Bukan Cinta Monyet

Bukan Cinta Monyet
Kemajuan


__ADS_3

Azka POV


Setelah hari itu aku menemui Ana di kampusnya sejak saat itu pula aku sulit bertemu dengannya seolah-olah dia sedang menghindari ku, Entahlah mudah-mudahan ini hanya perasaanku saja.


Siang ini sengaja tidak masuk kantor karena aku ingin merubah penampilanku seperti saran Kemal dan saat ini aku berada di Mall untuk membeli beberapa pasang pakaian tapi aku bingung memilih yang seperti apa.


"Tuan anda sedang apa disini?"tanya seorang gadis padaku yang ternyata itu gadis pujaan ku


"Oh hay Ana,aku sedang mencari sesuatu tapi bingung memilih."ucapku sembari menggaruk tengkukku yang sama sekali tak gatal


"Memangnya apa yang tuan cari?mungkin saya bisa membantu carikan?"tanyanya


"Boleh tapi bisakah kamu memanggil namaku saja dulu."pinta ku


"Menurut saya itu kurang sopan tuan,tapi baiklah bisakah aku memanggilmu kak saja?"tanyanya padaku


"Oke itu lebih baik,tapi setelah aku memberitahumu bisakah kamu berjanji untuk tidak menertawakan diriku?"tanyaku


"Memangnya apa yang ingin kakak cari?"tanyanya penuh selidik


"Hmm, sebenarnya kakak ingin merubah penampilanku biar kamu mau berteman denganku."jawabku ragu


kulihat ia menatapku heran matanya membulat mendengar penuturan ku dan seketika tawanya pecah.


"Ha...ha..ha..."tawanya tapi menurutku tawa itu membuat jantungku berdetak lebih cepat


"maaf kak,kenapa kakak harus merubah penampilan segala?"tanyanya heran


"Menurut kemal kakak kelihatan tua makanya kamu tak mau menerima ajakan ku saat itu."ucapku menjelaskan

__ADS_1


"Haiss,waktu itu aku menolak kakak karena memang aku sedang sibuk dan kurang nyaman aja dekat dengan orang baru,tapi tenang aja sekarang kita berteman."ucapnya sambil menjulurkan tangannya padaku


Refleks aku bengong tak percaya dengan yang aku dengar barusan seolah-olah tubuhku melayang mendengar ucapan Ana yang mau berteman denganku


"Kak...kakak tak apa?"Ucapnya seraya menggoyangkan lenganku


"Apa benar kamu berteman dengan ku?"tanyaku lagi


Dan Ana hanya mengangguk dan tersenyum padaku sangking bahagianya aku refleks memeluk tubuh Ana dan memberikan kecupan di seluruh wajahnya


Aku melihat Ana kaget dengan reaksiku tapi aku acuhkan itu.Aku menganggap ini kesempatan yang diberikan Allah untuk ku


dan saat aku melihat wajahnya pipinya tampak merah merona akibat tindakan spontan ku.


"Maaf Ana aku g sengaja."ucapku menyesal


"Lupakan itu kak."jawabnya singkat


"Entahlah aku juga bingung."jawabku jujur karena memang aku g tahu style


"Oke,apa kakak percaya padaku?"tanyanya padaku


"Hmm."jawabku


"Ayo ikut dengan ku kak."refleks aku kaget saat tangan mungil Ana menarik tanganku entah mau di bawa kemana aku percaya pad gadisku ini


Ha,sejak kapan dia jadi gadis ku?tanyaku heran pada diri sendiri.


"Ana,kamu mau membawaku kemana?"tanyaku bingung

__ADS_1


"Udah kakak ikut aja"jawabnya


Tak lama kami memasuki salon khusus pria entahlah apa yang akan ia lakukan.


"Kakak tunggu disini ya!" katanya


"Tapi kamu mau kemana?"tanyaku


"Ke sana sebentar."ku ikuti arah jarinya dan sepertinya ke arah kasir entah apa yang ia bicarakan cukup lama aku menunggunya dan saat ini Ana dan seorang pria berjalan ke arahku.


"selamat siang bro sudah siap?"tanyanya padaku dengan heran aku menatap Ana terlihat ia tersenyum dan mengangguk. Seperti terhipnotis aku pun mengangguk kan kepalaku pada pria itu yang sekarang aku tau dia pemilik sekaligus hair stylish


"Sudah lama mengenal Ana?"tanyanya padaku


"Kalo aku sudah lama mengenalnya tapi buat Ana mungkin sebentar karena dia adalah temen sekolahku dulu."Jelasku


"Oh,,,kamu pasti menyukainya.Dia gadis yang baik dan baik hati."ucapnya padaku


"Apa sangat terlihat?Anda sudah lama mengenal Ana?"tanyaku kembali


"Hmm,lumayan.ya sangat terlihat dari tatapan mu padanya."


"Sepertinya akan sulit."ucapku pilu


"Tidak ,kalau kamu mau berusaha,tahu gak kamu pria pertama yang dibawa kesini!"jelasnya


"Benarkah?"tanyaku antusias


"Ya,mungkin dia mulai melupakan janji masalalunya.Aku heran dengan lelaki bodoh yang melupakan janji pada gadis sebaik dan secantik dia.

__ADS_1


"Apa itu tentang janjiku agar dia tetap menungguku."gumamnya


__ADS_2