
Karna rasa penasarannya Helena memutuskan untuk mencari Nanta. Dia sudah tidak tahan ingin mencari informasi tentang gadis kampung itu. Jika dia menanyakan hal ini langsung pada Gara jelas saja laki-laki dingin itu tidak akan mengaku. Mengingat Gara yang selalu cuek terhadapnya. Dan yang membuat Helena semakin kesal mengapa gadis kampung itu baru saja muncul sudah mendapat perlakuan manis dari Gara sang pujaan hatinya. Helena benar-benar tidak terima.
"Nanta! Siapa gadis kampung yang bersama Gara di taman sekolah itu!" teriak Helena saat dirinya menemukan Nanta sedang mengobrol bersama teman-temannya di lapangan basket.
Teriakan Helena yang tiba-tiba terdengar membuat Nanta kaget hingga dirinya menatap wanita itu dengan tatapan tajam. Ya, Nanta memang tidak menyukai wanita itu sejak dulu.
"Lo nanya apa mau ngajak ribut sih? Nggak usah pakek teriak bisa kan? Gue nggak budek,"
Helena hanya memutar bola matanya tak peduli. Sebenarnya dia tahu Nanta tidak menyukainya.
"Yaudah jawab aja! Gadis kampung yang nempel sama Gara itu siapa? Lo kan adiknya, lo pasti tahu lah," ucap Helena yang semakin mendesak Nanta agar menjawab pertanyaannya.
"Mana gue tahu. Pacarnya kali," jawab Nanta dengan santai.
__ADS_1
Dia sengaja menjawab seperti itu agar Helena semakin kesal. Sekali-kali cewek ular itu harus dia kasih pelajaran agar tidak terus bermuka dua di hadapan ke dua kakaknya.
Ya, Helena itu menyukai Gara. Di sekolah dia selalu mengklaim jika Gara dan dia sangat dekat hingga beredar gosip mereka berdua sudah jadian. Namun di sisi lain, perempuan itu juga dekat dengan Barga. Tak jarang Helena berkunjung ke rumah Atmaja untuk bertemu dengan Barga. Dan jika di depan Barga Helena mendadak berubah menjadi putri solo yang sangat anggun. Bahkan dia tidak pernah berkata dengan nada tinggi. Itulah yang membuat Nanta membenci Helena. Seakan dia ingin memiliki Gara dan Barga dalam waktu bersamaan.
"Nggak mungkin! Lo pasti bohongin gue kan?" kini wajah Helena sudah memerah menahan amarahnya. Dia tidak sudi jika harus kalah dengan gadis kampung itu.
"Kenapa? Lo nggak terima kalah dari cewek itu?" tanya Nanta hingga menampilkan senyum menyeringainya. Dia puas sekali melihat Helena yang termakan dengan kalimatnya barusan. Padahal yang bersama Gara itu sebenarnya adalah adik angkat mereka.
"Gue kalah dari gadis kampung itu? Cih! Yang benar saja,"
Helena langsung meninggalkan Nanta yang masih tersenyum miring. Entah senyum itu mengartikan apa namun Helena merasa sangat jengkel sekali. Dadanya sudah naik turun menahan amarahnya sendiri. Pokoknya dia akan menyelidiki siapa gadis kampung itu.
"Hei, lo siapa sih sebenarnya? Kenapa lo bisa seakrab itu dengan kak Gara dan kak Nanta?" pertanyaan itu Nala dapatkan kembali dari Alea, temannya sebangku. Kini mereka sudah bersiap untuk pulang sekolah.
__ADS_1
Karna Nala tidak mau terus di introgasi jadi dia akhirnya menceritakan asal usulnya yang sebenarnya. Mulai dari surat wasiat bundanya, hingga sekarang dia bisa menjadi anggota keluarga Atmaja.
"Hah? Lo nggak bercanda kan? Jadi diantara kak Barga, Gara sama Nanta itu kakak kandung lo? Jadi salah satu dari mereka bukan anak kandung dari keluarga Atmaja?" Alea benar-benar syok setelah mendengar cerita dari Nala si anak baru itu.
"Alea, tolong kamu jangan keras-keras ya ngomongnya. Aku nggak mau kak Gara sama kak Nanta di gosipin di sekolah gara-gara aku. Ini jadi rahasia kita ya," ucap Nala dengan lirih.
"Tenang aja Nala, gue bisa jaga rahasia orangnya. Tapi lo beruntung banget bisa punya kakak laki-laki tiga sekaligus. Mana ganteng-ganteng semua lagi. Gue juga mau kali," kekeh Alea ketika membayangkan dirinya ada di posisi Nala saat ini.
Ke dua perempuan itu kini mulai akrab dan saling bertukar cerita satu sama lain. Meskipun Alea masih berada di kelas 10 namun dia tidak pernah ketinggalan gosip dari kakak seniornya apalagi cogan-cogan seperti Gara dan Nanta.
"Oh iya gue sampai lupa. Lo harus hati-hati kalo deket sama kak Gara. Katanya kak Gara itu gebetannya kak Helena," ucap Alea mengingatkan.
"Nggak mungkin lah Alea kalau kak Helena itu cemburu sama aku. Aku kan hanya adik angkatnya kak Gara, bukan siapa-siapanya,"
__ADS_1
"Iya juga sih. Ya udah kita pulang yuk," ajak Alea kemudian.