Bukan Cinta Monyet

Bukan Cinta Monyet
Awal segalanya


__ADS_3

Ana POV


Hari begitu cepat berlalu dan selama ini ternyata kekasihku adalah Dia yang selama ini ku tunggu, walaupun aku tak menyadarinya dan aku tak ingin menuntut penjelasan lebih darinya.


Selama enam bulan ini aku melihat bagaimana keluarganya dan sikapnya tak berubah sedikitpun walaupun nenek sihir itu benar-benar menarik dana dari perusahaan milik mereka,Saat ini mereka mengalami masa sulit tapi aku tak bisa membantu secara terang-terangan.


Hari ini aku ada janji bertemu dengan kekasihku di sebuah cafe,Aku telah tiba 30 menit yang lalu tapi dia juga belum kelihatan batang hidungnya


"Sayang maaf ya membuat mu menunggu.",ucapnya sambil mengecup keningku


"Gak apa kak,kenapa denganmu kenapa berantakan sekali kak?" tanyaku


"Sebenarnya dua Minggu ini ada masalah di kantor jadi maaf ya akhir-akhir ini aku mengabaikan mu."ucapnya dengan menyesal


"Apa masalah nya serius kak?"tanyaku


"lumayan sayang,tapi tenang aja aku sama papa pasti bisa menghadapi ini."jawabnya menenangkan ku.


Saat kita sedang menikmati makanan lalat pengganggu menghampiri meja kita.


"Oh,rupanya tuan muda pramudita .sedang menikmati makan siang mewah ya."ucap wanita itu


Tapi ku lihat Azka mengabaikannya tetap tenang menikmati makannya seolah-olah wanita itu tak ada.


"BRakkk."


"Beraninya kamu mengabaikan ku, lihat saja sebentar lagi kau akan berlutut di kakiku untuk memohon."ucap Gisela

__ADS_1


"Oh,anda terlalu percaya diri nona."jawab Azka tanpa melihat wajah Gisela


"Oh,ternyata tua Bangka itu tidak memberitahu tuan muda ini kalo perusahaan nya akan diambil alih keluarga ku."


"Apa maksudmu?''terlihat terkejut dengan ucapan Gisela,dan wanita itu hanya mengangkat bahunya acuh tak acuh


"Oh,hai gadis miskin."sapa Gisela pada ku,aku melihat gerakan tangannya yang akan menyiramkan jus di gelasnya padaku,ku putar tangannya dan menuangkan jus itu ke kepalanya sendiri.


"Uppss,maaf sengaja."ucapku mencibir


Sebulan telah berlalu dan perusahaan keluarga Azka belum mampu bangkit, sepertinya memang aku harus turun tangan,dan aku juga harus mulai jujur siapa diriku pada mereka aku tak ingin memulai hubungan yang di dasari kebohongan.


Dan disinilah aku saat ini di sebuah cafe kecil di dekat aku kuliah,"Kak,bagaimana dengan perusahaan papa?"tanyaku memulai percakapan


"Masih sama saja,semua seperti jalan di tempat. setiap proposal yang kami buat seakan-akan menjiplak perusahaan lain padahal selama ini aku sendiri yang membuatnya itulah yang membuatku pusing."jelasnya panjang lebar


"Papa masih sedikit terguncang dengan ini dan juga kelakuan keluarga Gisella yang tidak profesional."


"Bolehkah aku bantuin kakak?"tanyaku sambil menatap dalam matanya untuk menyakinkan nya


"Kamu cukup jadi penyemangat ku saat ini dan selalu berada di sisiku sayang." tangannya menggenggam erat tanganku


"Kak,aku ingin mengatakan jujur padamu tentang kebohongan ku apa kakak akan memaafkan ku?"tanyaku penuh harap


Aku melihat dia mengernyitkan dahinya tanda ia bingung dengan ucapan ku.


"Apa itu sayang jangan buat aku takut,apa itu hal yang fatal?kalau iya aku akan marah padamu"

__ADS_1


Melihat ekspresi yang seperti itu justru terlihat seperti kucing yang imut,aku tak tahan untuk tertawa.Tak ku sangka Azka menarik telingaku saat melihat ku menertawakan nya.


"Ampun kak,iya..aku gak ketawa lagi.ucapku sambil memperlihatkan jari telunjuk dan jari tengahku membentuk huruf v.


"Apa yang kamu tertawa kan hmm?"ucapnya yang entah sejak kapan berada di depan wajahku


belum sempat ku jawab Azka mengecup bibirku sekilas.


"Dasar mesum,"ucapku sambil mencubit pinggangnya


yang keras itu untung saja jariku g copot


"Benarkah aku mesum."tanyanya sambil mengering kan sebelah matanya.


"Au ah,jangan bercanda Kaka aku serius nih."


"Iya maaf sayang,lihat aku.Ucapnya sambil menangkup kedua pipiku menghadap wajahnya.


"Apapun kebohongan mu itu aku yakin kamu punya alasan untuk melakukan nya,dak aku percaya seutuhnya padamu oke?.


Tanpa komando aku memeluk nya dengan erat dan air mataku menetes tanpa ijinku.


"Makasih kak."ucapku parau


"Hei,jangan menangis dong sayang."ia menarik ku menjauh dari tubuhnya dan menghapus air mataku.


Setelah dari kafe aku menarik Azka untuk mengikuti ku membawanya ke apartemen ku.aku memiliki apartemen yang jarang aku huni tapi kondisinya tetap bersih dan wangi karena setiap tiga hari sekali ada maid yang membersihkan.

__ADS_1


POV end


__ADS_2