Bukan Cinta Monyet

Bukan Cinta Monyet
Sedikit kebahagiaan


__ADS_3

Hari ini kediaman Pramudita tampak hidup dengan adanya Ana,Gadis yang menarik perhatian seluruh penghuni mansion itu sikapnya yang lembut,welcome dan jangan lupakan masakannya yang setara restoran bintang 5 mampu menghipnotis semua penghuni termasuk para maid


"Sayang,masakannya sungguh luar biasa bisakah kamu ajarin Mama membuat hidangan penutup seperti tadi?"tanya mama Za dengan Antusias


"Bisa mah kalo tugas kampus lagi ga banyak Ana bisa bantuin kok,Mama g usah sungkan."jawabnya sopan


"Bener ya pokoknya secepatnya kabarin Mama kalo kamu lagi free."balasnya


"Sip mah bisa di atur."Balas Ana


Tanpa sengaja Mama Za melihat liontin kalung yang di pakai oleh Ana,dan ia mengenali bahwa kalung itu yang di bilang anaknya untuk orang spesial dalam hidupnya. ia tak berani menanyakan pada Ana


"Mah kenapa lama sekali kekasih Azka Mama pinjem ?"


"Dasar anak nakal,"hardik Mama za yang kesal melihat kelakuan sang putra


"Kenapa disini ribut sekali?Hmm wangi sekali apa yang sedang kalian masak?ucap pak pak pramudita seraya duduk di meja kursi tinggi yang di jadikan penyekat antara pantri dan meja makan


"Sini Pah Ana membuat Rainbow cake ini sangat lezat liat aja para maid tersihir kue buatan calon menantu Mama ini."ucapnya


"Benarkah??Papa bisa nikmatin ini?tanyanya ragu


"Tenang Pah semua rendah kalori jadi aman buat papa."balas Ana


Cup


Azka gemas sekaligus bahagia karena Ana memahami keluarganya

__ADS_1


"Hei dasar anak nakal kamu ya belum halal main sosor aja anak perawan orang."ucap papa Pramudita sambil menarik telinga putra kesayangannya itu


"Terus Pa aku suka itu"ucap Mama za dengan menunjukan dua jempolnya


"Ampun pah ,iya As janji ga lagi tapi lepasin telinga AZ sakit tau."ucap Azka sambil meringis memegang telinganya


Ana hanya tertawa melihat suasana di depannya itu


"g nyangka padahal kalo lagi di kerja kelihatan cool dan berwibawa taunya kek gini childish,tapi aku masih harus merahasiakan jati diriku sampai ada waktu yang tepat."ucapnya dalam hati


Sampai kondisi yang tadinya hangat menjadi tak bersahabat setelah tamu yang tak di undang hadir di tengah-tengah acara mereka. Gisela yang menyadari ada perempuan lain di tengah-tengah keluarga itu melayangkan tatapan mengejek pada penampilan Ana.


"Siang Uncle siang Aunty."sapa perempuan yang ternyata kedatangan nya g di harapkan itu


"Siang Gisela,"jawab tuan Pramudita sedangkan Mama za dan Azka tampak acuh fokus pada cake buatan Ana


Ana yang melihat itu tidak tahan untuk tidak tertawa


"Ha..ha.."tawanya pecah seketika


"Hai,kamu dasar babu g tau diri apa yang kamu tertawa kan??


"Maaf nona."ucap ana sopan


"Gisel,bersihkan wajahmu dulu sana di kamar tamu Santhi akan mengantarmu."


"Baik Aunty makasih."perempuan itu pergi seraya memberikan tatapan tajam pada Ana

__ADS_1


Seketika hening dengan pikiran masing-masing yang merasa gak enak pada Ana setelah melihat kelakuan Ana yang agresif pada Azka. Ana yang melihat situasi canggung itu segera memecah keheningan itu


"Mah, Pah sepertinya udah siang kebetulan Ana ada kelas jam satu nanti ana pamit dulu ya terimakasih makan siang nya."


"Yah padahal Mama masih pingin ngobrol deh."


"Ma,Ana kan ad kelas udah besok lagi biar Azka ajak kesini."balas pa pramudita


"Ya,udah deh tapi janji ya nanti main lagi ya sayang?Dan hanya di balas dengan anggukan dan senyum menawan milik Ana. Walaupun tampilan Ana yang sederhana dengan kaca mata bulatnya mereka justru terpesona


Setelah menyalami kedua orang tua sang kekasih Ana menuju ke mobil Azka


Azka tampak senang bisa keluar rumah tanpa berurusan dengan perempuan kegenitan itu.di saat keluar komplek ana menyadari modulnya masih tertinggal di rumah Azka


"Kak."


"Apa sayang?"


"Wee,sejak kapan?Ana terkejut dengan panggilan Azka


"Sejak saat ini dan selamanya."


"Stop,aku ga mau denger itu ada yang lebih penting soalnya"


"penting??dengan senyum merekahnya Azka menebak bahwa ada kemajuan di hubungannya."Apa kamu ingin kita menikah secepatnya?


"Ha..ha..kakak kepedean bukan itu kak,tapi modul aku masih ketinggalan di rumah Kaka dosen sekarang killer makanya modul itu penting biar nilai ku tidak di kurangi.mendengar penjelasan ana pipi Azka tepok jidat dan pipinya merona karena malu

__ADS_1


__ADS_2