Bride Of Vampire Golden Time

Bride Of Vampire Golden Time
Ditolak


__ADS_3

Keberadaan Alecia,


Begitu diriku membuka pintu, aku melihat kedatangannya. Ia mengenakan pakaian yang rapi.


“Selamat malam, Alecia” sapa Roman.


“Kamu sudah siap?”


“Ya tentu saja, tunggu sebentar aku akan mengunci pintu kamar” ucapku yang kemudian mengunci pintu kamar dan mulai pergi bersama Roman.


Roman membawaku ke halaman asrama VA, dimana kedatangan kami berdua disambut oleh Netta dan Steven.


“Selamat malam, Alecia?” sapa Netta padauk.


“Selamat malam, Netta!” jawabku.


Roman menarik kursi dan mempersilahkanku duduk. Ia memperlakukanku dengan sangat baik. Hanya dengan tatapan, Roman meminta Netta dan Steven pergi. Kini hanya ada kami berdua.


Steven dan Netta pergi dengan cepat, hingga jauh dari VA mereka berhenti dan berbincang.


“Wah, sepertinya ada yang sedang kencan!” ucap Netta.


“Apakah kamu cemburu?” tanya Steven.


“Tidak, tentu saja tidak. Bukankah sebentar lagi akan ada gerhana? Pasti akan jadi sangat meriah”


Steven tersenyum, “Aku pikir Romeo, Roman dan Ethan akan menemukan pasangan mereka.”


“Ya aku akan senang jika mereka menemukan pasangan mereka kembali. Tetapi aku tidak tahu masa lalu Roman dan Ethan. Bahkan Romeo!”


“Bukankah kita sudah sepakat untuk tidak mengetahui masa lalu mereka?.”

__ADS_1


“Ya, aku setuju tapi jangan ada lagi korban untuk mencari wadah membangkitkan seorang gadis terutama Romeo. Itu sangat bertentangan denganku!” ucap Netta kesal.


Steven pun tersenyum dan ia mengelus rambut Netta seraya berucap “Tidak, tidak ada jalan lain selain begitu bukan? Selagi mereka tidak memiliki keluarga maka semuanya akan baik-baik saja.”


“Hah, dasar!” ucap Netta kesal yang kemudian pergi meninggalkan Steven sendirian.


Steven hanya bisa memasang wajah datar, dan secepatnya pergi menyusul Netta.


Sementara itu keberadaan Roman dan Alecia.


Makan malam bersama Romeo berjalan dengan lancar, hingga selesai makan malam barulah kami berbincang.


“Alecia, aku sangat malam ini dapat makan malam bersamamu” ucap Roman.


Alecia tersenyum, “Ya aku juga, aku bahkan tidak menduga pertemanan kita telah terjalin dalam waktu yang lama.”


“Ya, aku juga demikian” jawab Roman.


“Aku boleh bergabung?” tanya Romeo.


“Tidak! Aku tidak mengundangmu” jawab Roman.


“Aku tidak bertanya padamu, aku bertanya pada Alecia. Alecia, boleh aku bergabung?” jawab Romeo.


“Entahlah, aku tidak tahu yang mengundangku kemari adalah Roman” jawabku.


“Baiklah, aku bergabung!” ucap Romeo.


“Hah, kacau! Kacau! Pengacau!” ucap Roman.


Dua pria mulai berdebat hingga membuat diriku tertawa geli.

__ADS_1


“Apa kamu mencoba merebut gadisku?” tanya Romeo.


“Woah! Sejak kapan Alecia menjadi gadismu?” tanya Roman.


“Sejak pertemuan pertama kami, seharusnya hanya aku yang boleh mengajaknya makan malam seperti ini!”


“Oh tidak bisa begitu! Aku sudah melakukannya dengan sangat baik, lagi pula kamu dan dia belum mengikat janji apapun.”


Spontan Romeo dengan cepat mengeluarkan cincin dari saku bajunya dan mempersembahkannya kepada Alecia.


“Alecia, maukah kamu bersamaku?”


Sontak diriku terkejut melihat tingkah Romeo yang mengeluarkan cincin dari saku baju.


“Hah, maksudnya apa?” tanyaku.


Sontak Roman yang menyaksikan tertawa berhak-hak dibuat oleh jawaban Alecia.


“Nah, nah! Ditolak, hahahahaha……”


“Tidak, tidak mungkin! Alecia, kamu mau kan?” tany Romeo.


“Aku? Aku tidak tahu harus bagaimana? Sekarang bukankah belum saatnya seperti itu? Aku harus menyelesaikan pendidikanku disini, aku takut Violin marah kepadaku” jawabku.


Romeo menganggukan kepala, ia memahaminya dengan baik dan segera menyimpan cincinya lagi ke dalam saku baju.


“Benar, Violin ya? Bagaimana kabar dia sekarang?” tanya Romeo.


“Aku tidak tahu, aku kehilangan kontak dengannya” jawabku.


“Ah ya aku harap Violin tidak marah atas semua ini!.”

__ADS_1


__ADS_2