Bride Of Vampire Golden Time

Bride Of Vampire Golden Time
Ramalan


__ADS_3

“Ya itu benar. Violin, boleh kami tahu alasanmu tidak masuk Buniv?” ucap Roman.


“Aku tidak tertarik dengan Buniv, tapi mengapa kalian bertanya hal ini lagi padaku? Bukankah ada banyak yang ingin masuk kesana? Dan bukankah masuk Buniv melalui tahap seleksi?”


“Ya itu benar, tapi sangat disayangkan jika kita tidak bisa satu sekolah. Aku ingin selalu bertemu denganmu, berbincang denganmu”


“Mengapa?”


“Ya, itu karena kamu adalah gadis yang berbeda. Tapi aku harap kamu mencoba masuk Buniv. Meski ada tahap seleksi tetapi juga ada untuk anak laki-laki ataupun perempuan yang memiliki kemampuan khusus.”


“Tapi aku tidak punya!.”


“Ayolah jangan merendahkan dirimu, kamu memiliki elemen air. Itu sudah pasti bisa masuk Buniv. Bagaimana kalau kita melakukan tes? Aku punya teman yang bisa melakukan itu, namanya adalah Netta” ucap Ethan memberi saran.


“Ya, tetap saja aku tidak tertarik. Apapun hasilnya aku tidak akan masuk Buniv”


“Mengapa?” tanya Roman.


“Aku sudah berjanji pada Alecia akan masuk Akademi Yexiao. Dari ekspresi wajahnya, ia tidak ingin aku satu sekolah lagi dengannya. Jadi aku akan masuk akademi Yexiao.”


“Sayang sekali ya, jika kamu memang memiliki kelebihan dan kelebihan itu disembunyikan, Tidak dikembangkan” ucap Roman.


“Tidak masalah, meski akan berguna tetapi akan lebih baik aku menyembunyikannya. Bukankah dengan begitu tidak ada musuh bagiku.”


“Ya, cobalah pikirkan lagi nanti. Atau mungkin kamu mau mencoba tes kemampuanmu. Aku dengan senang hati akan memperkenalkan kamu dengan sahabatku, Netta. Ia adalah gadis yang baik” ucap Roman.


Tidak lama kemudian, aku telah sampai di depan rumah.


“Kita sudah tiba di rumahku, mau mampir?” ucapku sembari membuka pintu rumah.


“Tidak, lain kali saja. Kami masih memiliki banyak urusan” ucap Roman.


“Begitu, baiklah” jawabku yang kemudian mengambil kantong belanjaan dari tangan dua pria ini, “Terima kasih telah membantuku, akan aku pikirkan mengenai tawaran mu” ucapku.

__ADS_1


“Baiklah, hubungi aku atau Ethan jika kamu berubah pikiran. Selamat malam, Violin!” ucap Roman.


“Ya, selamat malam!” jawabku.


Kedua pria itu pergi meninggalkanku, Ethan mengangkat tangan kanannya sebagai tanda sampai jumpa lagi padaku. Aku hanya tersenyum atas kepergian mereka, memperhatikan langkah dua pria itu hingga menghilang dari pandanganku baru lah aku masuk ke rumah.


Aku segera menuju ruang makan, meletakan belanjaan di atas meja makan. Memasukan susu, sayuran dan yang lainnya dalam kulkas. Aku pun memulai membuat makan malam.


Sementara itu di Buniv, asrama khusus VA.


Semua anggota VA berkumpul. Netta, Steven, Roman, Ethan, Eren, dan Romeo.


“Bagaimana hasil perjalanan kalian kemarin? Seharusnya sudah membawa anak baru yang memiliki kelebihan” ucap Netta.


“Ya, tidak terlalu baik. Sangat sulit bertemu dengan orang yang memiliki kemampuan” ucap Romeo.


“Aku rasa mereka hanya belum menunjukan kemampuan mereka, mungkin ada yang masih menyembunyikan kemampuan mereka karena itu dianggap aneh atau bahkan belum muncul. Tapi bukankah masih ada pemimpin beberapa elemen. Mengapa tidak menarik mereka?” ucap Eren.


“Bagaimana jika menunggu satu atau dua tahun lagi?” ucap Ethan.


“Menunggu? Itu terlalu lama. Netta, apakah ramalanmu terus saja seperti itu?” ucap Romeo.


“Ya, begitu. Aku melihat semuanya berubah, kita semua harus merudingkan semua ini kepada Pak Jim Wa dan ketua klan lainnya” Jawab Netta.


Semua orang saling tatap satu sama lain, dan menganggukan kepala sebagai tanda setuju. Tidak ada hal lain selain merudingkan, tidak ada jalan lain selain melakukannya bersama-sama atau kehancuran kembali terjadi.


Semua anggota VA pun membubarkan diri, kembali ke kamar dan kegiatan masing-masing.


Netta pergi ke kamarnya, ia menutup pintu dan berjalan menuju beranda. Pemandangan malam tampak jelas dari beranda ini.


“Jangan katakan, bahwa diriku salah dalam meramal. Mungkin saja kita dapat menghentikan penyihir air? Mereka tidak berbahaya tetapi seseorang didalam mereka membuat penyihir air menjadi berbahaya” ucap Netta.


“Menurutmu!” ucap seseorang dari luar beranda, seekor kelelawar dengan cepat menghampiri beranda dan berubah wujud menjadi seorang pria yang tidak lain adalah Steven.

__ADS_1


Netta yang melihat kehadiran Steven tiba-tiba tidak terkejut sama sekali, wajahnya datar dan tersenyum. Ia membuka pintu, dan mendekati Steven.


“Aku yakin ada sesuatu yang tersembunyi di antara penyihir air, tetapi kita perlu mengetahui siapa saja yang mewarisi gelar penyihir air ini” ucap Netta.


“Dibanding itu, bisa saja ramalanmu salah” ucap Steven.


“Aku berharap begitu, menunggu bulan berikutnya kan? Hanya itu caranya membuktikan ramalanku benar atau tidak. Mereka semua tampak meremehkan apa yang terjadi.”


Steven tersenyum, dan mengelus kepala Netta, “Jangan salah paham. Jika kekacauan itu terjadi, itu bukan salah dirimu.”


“Tapi aku tidak ingin kekacauan itu terjadi, aku tidak mau!” ucap Netta menetes air mata di kedua belah pipi. Apa yang telah dilihat oleh Netta adalah hal yang menyedihkan.


Spontan Steven memeluk Netta dengan erat sembari berkata, “Didunia ini tidak ada yang harus dikhawatirkan, semua orang akan mengalami hal yang sama. Kita hanya perlu menunggu pada gilirannya.”


“Tapi, aku tidak mau menunggu bulan itu datang. Jika datang, kita semua akan terlempar ke dunia yang berbeda. Kita semua tidak akan bisa kembali, kita semua akan mati” jawab Netta sembari melepaskan pelukan Steven.


“Apakah kamu tahu bagaimana cara kita tiba disana? Siapa yang melakukannya?”


“Aku tidak tahu, tiba-tiba saja. Aku bahkan tidak tahu mengapa aku bisa meramalkan hal ini. Aku tidak memiliki kemampuan seperti ini sebelumnya. Namun beberapa hari ini, aku melihat kejadian yang sama dan terus berulang.”


“Ya itu benar, tapi maksudku apakah kamu tidak melihat seseorang yang melakukannya? Misalnya ciri orang yang kamu curigai yang ada di dalam mimpi dan ramalanmu.”


“Seorang yang mengenakan jubah hitam datang ke pesta bulan merah, saat itulah cahaya mengelilingi kita semua dan mengirim kita dunia yang yang berbeda dimana kita semua diburu satu persatu tanpa alasan. Tapi aku tidak melihat Roman, Romeo, dan Ethan. Aku tidak tahu kemana ketiga pria itu.”


“Hem…mungkinkah ketiganya melakukan ini dan menjebak kita?.”


“Hei, yang benar saja! Steven! Mereka tidak akan melakukan hal bodoh itu, mereka itu teman kita.”


“Ya, itu mungkin saja kan?! Soalnya Roman dan Romeo itu kupikir jatuh cinta pada gadis yang sama. Mungkin mereka berniat membangkitkan perempuan itu.”


“Bagaimana mungkin? Ayolah itu tidak mungkin!”


“Hah, kamu tidak mendengar ya?! Malam itu Romeo berburu bersama Roman, Rasi dan Martha ikut serta. Mereka merencanakan membangkitkan seseorang dengan tumbalnya seorang ibu dan sebagai imbalan mereka akan merawat anak yang baru lahir itu. Tetapi rencana mereka gagal, digagalkan oleh seorang perempuan dan Martha pun tidak bisa masuk ke ruang persalinan ibu hamil itu. Martha meyakini jika perempuan itu bukan perempuan sembarangan. Sekarang pun mereka kehilangan jejak perempuan itu.”

__ADS_1


__ADS_2