
“Apakah di sekitar Buniv ada restoran atau café?”
“Tidak ada, tetapi aku akan memasak untukmu, kamu mau makan malam yang bagaimana?”
“Aku lebih suka sesuatu yang manis, dan sehat. Mungkin akan bertentangan dengan sedikit sayur” ucapku.
Roman tersenyum manis, “Baiklah, sampai jumpa nanti malam. Aku akan menjemputmu jam tujuh malam” ucap Roman yang kemudian pergi meninggalkanku.
Aku pun segera meletakan buku pelindung kembali ke rak, dan pergi keluar dari ruang perpustakaan. Pergi jalan-jalan lagi, namun entah mengapa pikiranku malah tertuju pada Roman. Aku merasa aneh saja mengapa pria yang jarak pertemanannya jauh dari diriku untuk mengajakku makan malam.
Perlahan-lahan matahari mulai berjalan sesuai dengan porosnya, angin berhembus sejuk menerpa dedaunan. Matahari mulai memperlihatkan cahaya indahnya yang penuh warna.
Siswa-siswi Buniv memasuki asrama mereka masing-masing, tidak ada yang berada di luar begitu kegelapan datang menyelimuti tempat ini. Hanya lampu teras asrama yang menyala. Kesunyian menyelimuti Buniv dengan cepat, tidak ada seorang pun terlihat di asrama siswa-siswi. Hanya anggota VA yang mulai bergerak.
Anggota VA mulai berjaga-jaga di area Buniv, malam ini terlihat sekali penampilan yang berbeda dari Roman. Ia bahkan menyiapkan meja dan dua kursi serta makanan yang lezat.
Netta memperhatikan teman pria itu, ia tersenyum dan menyapa Roman.
__ADS_1
“Roman, makan malam dengan siapa?” tanya Netta.
“Aku mengajak Alecia makan malam, apakah kamu keberatan?” jawab Roman.
“Tentu saja tidak, tetapi bagaimana cara menyembunyikan aura itu ya? Gadis itu seharusnya belajar menyembunyikannya, astaga!” ucap Netta.
“Ia tidak tahu akan memiliki aura yang menarik, bagaimana kalau pinta Romeo membelikan kalung untuk hadiah pertemuan. Kalung yang menyembunyikan aura seseorang, datang saja ke took yang menjual barang antic” saran Roman.
“Mengapa tidak kamu saja melakukannya?”
“Ya itu benar, apakah Romeo mau membelikannya benda seperti itu? Kudengar itu juga cukup sulit dicari karena tidak ada yang membuat lagi.”
“Ya jadi barang langka sekarang tapi itu adalah hadiah yang baik. Aku akan menjemput Alecia dulu, tolong jaga semua ini dengan baik” ucap Roman yang kemudian pergi meninggalkan Netta sendirian.
Tidak lama kepergian Roman, Romeo datang menghampiri Netta.
“Roman menjemput Alecia?” tanya Romeo.
__ADS_1
“Ya, kamu mendengarnya dari jauh ya. Lakukan saya yang ia minta, bukankah itu lebih baik? Kamu ingin mendapatkan Alecia bukan?” jawab Netta.
“Tapi kamu yakin?”
“Ya tentu saja, apakah kamu ingin Alecia didapatkan oleh vampire jahat? Auranya hari demi hari bisa membuat vampire sepertimu lupa diri, apalagi ia tinggal disini”
“Baiklah, aku akan mencari kalung itu. Sampai jumpa lagi, Netta” ucap Romeo yang kemudian pergi mencari kalung yang dimaksud.
Netta yang memperhatikan pergerakan Romeo yang cepat hanya tersenyum. Ia menunggu Roman dan Alecia datang.
“Hah, aura itu beruntung ada disini. Coba saja di luar sana dan tidak ada yang mengawasi. Semuanya bisa kacau” ucap Netta.
Sementara itu keberadaan Alecia,
Tanpa keraguan aku bersiap-siap untuk dijemput oleh Roman, ia yang mengajakku untuk makan malam bersama. Tiba-tiba saja seseorang mengetuk pintu seraya berucap “Alecia, ini aku Roman. Kamu ada di dalam? Aku datang untuk menjemputmu!” ucap Roman sembari mengetuk pintu sebanyak tiga kali.
“Baik, aku datang!” jawabku bergegas membuka pintu.
__ADS_1