
Ana POV
Entah kenapa hari ini aku mau aja nerima dia jadi kekasihku walaupun aku belum kenal banget sama dia,mungkin karena aku tersentuh dengan sikap polosnya yang berusaha merubah penampilannya agar aku mau meliriknya walau aku tau dia g nyaman.
Saat Azka mengungkapkan perasaannya padaku sekilas aku melihat perempuan yang sepertinya menatap kami dengan tatapan kebencian entahlah siapa itu tapi firasat ku mengatakan bahwa dia berniat jahat pada kami atau tepatnya aku.
Aku menolak niat Azka yang ingin mengantarku pulang dengan alasan aq masih ada urusan di luar setelah cukup lama aq memberi pengertian akhirnya dia percaya.
"Kak aku turun di halte depan saja ya."ucapku
"Kakak anter aja ya ini udah mau malam aku khawatir padamu."balasnya
"Haisss,baru berapa jam jadian udah kelihatan protektif nya."dengusku malas
"Maafkan kakak,oke aku mengalah tapi saat kamu tiba di rumah cepat hubungin aku okeh."jawabnya
"Hmm."Balasku manyun
Setelah turun dari mobil kekasihku aku duduk di halte itu sendirian menunggu supir yang hendak menjemputku
Tinn..tin..
"Nona maaf membuat anda menunggu."ucap pak Bambang sopan
"Tidak apa pak aku juga baru aja tiba."jawabku
"Ke mana ini Non." tanyanya lagi
__ADS_1
"Kita ke kantor dulu ya pak aku gak lama di sana baru itu kita pulang."jawabku
Saat di dalam mobil aku mencoba menggambar sket wajah wanita tadi dan mengirimkan ke tangan kananku agar cepat mencari informasi secepatnya
"Non,kita sudah sampai."ucap supir
"Ah,iya makasih pak tunggu sebentar ya ."
"Tidak apa non ."jawabnya
Saat di mobil aku telah mengubah penampilanku.dan saat memasuki lobi semua menunduk padaku,Aku berjalan menuju lift untuk mencapai ruangan ku.
"Selamat sore Tiwi ada perkembangan apa hari ini?"tanyaku pada sekertaris
"Eh Nona,maaf saya tidak menyadari kehadiran Nona."ucpanya kikuk
"Baik Nona."jawabnya
setelah beberapa saat Tiwi masuk dan menyerahkan berkas yang perlu di tanda tanganin dan perlu di pelajari
"Ok wi,saya pulang dulu ya ini semua sudah saya tanda tangani dan yang ini akan ku pelajari di rumah."ucapnya sambil menunjuk tumpukan map di sebelah kirinya
"Baik nona."jawabnya seraya menundukkan kepalanya tanda hormat untuk pemilik perusahaan ini
"Jalan pak."
Ucapnya pada sang supir saat tiba di lobi perusahaan nya.
__ADS_1
Dalam perjalanan pulang ke rumahnya ia melihat perempuan yang sedang duduk seorang diri di trotoar dengan wajah kebingungan nya
"Hai,mbak kenapa anda duduk seorang diri disini?"tanyanya
"Eh,non saya bingung mau kemana ini."jawabnya lesu
"Memangnya mbak mau kemana mungkin bisa saya antar ?"tanyanya lagi
"Justru itu saya bingung non,saya baru aja di pecat dari rumah majikan saya non gara gara ada nenek lampir."
"Hah,nenek lampir??ini kan sudah 2020 mbak masak iya masih ada nenek lampir."jawab Ana polos
"Ha..ha..Non sangat lucu.ya maksud mbak bukan mak lampir kaya di film non."
"Terus???
Setelah menghela nafas dengan berat perempuan yang ternyata mba Ira itu menceritakan masalahnya,Ana hanya mengangguk dan ber oh ria saja.
"kalo mbak g keberatan mbak bisa bekerja di rumahku kebetulan aku lagi membutuhkan asisten rumah tangga untuk membantu ibunya di rumah."
"Benarkah non,apa tidak apa saya kerja di tempat non padahal kita baru jumpa non?"tanya Ira ragu
"Woles mbak aku lihat mbak orang yang bisa di percaya,selagi mbak tidak menyalahgunakan kepercayaan ku mba bisa tetep kerja di rumahku."Jelas Ana
Ira sangat bersyukur karena pertolongan gadis yang baru ia jumpai itu dengan tidak sadar mba Ira menghambur dalam pelukan Ana
๐๐ Reader sedih ya Author udah lama g up up karena kesibukan Author jadi deh terbengkalai lah ini karya..๐๐ Author ingetin lagi ya jangan lupa like n coment nya mudah mudahan bisa trs upppp๐๐๐
__ADS_1