di rumah yang baru, ia bahkan menyingkirkan menyingkirkan ponselnya untuk fokus belajar dan bisa masuk ke Buniv. Bukan belajar mengenai ilmu pengetahuan tetapi bagaimana seseorang diberikan kelebihan mengenai empat elemen bahkan kekuatan lainnya.


Alecia telah membeli beberapa buku mengenai kekuatan yang ada didalam diri seseorang meski kekuatan itu secara tidak mungkin ada untuk manusia kecuali manusia yang diberikan kelebihan. Tetapi tekadnya lah yang membuat dirinya tidak menyerah untuk masuk VA. Alecia akan memulainya dari sekarang, mencari tahu kekuatan yang ia miliki.


Saat dirinya sibuk belajar, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamar.


“Siapa?” Tanya Alecia.


“Ini aku, Viola” ucap Viola.


Spontan Alecia dengan cepat membuka pintu, ia melihat Viola telah ada di depan pintu.


“Selamat malam, bagaimana kamar barumu?” tanyaku.


“Sssttt…..! Kamu disini? Bagaimana kamu tahu lokasi rumah baruku? Apakah ibu atau ayahku yang memberitahumu?”


“Oh tentu saja, ya! Aku membawakan buah segar, mau makan bersama?” ucapku sembari melirik ke dalam kamar Alecia.


“Ya, baiklah. ibu memintamu datang kemari untuk apa? Jangan katakan hanya untuk merayakan rumah baru ini”


“Ya memang benar seperti itu, tepi aku pikir tidak masalah.”

__ADS_1


“Hah, selalu saja begitu!.”


Aku dan Alecia pun menuju ruang makan. Ya, baru saja selesai makan malam sendirian tiba-tiba ibu Alecia menghubungiku. Ia memintaku datang ke rumah barunya untuk menemani Alecia bukan untuk makan malam bersama atau pun bahkan merayakan akan kedatangan mereka di rumah baru ini.


Tidak lama kemudian kami tiba di ruang makan, ibu Alecia telah menunggu dengan banyak hidangan yang tersedia diatas meja makan.


“Kalian lama sekali, ayo cepat makan! Hidangannya mulai dingin” ucap ibu Alecia.


“Ibu mengundang Viola lagi? Bagaimana jika ia sibuk dan ibu mengganggunya” keluh Alecia yang kemudian makan hidangan yang ada di hadapannya.


“Benarkah? Tapi ibu sudah meminta izin padanya loh dan ia katakan tidak sibuk, benar kan Viola?”


“Ya benar, apa yang dikatakan ibumu benar, ibumu telah meminta izin padaku” jawabku.


Aku, Alecia dan ibu Alecia memulai makan malam bersama tanpa ayah Alecia karena ia masih berada di luar sibuk bekerja.


“Apakah paman lagi-lagi bekerja terlalu keras?” tanyaku.


“Ah ya benar, beberapa hari ini ia mengadakan rapat penting. Kudengar akan ada kerjasama dengan Buniv dan Akademi Yexiao. Katanya juga menerima murid dengan berbagai kelebihan dan akan ada tahap seleksi” jawab ibu Alecia.


“Alecia, kamu dengar kan apa yang dikatakan oleh ibumu? Nah, kamu ingin masuk Buniv dan gabung VA dengan kelebihanmu. Mau ikut memeriksanya tidak? Roman dan Ethan mengatakan kalau ada teman mereka yang dapat mengetahui kelebihan orang lain, seperti meramalnya. Bagaimana? Aku akan membantumu hingga bertemu dengan mereka” saranku.


“Benarkah? Kapan kita bertemu dengannya?” tanya Alecia sembari menatapku dengan wajah menggemaskan.


“Bagaimana besok sore?”


“Baiklah, minta izin kepada ibumu dulu” ucapku meminta.


“Ibu, apakah aku boleh pergi bersama kakak Violin?”


“Ya tentu saja” jawab Ibu Alecia.


“Kakak Violin, ibu memberi izin. Kapan kita berangkat besok?”


“Besok sore, aku akan memberitahu mereka dulu. Aku janjikan besok, tapi jika mereka punya kesibukan, aku akan mencari waktu yang tepat” ucapku.


“Baiklah, aku akan menunggu!.”


Tidak lama kemudian, usia makan malam bersama kami berkumpul di ruang tamu.

__ADS_1


“Bagaimana dengan kondisi rumahmu sekarang, Violin? Sudah selesai  berbenah?” tanya Ibu Alecia.


“Ya soal itu tidak perlu khawatir, ayah dan ibuku menyewa orang untuk membersihkan rumah” jawabku.


“Benarkah? Berarti rumahmu sekarang tidak perlu dikhawatirkan bukan?”


“Ya itu benar, aku tidak perlu mengkhawatirkan itu” ucapku.


Tiba-tiba ponselku menerima pesan dari seseorang yang tidak lain adalah Ethan.


“Maaf, ini aku Ethan. Ethan dari Buniv, anggota VA. Ada yang ingin aku tanyakan padamu. Apakah kamu sudah memikirkan akan meramal kelebihanmu pada temanku, Netta?” isi pesan dari Ethan.


Aku segera membalas pesan itu dengan wajah tersenyum, “Kebetulan sekali kamu menanyakan itu, bisakah temanmu itu meramalkan untuk Alecia. Ia ingin sekali masuk VA, tetapi tidak tahu kelebihannya apa” balasku, dan mengirim pesan pada Ethan.


Tidak lama kemudian aku mendapat pesan balasan dari Ethan.


“Ya tentu saja bisa. Apakah kamu juga akan diramal?.”


Aku membalas pesan dari Ethan, “Tidak, hanya Alecia saja. Aku tidak tertarik masuk VA ataupun Buniv.”


Ethan membalas, “Baiklah jika begitu, sepertinya pendirianmu sangat kuat. Kapan kita akan bertemu, dan dimana?.”


“Bagaimana di taman kota Malvado, tempat pertama kali kita bertemu. Besok sore” balasku.


“Baiklah, aku akan datang bersama Netta dan Roman” balas Ethan.


“Baiklah, terima kasih” balasku mengakhiri pesan.


“Terima kasih kembali” balas Ethan yang setelah itu tidak ada lagi pesan yang masuk dari Ethan.


Aku pun mulai berbicara dengan Alecia.


“Alecia, Ethan katakan kalau ia bersedia membantu dengan temannya bernama Netta. Besok sore di tempat pertama kali bertemu, taman bunga di taman kota Malvado” ucapku.


“Baiklah, apakah kamu akan ikut?” tanya Alecia kepadaku.


“Aku tidak ikut, tapi kamu bisa mengajak dua temanku untuk ikut. Mereka juga tertarik masuk Buniv mungkin VA juga”


“Tapi aku tidak punya nomor ponsel mereka.”

__ADS_1


“Aku akan membantumu” jawabku yang kemudian mengirimkan pesan di grup kepada dua temanku.


“Hani, Gisel. Besok sore punya waktu kosong tidak? Aku meminta Ethan untuk meramalkan kelebihan Alecia, tapi aku tidak datang menemani besok. Jadi Alecia akan sendirian, maukah kalian ikut? Ethan memiliki teman bernama Netta, ia katakan kalau Netta bisa meramalkan seseorang dengan baik. Jadi aku rasa ini juga kesempatan baik untuk kalian yang ingin masuk Buniv.”


__ADS_2