
Mereka telah tiba di apartemen yang di maksud Ana.
"Kak,mau minum apa?tanya ana pada kekasihnya itu
"Gak usah sayang,kita lanjutkan aja yang tadi apa yang ingin kamu bicarakan.sambil menepuk sofa di sebelahnya isyarat menyuruh kekasihnya itu untuk duduk.
"Oke tapi tunggu 5 menit aja aku ke kamar sebentar ya."balasnya
"Hei kamu gak mengajakku sayang,"dengan mengerling kan sebelah matanya
"Gak,tuan mesum weekk"sambil menjulurkan lidah pada sang kekasih bermaksud meledeknya
Sepuluh menit berlalu,terdengar langkah kaki di belakangnya,alangkah terkejutnya saat melihat siapa orang itu"Kamu..?"ucap azka shock
Azka salah mengartikan bahwa wanita di depannya ini adalah saudara Ana,ia merasa bersalah dengan ana kalau memang ini adalah saudaranya karena Azka juga merasakan getaran saat di dekat wanita ini. Azka masih diam mematung dan justru Ana tersenyum tipis saat melihat reaksi sang kekasih.
Wanita misterius yang namanya saja ia tidak tau sampai saat ini masih membuat penasaran dirinya sedang di hadapannya tapi Azka tampak linglung merasakan perasaan bahagia jg sedih karena sebentar lagi dia akan mengetahui nama wanita yang selama ini juga mengganggu tidurnya walaupun ada Ana yang juga mengisi hatinya.
"Apa aku begitu cantik kak sampai sampai kakak tidak mengenaliku?"ucap ana yang menyadarkan dari lamunanku.
"Suara ini?wajah ini?Apa mereka satu orang kenapa aku tidak mengenalinya?Dasar ya gadis ini membuatku tergila-gila padamu awas ya kalo kalian satu orang akan ku makan habis kamu sayang membuat aku jantungan hampir saja aku mati berdiri."batin Azka dengan seringai tipis di bibirnya.
"Sayang,sampai kapan kamu mau melihat wajahku terus?"tanya ana
"Oh,maaf .Kalian? maksud ku kamu dan wanita di kantor itu satu orang? pertanyaan bodoh itu keluar begitu saja
"Ha,..ha..kak apa benar kamu tidak mengenaliku saat itu? berarti usaha ku tidak sia sia."ucapnya
__ADS_1
"Apa maksudnya?"ucapnya bingung
Aku mendekat dan mulai menceritakan segalanya dari awal aku sekolah hingga saat ini.
"Sayang aku mengerti sekarang,apa kamu juga mau mendengar kejujuran ku?tanya Azka
"Maksud Kaka?"
Azka mengeluarkan kalung di leher ana dan menanyakan sesuatu.
"Masih ingat kalung ini?dan siapa yang memberinya?"tanyanya pada ana.
"Ini kalung dari temen SMA ku kak,dia dulu memintaku menunggunya agar aku mau menjadi pendampingnya,tapi karena kakak sepertinya aku mengingkari janjiku"Ucapnya sedih
Azka POV
Hari ini ku sangat bahagia sekali seolah-olah semua takdir merestui ku untuk satu hati dan satu wanitanya ini. Ana,Cery dan wanita di perusahaan itu hanya satu orang yaitu wanitaku ini. mendengar selama ini ia menjaga hati hanya untuk ku si buruk rupa
"Entahlah kak,karena kegilaan mu aku terjebak disini.aku Tak ingin mengecewakan kalian."ucapnya.sedih
"Bolehkah aku jujur?tanyaku
"Tentang?"
"Siapa aku sebenarnya."
"maksud kakak?"
__ADS_1
"Siapa nama temanmu yang memberi ini?"tanyaku sambil menunjuk liontin yang ia pakai
"Azka ndud"jawabnya
"Ha...ha.."lucu sekali dia selalu mengingatku dengan Azka ndud
"Sayang,Azka ndud dan Azka ini apa ada kesamaan?
Ana hanya menggeleng kan kepalanya tiba tiba seolah dia tersadar dari sesuatu
"kak buka kemejanya."perintahnya
"Buat apa sayang?tanyaku heran tapi aku tetap melakukannya
Dia melihat punggung ku seketika ia menghambur dalam pelukanku dan menangis
"Sayang ada apa kenapa kamu menangis?tanyaku bingung
"kamu ndudku?kenapa kamu lama sekali?"katanya aku masih bingung dengan ucapan nya dan seketika aku menegang mungkin selama ini ia menungguku
"Maaf sayang,maaf aku terlalu lama mencari mu."ucapku
Seketika kutarik tubuhnya dalam dekapan ku,aku menatap wajah ayu yang selama ini aku rindukan bibir merah ceri yang sangat menggoda. Aku memiringkan kepalaku mendekat kearah bibir sexy itu dan kulihat dia memejamkan matanya seolah menyetujui aku menjamah bibirnya pangutan yang tadinya lembut kini seakan pangutan yang menuntut hal yang lebih.
Setelah kita kehabisan nafas aku melepas pangutan di bibirnya,mengecup puncak kepalanya dengan penuh cinta dan dahi kita saling menempel, cukup lama kita saling memandang dan akhirnya kita tertawa terbahak dengan apa yang kita lakukan tadi.
Setelah kejujuran yang kami ungkapkan,aku merasa lega dan sangat bahagia, dia peri cantik penolongku yang ku minta menjadi pendampingku kala itu nyatanya tidak menolak dan tetap menantiku walaupun penampilan ku dulu sering orang lain bilang **** gendut.
__ADS_1
Aku berjanji pada diriku sendiri bahwa sampai kapanpun kamulah satu-satunya wanitaku hingga nafasku berakhir nanti.
POV end