
Setelah berkutat dengan pria gemulai itu hampir satu jam Aku telah selesai dan tampak fresh tapi aku tidak percaya diri dengan penampilanku.
Azka POV end
"kenapa melamun kak?apa tidak menyukainya?"tanya Ana pada Azka dahinya mengkerut melihat ekspresi Pria didepannya ini
"Bukan,hanya saja aku kurang percaya diri apa menurutmu ini cocok untukku?"tanyanya bingung
"Sangat cocok,kak Azka terlihat lebih muda, ganteng dan juga fresh. jadi percaya dirilah."
"Kalau aku ganteng seperti katamu tadi,maukah kamu menjadi kekasih pria yang tampan ini?"ucap Azka di iringi kerlingan dari matanya
Terlihat Ana menepuk jidatnya melihat kelakuan Azka"Bisakah kakak merayu gadis lain?"tanyanya
"Apa kamu tidak menyukaiku?"ucapnya sedih
"Maaf bukan begitu kak aku hanya ingin fokus pada pendidikan ku."Ana mengungkapkan Alasan yang sengaja ia buat agar tak menyinggung Azka
Azka mengernyit mendengar jawaban Ana seraya menggenggam tangannya
"Aku berjanji tak akan menganggu pendidikan mu,Aku hanya butuh kamu selalu di sampingku."Jawabnya tegas
__ADS_1
"Entahlah kak."Ana merasa bingung dengan sikap Azka yang terus memintanya menjadi kekasih nya.
"Please,beri aku kesempatan membuktikan bahwa aku gak main-main padamu."ucapnya lagi
Ana tampak diam untuk membalas perasaan Azka tapi dia tak ingin mengecewakannya. Entah mengapa ia juga merasa nyaman berada di dekat Azka.
Azka masih pada posisinya menggenggam tangan Ana dan menunggu jawaban Ana, Walaupun ia takut dengan kenyataan bahwa akan di tolak lagi
Setelah beberapa saat bening dan Ana yang diam dengan perdebatan hatinya akhir nya ia mencoba menerima Azka dan ia mengangguk kan kepalanya pelan. Azka yang tak percaya pada penglihatan nya terus menggoyangkan bahu Ana untuk memastikan penglihatan iti tidak salah
"Kamu menerimaku?"tanyanya lagi
"Hmm."jawab Ana singkat
Berbanding terbalik dengan Ana dan Azka ternyata dari awal ada seorang gadis yang mengabadikan moment itu dan menatap Ana dengan penuh kebencian
"Lihat saja gadis miskin aku akan menghancurkan mu."ucapnya dengan tangan terkepal penuh kebencian
Gadis itu keluar dari mall dengan Air mata yang berderai dan terus mengucapkan sumpah serapah pada gadis yang telah berani merebut miliknya mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh.
Mobil itu memasuki rumah besar dengan pagar yang menjulang gadis itu keluar dari mobilnya dan berjalan memasuki rumah besar itu
__ADS_1
"Aunty..Aunty.."teriaknya
"Non Gisel nyonya keluar Non."Ucap salah satu pembantu rumah itu
"Heh,babu aku tanya padamu pelayanan rendahan seperti tak pantas berbicara denganku."Ucap gadis itu yang ternyata bernama Gisel
pelayanan itu nampak menahan amarahnya dengan ucapan tamu majikannya itu gadis yang mengklaim dirinya menantu keluarga majikannya.
"Apa kamu berani melotot padaku?Cepat angkat kaki dari rumah ini Aunty Za tak butuh pelayan rendahan sepertimu aku bisa mendapatkan pelayan lebih baik dari pada wanita buruk rupa seperti mu."ucapnya dengan Angkuh
"Baik Nona Gisela ya terhormat saya juga g butuh majikan Arogan sepertimu,Apa yang anda bilang tadi saya buruk rupa heh ngaca bahkan kulitku lebih bagus daripada wajah nona yang operasi dengan plastik perabot sepuluh tiga."ucapnya sambil tersenyum mengejek
"Kau,awas akan kubuat kamu jadi gembel."ucapnya geram segera naik keatas menuju kamar Azka yang sialnya kamar itu di kunci pemiliknya.
"Ira kamu gak papa?"tanya pelayan yang lain
"Tidak mbak,aku sudah muak dengan kelakuannya aku pamit ya mbak."ucapnya
"Jangan pergi Ra,kalau tuan muda dan nyonya tau pasti marah dengan kita"ucap pelayanan yang lain
"tuan muda dan nyonya pasti akan maklum tenang saja mereka orang baik."balasnya segera bersalaman dengan ketiga temannya dan keluar dari rumah itu hanya dengan ransel di punggungnya.
__ADS_1
"Hah gara-gara nenek lampir mbak Ira pergi."ucap pelayan itu sedih melihat seniornya pergi
ππππππya reader g bisa sering up.ππ Author lagi fokus sama pekerjaan utamaku ini hanya sekedar kegiatan luang saja tapi akan author usahain sering up ya jangan lupa like n komentnya ya biar tambah semangat buat nulisnya ππ