
"Hai Ana boleh gabung."tanya seorang pria
"Huh bisa gak cari tempat duduk yang lain apa ?"Jawab Ana ketus
"Tapi aku cuman pingin disini dia samping bidadari ku."balasnya
"Huekkk....sin kok aku mual yo denger ni orang satu ngomong."Cibir Ana
"Tau gue juga mual An."ledek Sinta
"Yee lo pada gitu kurang apa coba ganteng iya ,tajir apalagi..awas lho benci jadi cinta."balas pemuda itu
"Hadewhh."ucap Ana dan Sinta bersamaan sambil tepok jidat
"Bayu yang ganteng n tajir sono noh dah di tungguin princess Dila."kata Ana
"Denger ya Ana ku sayang aku ga ada hubungan sama Dila aku cuma mau ada hubungan sama kamu."ucapnya
"Bay, please lah jangan egois aku ingin belajar dengan tenang tanpa gangguan apapun."balas Ana serius
"Stop, tak perlu di teruskan bebeb Bayu.boleh mencintai Ana tapi jangan membuat Ana terlibat dengan perempuan bar bar itu."Balas sinta bijak
__ADS_1
"Oke tapi janji ya Ana sayang jangan coba-coba untuk menghindari ku."balasannya sambil melangkah pergi
"Huft,sin gue ad feeling g enak deh!"Ucap Ana lesu
"Tenang aja akan ada gue di samping mu."sambil mengelus pundak sang sahabat
**Satu tahun kemudian
Ana , Sinta dan Bayu tetap bersama sebagai sahabat walaupun Bayu belum menyerah tapi dia tetap menerima keputusan Ana.
Ana sebenarnya juga mendirikan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang property hanya saja tak ada seorangpun tau termasuk kedua orang tua dan sahabatnya.
Siang ini terlihat Ana mendatangi perusahaan nya setelah merubah penampilannya agar tak ad yang mengenalinya
"Siang wi apa ada kabar apa di perusahaan selama aku tidak berkunjung."ucapnya pada Tiwi
"Kebetulan sore nanti ada kunjungan dari klien dari Jakarta untuk membahas kerjasama selanjutnya nona."jawab sekertaris
"Dari perusahaan mana itu?Apa kamu sudah menyelidiki latar belakang perusahaan serta pemiliknya itu?"tanya Ana
"Sudah nona dan ini hasilnya,nona bisa lihat sendiri".jawabnya sambil memberikan tab nya pada Ana
__ADS_1
"Ok,bawakan aku makan siang saat kembali ke kantor karena saat ini sudah jam makan siang Tiwi."ucapnya dingin
"Baik nona saya permisi."Pamit Tiwi
Dan Ana hanya menganggukan kepalanya di perusahaan Ana di kenal dengan sikap dinginnya tapi seluruh karyawan segan padanya karena ia merupakan pemimpin yang tegas dan juga perduli dengan bawahannya.
Sore itu terlihat klien Ana telah tiba dan menunggunya di ruang meeting
"Selamat sore tuan,silakan duduk nona kami akan segera tiba."
"Baiklah terimakasih nona Tiwi kami akan menunggu."Balas sekertaris pria itu
Setelah itu terlihat Tiwi undur diri.
"Mal,apa kamu belum menemukan pemilik perusahaan ini sesungguhnya".tanya pria itu
"Belum tuan hanya sedikit informasi yang bisa aku dapat .Menurut para karyawannya pemimpin disini masih single,cantik dan peduli dengan bawahannya terbukti semua karyawan segan padanya tuan."Jawab Kemal sekertaris sekaligus sahabat pria itu
"Aku sungguh penasaran bagaimana orang itu sejak setahun kita menjalin kerjasama belum pernah sekalipun kita bertemu dengannya."Ucap pria itu penasaran
"Benar tuan mudah-mudahan hari ini kita bertemu dengan pemilik perusahaan ini.Semoga tuan juga jatuh cinta padanya."balas sang sekertaris di iringi senyum devil
__ADS_1
"Hah... Sepertinya tidak aku akan terus mencari Peri ku."Ucapnya sambil menerawang kejadian beberapa tahun yang lalu
Ceklek...