Bukan Cinta Monyet

Bukan Cinta Monyet
Sepenggal kisah masa lalu


__ADS_3

Ana POV


"Harus masuk lagi dong ini males ketemu nenek sihir itu lagi,"aku menggerutu sepanjang gerbang utama ke teras kalo g penting mah besok besok lagi bisa di ambil.


Saat di masuk di ruang tamu aku mendengar ancaman nenek sihir itu yang mengancam akan menarik di dana di perusahaan papa Pramudita kalo membiarkan aku masih dekat dengan Azka,tapi gapapa lah aku mau lihat gimana respon keluarganya.


Aku segera keluar dan pura-pura baru masuk.


"Assalamualaikum.."


"Wa'alikum salam."jawab mereka serentak


"Sayang kok balik lagi ada apa nak?"tanya mama za


"Iya mah maaf ganggu apa Mama liat modul Ana kelihatannya tertinggal di sini?"tanyaku


"Oh,iya Mama ingat sebentar ya sayang mama ambil.


Mama za masuk keruang keluarga tak lama beliau keluar dengan modul yang ku maksud di tangannya dan menyerahkan padaku


"Sayang yang ini?"


"Betul mah,makasih ya Ana pamit dulu."ucapku sambil memeluk Mama za dan aku menggunakan kesempatan itu untuk menempelkan alat penyadap


Aku selalu membawa kemana saja alat itu yang bisa aku akses melalui ponsel pintar ku aku hanya ingin tahu respon keluarga Azka setelah ancaman nenek sihir tadi.


Ana POV end


"Maaf ya kak lama aku harus mencarinya dulu."ucapku sedikit berbohong

__ADS_1


"G, masalah sampai rambut ini memutih pun aku akan selalu bersabar menantimu."ucap Azka lebay


"jijik aku kak."jawabku dengan ekspresi mau muntah heran deh sejak kapan manusia es ini mirip penoton bayaran ya gila bener alay banget


"CUPP"


"Kak!!!"


"Maaf sengaja habis kamu gemesin."ucapnya tanpa dosa


Setelah itu hanya diam saja dan segera memasang earphone nya.


"Sayang kamu marah?"tanya Azka


"G kak.tapi aku pingin dengerin musik jangan ganggu ya kak aku lelah nanti kalau sampai beritahu ya"Alibinya


"Istirahat lah nanti aku bangunin kalo kamu ketiduran."ucap nya di iringi tangannya yang mengucap puncak kepala ana.


Azka POV


Saat terpejam pun kamu terlihat sangat cantik,aku beruntung bisa memilikimu aku akan menjagamu walaupun dengan nyawa ku sekalipun aku rela semoga aku bisa terus bersamamu.


Saat aku melihat nya sekilas aku melihat liontin yang pernah kuberikan padanya saat sekolah dulu,apa dia masih memberikan kesempatan apa dia masih percaya dengan si gendut buruk rupa itu?tapi aku takut dia akan menolak ku saat tahu aku sebenarnya.


Tapi aku secepatnya akan jujur aku ga mau ada kebohongan dalam hubungan ini.


Perasaan cepat sekali sampainya dan aku harus berpisah dengannya.


"Sayang bangun lah kita sudah sampai."ucapku

__ADS_1


"Hm,Maaf kak aku ketiduran."balasnya


Saat melihat ekspresi saat ia bangun tidur begitu menggemaskan aku tak sabar ingin memakannya


"hus,hus,kenapa aku bisa berpikiran mesum begini? sabar AZ jangan buru-buru."ucapku dalam hati


Saat dia turun ia mengambil tanganku dan mencium punggung tangan ku aku terkejut dengan perlakuan nya tapi aku juga tidak memungkiri aku sangat bahagia.Saat dua akan melepas tanganku justru aku memegang dengan erat


"Sayang boleh aku mencium kening mu? entah keberanian dari mana aku mengucapkan itu aku melihat ekspresi terkejut darinya tapi tidak lama dia segera mengangguk kan kepalanya pelan,Aku memberikan ciuman di keningnya dengan perasaan tak karuan dan aku melepaskan dengan tidak ikhlas


"Kak,aku berangkat dulu ya hati-hatilah di jalan."ucapnya sambil melambaikan tangannya


Aku pulang dengan perasaan sangat bahagia seakan aku melayang di antara taman bunga


Tak butuh lama aku tiba di mansion


"Assalamu'alaikum ma,pa!"


"Wa'alikum salam sayang kamu udah pulang."tanya mama padaku


"Sepertinya ada yang bahagia nih"belum sempat menjawab pertanyaan Mama papa meledekku dengan ucapannya


"Betul Pa, habis bertemu bidadari pastilah bahagia."jawabku


"Sayang apa itu gadis yang kamu anggap orang yang sangat berharga itu?tanya mama yang menyadari liontin yang di gunakan ana


"Betul mah tapi Ana belum tahu tentang itu,apa ana bakal menerimaku kalo aku jujur akulah si gendut dan si buruk rupa itu"ucapku pesimis


"Papa yakin ana akan menerima mu dia gadis yang baik kalo ana tidak mengingatmu mungkin liontin itu g mungkin dia pakai."jawaban papa membuatku percaya diri

__ADS_1


Azka POV end


Tanpa mereka sadari bahwa pembicaraan mereka di dengar seseorang yang yang tanpa sadar mendengar pengakuan kekasihnya itu secara tidak langsung dan tanpa di komandoi a(((ir mata gadis itu mengalir dengan derasnya


__ADS_2