BROTHER LOVE

BROTHER LOVE
Keputusan


__ADS_3

Hari ini adalah hari Minggu. Semua anggota keluarga Atmaja sudah menunggu di ruang tamu untuk mendengarkan hal serius yang dimaksud papanya tadi.


Dimulai dari anak tertua mereka yang bernama Barga Nevalion Atmaja. Cowok tampan yang terkenal humble dan mempunyai aura positif vibes. Barga kuliah semester dua di salah satu universitas ternama di Jakarta. Dengan tinggi badan yang cukup atletis dan kulitnya yang putih bersih mampu membuat para gadis kampus memuja kesempurnaan Barga.


Setelah Barga ada si Tenggara Gilvan Atmaja atau biasa di panggil Gara. Cowok dengan kulit sawo matang dan mempunyai wajah tegas yang digin mewarisi papanya. Hobinya membaca buku dan ia tidak suka dengan keramaian. Tipe cowok misterius dan paling pendiam diantara saudaranya. Gara duduk di bangku 12 SMA Patimura. Tentu saja sekolah yang isinya adak gedongan semua. Di sekolah dia juga sangat terkenal dan diidolakan kaum hawa karna selain otaknya encer dia juga mempunyai kemampuan bela diri.


Terakhir ada Nanta Juansara Atmaja. Cowok yang terkenal dengan keras kepala dan juga temperamental. Nanta duduk di bangku kelas 11. Ia satu sekolah dengan kakaknya Gara. Mereka hanya selisih satu tahun saja. Nanta adalah kapten basket yang tak kalah famous dari Gara. Wajahnya tampan namun mulutnya suka pedas jika sudah berbicara.


Sekarang ketiga cowok itu sedang menunggu papa dan mamanya keluar dari kamar. Entah apa yang mereka sedang diskusikan sejak tadi. Sedangkan Nala, gadis asing yang memasuki rumah mereka tadi pagi juga ikut menunggu di ruang tamu bersama ketiga cowok itu.


Setelah menunggu lumayan lama akhirnya papa dan mama mereka keluar. Arga Atmaja yang pembawaannya selalu berwibawa dan tegas itu ikut duduk di ruang tamu di susul oleh Thalita istrinya.


"Sebenernya ada apaan sih pa, ma? Serius banget perasaan," ujar Nanta membuka pembicaraan.


"Ada yang mau papa sama mama sampaikan ke kalian. Ini adalah Nala. Dan mulai sekarang Nala akan tinggal di rumah ini bersama kita. Dia akan menjadi adik kalian," ucap Arga membuat keputusan.


Ke tiga cowok itu sontak kaget termasuk dengan Nala yang sekarang mendongak menatap Arga dan Thalita bergantian.


"Papa sama mama apaan sih? Kenapa main angkat orang asing jadi anak segala? Ini sebenarnya ada apa pa? Tadi papa bilang mau ngomongin soal rahasia? Jangan bercanda deh," protes Nanta yang kesal dengan keputusan sang papa yang tak masuk di akalnya.


"Tuan, nyonya, maaf sebelumnya. Tapi saya tidak bisa tinggal di sini. Saya ke sini hanya ingin bertemu dengan kakak kandung saya. Itu  saja," sela Nala.


"Heh cewek cupu! Lo mau modusin keluarga gue ya? Kita-kita di sini nggak ada yang kenal sama lo. Ngaku-ngaku kakak lo di sini lagi! Salah alamat kali lo!" jawab Nanta dengan mulut pedasnya seperti biasa.

__ADS_1


"Nanta!" tegur Thalita sambil menatap tajam Nanta di tempatnya.


"Jangan keterlaluan kamu! Apa yang Nala ucapkan itu benar. Memang kakak kandung Nala ada di salah satu dari kalian. Ceritanya panjang. Makanya dengerin penjelasan papa sama mama dulu," lanjut Thalita lagi.


Barga, Gara, dan Nanta saling melempar pandang. Tentu saja mereka bertanya-tanya maksud dari perkataan Thalita barusan.


"Dulu papa sama mama bersahabat dengan Rinjani dan Dirgantara. Mereka adalah orang tua Nala. Saat Rinjani melahirkan seorang anak laki-laki, terpaksa dia harus menitipkannya pada kami karena keadaan mereka dulu sangat sulit. Namun saat papa sama mama pindah ke kota mama hilang kontak dengan Rinjani. Dan anak itu adalah salah satu diantara kalian," cerita Thalita panjang lebar.


Sebenarnya Thalita tidak ingin menceritakan ini semua karna bagaimanapun dia tidak pernah membedakan anaknya sendiri dengan Rinjani. Terlebih dia juga tidak siap jika harus kehilangan anak Rinjani yang sudah dia asuh bertahun-tahun. Thalita sudah menganggap anak itu seperti darah dagingnya sendiri.


"Terus siapa ma? Siapa diantara kami yang mama maksud anak pungut itu?" sarkas Nanta.


"Nanta!" sentak Arga dengan lantang.


"Tidak ada anak pungut dirumah ini. Kalian semua adalah anak papa dan mama. Karena mulai sekarang Nala akan tinggal di rumah ini dan menjadi adik kalian. Kadi tidak penting siapa anak itu," ucap Arga lagi.


Nala berpikir sejenak. Jujur Nala tidak menyangka jika semuanya akan menjadi serumit ini.


"Tidak perlu nyonya. Saya bisa kok jaga diri saya sendiri. Saya cuma ingin bertemu saja dengan kakak saya. Itu lebih dari cukup. Saya juga tidak memaksa untuk mengajak kakak saya pergi dari rumah ini," tolak Nala sekali lagi dengan sopan.


Namun bukan keluarga Atmaja namanya jika apa yang mereka mau tidak bisa mereka dapatkan. Thalita masih dengan sabar membujuk Nala agar mau tinggal di rumah mereka.


"Kami akan memberi tahu siapa kakak kamu jika kamu berkenan tinggal disini. Saya mohon. Rinjani adalah orang yang baik. Izinkan saya menebus kebaikannya," ucap Thalita.

__ADS_1


"Lagipula jika kamu tinggal disini, mereka bertiga akan menjadi kakak kamu. Barga, Gara, Nanta dan kamu. Kami pasti akan senang karna kami juga tidak mempunyai anak perempuan. Iya kan pa?" Thalita melirik ke arah suaminya yang berada di sampingnya.


"Betul Nala. Tinggalah disini. Kami pasti akan senang. Tidak penting siapa kakak kandung kamu karna mulai sekarang mereka bertiga akan menjadi kakak kamu," ucap Arga menambahkan.


Nala masih termenung memikirkan keputusannya. Keluarga Atmaja sangat berbeda dengan apa yang Nala bayangkan sebelumnya. Keluraga ini ternyata begitu baik dan justru mau menerimanya. Nala sebenarnya menjadi tidak enak sendiri.


"Sudah tidak usah memikirkan apa-apa lagi. mulai sekarang kamu akan bersekolah di SMA Patimura bersama Gara dan Nanta. Biar saya yang mengurus semua keperluan kamu," ucap Arga memutuskan.


"Dan kamu harus panggil kami dengan sebutan papa dan mama, ya sayang," timbrung Thalita.


Nanta yang sejak tadi diam rasanya sudah tidak tahan lagi untuk bicara mengeluarkan uneg-unegnya.


"Pa, ma! Sumpah ini nggak lucu! Masa cewek cupu ini tinggal di rumah kita sih?" protes Nanta yang masih belum terima.


"Keputusan ini sudah bulat Nanta. Lagian ke dua kakak kamu aja setuju kenapa kamu repot sendiri?" tanya Arga.


"Kalian kenapa diem sih? Ngomong kek! Kalian  juga nggak setuju kan?" Nanta melotot pada Barga dan Gara yang sejak tadi justru terlihat santai.


"Kalo gue sih terserah papa sama mama aja. Kalo lo gimana Gar?" sahut Barga.


"Gue juga ngikut," jawab Gara datar.


"Emang di rumah ini pada nggak waras semua! " ucap Nanta kesal dan langsung pergi begitu saja meninggalkan ruang tamu.

__ADS_1


"Udah kamu nggak usah mikirin ucapan Nanta ya. Dia orangnya emang temperamental. Tapi sebenarnya dia baik banget kok," ucap Thalita memberi pengertian pada Nala.


Nala pun sudah tidak bisa menolak lagi. dengan terpaksa Nala harus tinggal bersama keluarga Atmaja dan memulai kehidupan barunya di Jakarta. Nala hanya berharap suatu saat ia akan tahu siapa kakak kandungnya karena dia benar-benar ingin tahu.


__ADS_2