Bride Of Vampire Golden Time

Bride Of Vampire Golden Time
Berpisah


__ADS_3

Tidak lama kemudian Gisel dan Hani mengetik secara bersamaan, dan aku menerima pesan berbeda hanya beberapa detik saja.


“Benarkah? Itu bagus, tentu saja aku akan ikut. Ada banyak waktu kosong besok sore” pesan Hani.


“Aku akan ikut, babi!. Aku ingin tahu kelebihan seperti apa yang aku miliki” pesan Gisel.


“Apa? Nulis apa?” balasku emosi dengan mengirimkan emoticon tertawa.


“Astaga, aku typo. Salah ketik. Maksudku Baby” pesan Gisel.


“Wah, typomu sangat berbahaya Gisel!” pesan Hani dengan emoticon tertawa.


“Wkwkwkwk….maaf, papan ketik menyebalkan ini”  pesan dari Gisel.


Aku tertawa membaca pesan chat dari dua temanku, aku pun membalas “Baiklah, ditunggu di taman bunga, taman kota Malvado.”


Dengan cepat mereka membalas dengan emoticon jempol sebagai tanda ok atau ya atau setuju.


Aku pun kembali berbincang dengan Alecia, “Alecia, Hani dan Gisel setuju untuk ketemu di taman bunga, taman Kota Malvado. Tempat kemarin kita ke taman, masih ingat kan?.”


Alecia menganggukan kepala sebagai tanda dirinya masih mengingat jelas tempat itu.


“Baiklah, tante. Aku permisi pulang dulu” ucapku.


“Eh, bisakah menunggu paman pulang saja? Nanti paman antar” ucap tante.


“Maaf tante, tidak perlu. Aku pulang sendiri saja, terima kasih atas makan malamnya” ucapku.


“Kalau begitu tante antar kamu sampai depan pintu” ucap tante.


Aku pun segera beranjak dari tempat duduk, Alecia dan tante mengantarku hingga depan pintu. Aku hanya perlu berjalan kaki keluar dari area rumah ini dan berjalan menuju jalan raya. Aku datang kemari dengan taksi sehingga pulang juga kemungkinan dengan taksi.


“Kak Violin, hati-hati dijalan!” ucap Alecia.


“Ya, terima kasih atas makan malamnya” jawabku yang kemudian pergi meninggalkan rumah ini. Lampu taman menerangi setiap langkahku.


 Alecia dan tante memperhatikan kepergian gadis itu hingga menghilang dari pandangannya.


Aku terus berjalan hingga menuju jalan raya. Jalan raya tampak sepi dan hanya beberapa mobil yang melintas. Melihat ke langit yang mana bintang dan bulan tampak bersinar terang, malam semakin larut. Aku pun berjalan menuju rumahku setelah melihat tidak ada taksi yang akan melintasi jalan ini.


 Perlahan-lahan waktu terus berjalan, malam menjadi siang dan siang menjadi sore hari. Dimana matahari masih bersinar dengan angin yang berhembus.


Taman Kota Malvado, taman bunga. Seperti yang telah dijanjikan Hani, Gisel, Alecia, Ethan, Roman dan Netta telah bertemu di taman bunga ini. Kini mereka duduk dengan saling berhadapan.


Seperti yang telah dijanjikan sebelumnya, Netta pun melakukan tugasnya yakni meramal Alecia untuk mengetahui kelebihan seperti apa yang ia miliki. Roman, Ethan dan Netta dikejutkan dengan hasil ramalan Netta sendiri.


“Alecia, apakah kedua orang tuamu memiliki keturunan dari seorang raja atau ratu?” tanya Netta setelah meramal tangan Alecia.


“Tidak, ayah dan ibuku hanyalah orang biasa. Kami bukan dari keluarga bangsawan atau pun keturunan raja dan ratu. Memang apa yang kamu lihat dari tanganku?” jawab Netta.


“Aku ucapkan selamat atas kedatanganmu disini, aku sangat beruntung bisa bertemu denganmu secara langsung. Berdasarkan hasil yang aku lihat dari meramal tanganmu, kamu adalah seseorang yang memiliki keberuntungan luar biasa. Kamu memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh orang lain, kamu adalah darah suci. Dimana keberadaanmu sangat diperlukan oleh golongan tertentu. Apakah kamu percaya pada mitos mengenai vampire dan werewolf?.”

__ADS_1


“Ya, sedikit. Aku melihat buku catatan kakak Violin diam-diam, ia suka menuliskan sesuatu mengenai vampire”


“Benarkah? Baguslah kalau begitu. Kehadiranmu membawa berkah untuk dua kelompok itu. Jika kamu masuk ke VA, maka kami secara resmi harus melindungimu dan menjunjung kehadiranmu.”


“Melindungiku? Dari apa?”


“Bukan dari apapun, hanya saja. Jika nanti usiamu tujuh belas tahun, para vampire dan werewolf akan bermunculan untuk mendekatimu. Mereka mencium aroma tubuhmu, kamu memiliki aroma tubuh yang berbeda dan aku yakin kamu akan memiliki kehidupan yang menarik nantinya.”


“Apakah mereka akan membunuhku?”


“Hah, membunuhmu?! Itu tidak mungkin, kecuali mereka vampire jahat dan werewolf jahat. Tapi tenang saja, jadi kamu hanya perlu belajar sihir pelindung. Buniv memiliki hal seperti itu, maka kamu akan baik-baik saja. Kamu bahkan bisa melindungi orang lain dengan sihir pelindungmu. Kamu memilikinya didalam dirimu, kecil sekali tetapi jika di lahir maka akan terlihat.”


“Apakah aku bisa masuk Buniv?”


“Ya tentu saja, dengan kelebihanmu ini”


Seketika itulah Alecia sangat senang dirinya dapat masuk ke Buniv, ia tidak menyangka dirinya memiliki kelebihan seperti itu. Sebuah keistimewaan yang besar bagi dirinya dan membuat dirinya semakin percaya diri bahwa ia akan diterima di Buniv.


Berikutnya Netta meramalkan tangan Hani dan Gisel, Netta merasa senang setelah meramalkan tangan Hani dan Gisel. Netta tidak menyangka kedua gadis ini adalah gadis yang ditakdirkan untuk Eren dan Akira. Dua pria itu akhirnya akan menemukan cinta sejati mereka.


Lima tahun kemudian….


Perlahan-lahan waktu terus berjalan, musim berganti dan tahun mulai berganti. Beberapa tahun kemudian, saat penerimaan murid baru di Buniv. Alecia lolos seleksi, dan dirinya diterima di Buniv dengan usia tujuh belas tahun. Sementara Hani dan Gisel satu tahun lebih dulu diterima di Buniv, dan mereka tidak bergabung dengan VA. Hani dan Gisel menjalani keseharian mereka di Buniv seperti murid biasa lainnya.


Alecia yang lolos seleksi dan terima di Buniv disambut anggota VA dengan meriah. Bahkan Romeo memberinya bunga yang mana membuat para perempuan cemburu dan merasa iri.


“Dia benar-benar gadis yang beruntung!”


“Baru saja masuk, sudah disambut oleh si tampan. Aku iri sekali!”


“Siapa gadis itu? Bukankah ia hanya murid biasa?”


“Kudengar gadis itu bersahabat dengan si tampan, hah beruntung sekali ia berteman dekat dengan anggota VA, bahkan semua anggota VA tampak menyambutnya dengan baik.”


“Aku iri sekali!”


Itulah yang gadis-gadis ocehkan untuk Alecia, tetapi Alecia tidak menanggapi ocehan itu. Persahabatannya dengan anggota VA telah berjalan selama lima tahun, bersahabat dengan Netta, Roman, Romeo, Eren dan Akira. Netta juga memperkenalkan Steven kepada Alecia sehingga mereka berteman, kecuali dengan Ethan yang bersifat dingin kepada Alecia.


Hani dan Gisel menemui Alecia menerima pemberitahuan bahwa dirinya lolos seleksi. Gisel membawa bunga dan memberikannya kepada Alecia.


“Selamat datang di Buniv, ini untukmu” ucap Gisel sembari memberikan bunga mawar kepada Alecia.


“Terima kasih” jawab Alecia sembari mengambil bunga dari tangan Gisel.


“Alecia, selamat datang di Buniv. Boleh aku bertanya sesuatu padamu?” ucap Hani.


“Ya tentu saja, kamu ingin bertanya apa, kakak Hani?” jawab Alecia.


“Bagaimana kabar Violin? Sudah setahun ini ia tidak memberi kabar kepadaku, ia sungguh masuk Akademi Yexiao kan?.”


“Aku pikir begitu, awalnya. Tetapi ayahku bilang kalau Violin tidak masuk akademi Yexiao.”

__ADS_1


Sontak Hani dan Gisel terkejut mendengar jawaban Alecia.


“Apa? Lalu Violin sekolah dimana?” ucap Hani.


“Ia memutus hubungan komunikasi dengan kami selama satu tahun, setelah lulus dari HS7 tidak ada komunikasi setelah itu” ucap Gisel.


“Aku juga tidak berkomunikasi lagi dengan kakak Violin selama satu tahun hingga sekarang. Saat tahun kelulusan kalian, ia juga menghilang.  Kamu tahu maksudku? Sehari setelah kelulusan, aku sempat mendengar kabar jika ia akan mendaftar di Akademi Yexiao, aku percaya awalnya tetapi lama semakin lama aku penasaran mengapa kakak Violin tidak kunjung memberi kabar. Aku bertanya pada ayah, dan ayah memberitahuku kalau kakak Violin pergi melakukan perjalanan, dan ia tetap bersekolah di Akademi Yexiao. Aku pikir ada sesuatu yang dirahasiakan kakak Violin padaku, terhubung kedua orang tuanya tidak pernah menemuinya sejak tinggal di rumahku.”


“Ya, soal itu. Ia tidak pernah cerita tentang keluarganya. Tetapi aku merasa itu tidak masalah, mungkin memang ia memiliki tujuan untuk jalan-jalan” ucap Hani.


“Hah, kalau begitu mengapa aku tidak menirunya juga? Ia bisa bebas kemana pun dan bisa bersekolah” keluh Gisel.


“Ya kalau kamu memiliki kelebihan, dan itu akan lebih baik” ucap Hani.


“Hah, apakah kakak Violin memiliki kelebihan? Seperti apa?” tanya Alecia sedikit terkejut.


“Ya, maksudku kelebihan seperti memiliki banyak uang sementara Gisel tidak punya itu!”


“Ya, soal itu. Aku tidak punya” ucap Gisel.


“Alecia, aku dan Gisel kembali ke kegiatan kami dulu. Sampai jumpa!” ucap Hani segera mengakhiri perbincangan lalu menarik tangan Gisel untuk membawanya pergi.


Saat jauh dengan Alecia, Hani segera melepaskan tangan Gisel.


“Aku senang sekali mendengarnya, kalau Violin jalan-jalan bagiku tidak masalah asal ia baik-baik saja sekarang” ucap Hani.


“Ya, aku juga merasa begitu. Aku pikir sesuatu telah terjadi padanya” ucap Gisel.


“Hai, jika Violin jalan-jalan sembari bersekolah maka ia sangat giat dalam belajar. Maka kita harus giat belajar juga agar jika kelak bertemu kembali kita bisa setara atau melampauinya. Ilmu pengetahuannya pasti bertambah” ucap Hani memberi saran.


“Ya, aku setuju denganmu. Bagaimana kalau kita mempelajari sedikit kemampuan kita, aku ingin membuatnya terkejut kalau kita bisa menggunakan kemampuan magis” ucap Gisel mendukung saran Hani.


Hani menganggukan kepala sebagai tanda setuju, keduanya pun pergi dan melakukan apa yang mereka katakan.


Keberadaan Alecia,


Kedatanganku di Buniv disambut oleh anggota VA yang telah menjadi temanku. Netta pun mengantarku ke asrama, tempat tinggalku yang sekarang saat belajar di Buniv ini. Netta membantuku membawakan koper dan aku membawa bunga-bunga pemberian Romeo, anggota VA lainnya, Hani dan Gisel.


“Alecia, apakah kamu sudah dapat melakukan magis pelindung?” tanya Netta padaku.


“Ya aku sedikit menguasainya, aku sudah belajar mengenai magis pelindung. Apakah aku bisa bergabung menjadi anggota VA sepertimu?” tanyaku sembari melihat ke arah Netta yang berjalan disampingku.


“Ya tentu saja, tetapi kamu harus memperlihatkan kemampuanmu pada mereka yang berhak menilaimu. Aku rasa sebentar lagi VA juga akan membuka rekrut anggota baru. Kamu tahu tugas VA apa saja?”


“Tidak, apa saja? Katakan padaku!”


“Salah satunya melindungi semua orang di Buniv ini, nanti di asramamu, akan kutunjukan sesuatu yang harus kamu tahu” ucap Netta membuatku penasaran.


Hingga kami semakin dekat dengan kamarku, dan tiba di depan kamar. Netta membuka pintu kamar, dan terlihatlah ruang kosong dengan tempat tidur.


“Ini adalah kamarku sebelum aku bergabung dengan VA, kalau VA sih bukan tidur disini. Di gedung sebelah” ucap Netta sembari meletakan kunci pintu di meja belajar, dan meletakan barangku disamping tempat tidur. Aku pun meletakan bunga-bunga di tempat tidur. Netta berjalan menuju jendela yang ditutupi oleh tirai, Netta menarik tirai hingga terlihatlah pemandangan luar.

__ADS_1


Cahaya matahari masuk ke ruangan ini, dan Netta diam-diam menjauhi cahaya itu. Ia menyudut ke pintu luar kamar agar tidak terkena cahaya matahari secara langsung.


“Baiklah, Alecia. Aku pergi dulu, kunci pintu di meja belajarmu. Sampai jumpa!” ucap Netta bergegas pergi.


__ADS_2