
Hingga malam menjelang Barga dan Nala belum juga pulang ke kediaman Atmaja. Mereka seperti tengah asyik menghabiskan waktu bersama untuk saling mengenal satu sama lain. Ini memang sebagian kecil dari rencana Barga yang sejak kemarin dia pikirkan. Barga ingin semua orang benar-benar akan terpesona saat melihat Nala di acara pesta nanti malam. Maka dari itulah Nala sengaja dia make over habis-habisan. Sebenarnya Nala sudah cantik natural dengan kulit putihnya. Hanya saja gadis itu tidak pandai merias wajah.
"Barga, dimana kamu? Acara sudah mau di mulai setengah jam lagi kenapa kamu dan Nala belum juga pulang? Jangan main-main kamu!" ujar Arga di telefon. Dia sangat khawatir karna tamu-tamu undangan sudah banyak yang datang namun Nala justru belum juga sampai di rumah.
"Iya pa sebentar lagi Barga dan Nala sampai kok ini. Papa tenang aja ya,"
"Yasudah. Papa tunggu di rumah,"
Setelah mematikan telfon dari sang papa Barga lantas melirik Nala yang tengah duduk di sampingnya. Mereka sudah berada di perjalanan pulang. Barga akui, Nala begitu sangat cantik. Barga sendiri sampai terpesona melihat penampilan gadis itu.
"Kak Barga kenapa liatin aku begitu? Kakak bikin aku jadi gugup tahu nggak," ucap Nala sambil menutupi wajahnya dengan ke dua telapak tangan.
Barga terkekeh melihat Nala yang di buat salah tingkah. "Kamu cantik banget Nala. Pasti semua orang akan terpesona melihat penampilan kamu yang kayak gini. Kakak aja sampek pangling loh liatnya," puji Barga.
"Ini semua berkat kak Barga. Makasih ya kak,"
Barga mengangguk kecil sambil tersenyum. Ada secuil kebahagiaan yang rasanya belum pernah Barga rasakan di hidupnya selama ini. Ya, melihat senyum Nala yang begitu tulus dan sangat manis sekali malam ini.
Beberapa menit kemudian mobil Barga akhirnya sampai juga di pelataran rumah Atmaja. Semua tamu undangan sudah berdatangan dan menunggu acara yang di nanti-nantikan. Barga keluar terlebih dulu dari mobilnya dan membukakan pintu penumpang untuk Nala. Dari sorot matanya Barga sudah mengerti jika gadis itu tampak sangat gugup. Akhirnya Barga pun mengulurkan lengannya agar Nala bisa menggandengnya.
__ADS_1
Nala dengan senang hati menerima uluran tangan itu. Kini ke duanya berjalan beriringan menuju acara utama yang letaknya di taman belakang rumah mereka. Kedatangan mereka pun langsung menjadi pusat perhatian. Semua pasang mata hampir tak berkedip karna melihat penampilan Nala yang begitu cantik dan elegant dengan balutan gaun yang berwarna hitam. Barga sendiri tak kalah tampan. Cowok itu mengenakan setelan jas yang menambah aura kemaskulinan dan kharismanya keluar.
Arga, Thalita, Gara dan Nanta di buat melongo. Mereka tak percaya bahwa selera Barga bisa semahal ini. Barga memang bisa diandalkan jika hal itu menyangkut tentang dunia fashion.
Sedangkan Helena yang berada di tengah-tengah keluarga itu sudah memancarkan amarahnya. Dia semakin membenci gadis kampungan itu.
"Kemarin nempel sama Gara, sekarang Barga. Sialan banget tuh gadis kampung. Awas aja lo nanti!" batin Helena. Rasanya Helena tidak terima semua orang terpesona dengan gadis itu.
Setelah semua berkumpul kini tiba saatnya acara itu di mulai. Arga langsung naik ke atas panggung untuk menyapa tamu-tamunya dan mengatakan tujuannya mengadakan pesta dadakan ini.
"Pertama-tama saya ucapkan terimakasih kepada para tamu undangan yang sudah hadir dalam pesta malam ini seperti klien-klien saya yang terhormat, rekan-rekan bisnis saya, dan juga teman-teman semua dari SMA Patimura yang sungguh luar biasa sekali," Arga memberi jeda dengan melakukan tepuk tangan di atas panggung itu. Semua hadirin pun ikut berbahagia dan bertepuk tangan juga.
"Di sini, saya Arga Atmaja ingin memberitahukan sesuatu hal yang sangat penting sekali. Dengan acara pesta malam ini, saya ingin mengangkat Nala, putri dari sahabat saya di masa lalu yang sudah cukup banyak membantu saya, menjadi putri dari keluarga Atmaja secara resmi,"
"Apa??? Sialan! Jadi gadis kampung itu diangakat jadi putri keluarga Atmaja? Arghh! Kurang ajar!" di sela riuhnya tepuk tangan itu Helena tak henti-hentinya mengomel karna masih tidak terima.
Bagi Helena tetap saja gadis kampung itu adalah penghambat untuk dirinya bisa mendekati Gara dan juga Barga.
Di sisi lain Nala sangat lega saat dirinya kini di akui sebagai anggota keluarga Atmaja secara resmi. Setidaknya setelah acara ini dirinya tidak di pertanyakan lagi asal usulnya di sekolah. Dan dia bisa tenang saat di sekolah dekat dengan Nanta atau pun Gara. Nala hanya tidak ingin dirinya ataupun kakak-kakaknya itu di gosipkan sekolah. Dan semua ini berkat ide Gara waktu itu. Laki-laki itu seperti tahu akan isi hati Nala tanpa harus Nala menjelaskan padanya.
__ADS_1
"Selamat datang di keluarga Atmaja, baby sist," ujar Barga sambil mengelus kepala Nala dengan pelan.
Nala pun hanya mampu tersenyum dengan haru. Semua pasang mata sangat iri saat ini melihat Nala yang di kelilingi oleh tiga laki-laki tampan sekaligus.
"Sori ya, gue tahu gue yang paling jahat diantara kakak-kakak gue. But, welcome di keluarga Atmaja, adik perempuan gue yang baru," ucap Nanta sambil mengacak rambut Nala pelan. Cowok itupun juga tersenyum pada Nala.
Melihat perlakuan Nanta yang berubah itu langsung membuat Nala semakin bahagia. Ternyata jika tersemyum Nanta tak kalah tampan juga.
"Makasih banyak kak Nanta,"
Terakhir pandangan Nala tertuju pada Gara. Cowok itu menyimpan ke dua tangannya di saku celana. Wajahnya datar seperti biasa namun sungguh di mata Nala hanya laki-laki ini yang menyita perhatiannya dari tadi. Beberapa detik kemudian Gara akhirnya tersenyum kecil dan mengacak puncak kepala Nala pelan.
"Selamat ya,"
...****************...
Yang dingin emang paling gemesin ya bund😅😅
Makin pusing gak tuh Nala nyari kakak kandungmu?
__ADS_1
BTW, jangan lupa kasih vote dan komentarnya yaa teman teman
🥰🥰🥰