
#Flashback On
"Yana Azura"
"Hadir"
Gadis cantik yang dipanggil namanya, langsung me ngangkat tangan kanannya. Dia duduk di bangku belakang dekat jendela kelas. Kerudung berwarna abu-abu bergerak pelan karena hembusan angin yang berasal dari kaca jendela yang dibuka.
"Baik, hari ini tidak ada yang absen. Sekarang, buka buku Bahasa Indonesia Terpadu halaman 68. Kita akan membahas tentang materi essai atau karya tulis ilmiah"
Yana mendengarkan dengan seksama penjelasan dari guru wanita yang juga berjilbab sama seperti dirinya.
"Oke, sekian materi hari ini. Jumpa lagi hari kamis besok, jangan lupa tugas mandiri yang sudah saya sampaikan minggu lalu. Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Setelah guru itu meninggalkan kelas 11 IPA 2, meja Yana langsung penuh.
"Nana, bagi pr MTK (matematika) dong" Ujar Tia, gadis tercantik di kelas.
Nana, adalah nama panggilan yang dibuat sendiri oleh teman-temannya sejak dia sekolah. Kata mereka nama Yana terlalu bagus untuk dirinya yang jelek, begitulah alasan yang sama namun di masa yang berbeda.
"Eh, Nanas buruan mana buku lo, lelet banget sih"
Ada saja nama panggilan untuk Yana, Nanas adalah salah satu ejekan yang sangat terkenal di tempat sekolahnya sekarang.
"Ih, jangan panggil Nanas gitu dong" Sahut Tia.
"Kenapa? Ga bagus ya?" Sebelah alis Tom terangkat karena ucapan gadis yang dia sukai.
"Bukan, nama panggilan itu malah sangat bagus. Tapi, sebaiknya lo harus tambah satu kata lagi setelah Nanas"
__ADS_1
"Apaan?"
"Na-nas bu-suk"
Semua siswa di kelas itu langsung tertawa sangat keras. Mereka memandang jijik Yana yang mengenakan masker yang hanya memperlihatkan kedua matanya yang bulat dan sangat indah jika dilihat dari dekat.
"Hahahah, kenapa nanas busuk? Sumpah bagus banget, hahaha"
Tom tidak bisa berhenti tertawa, begitupun teman-teman yang lain.
"Lo kan tau nanas busuk jelek banget, pas bagus nya aja jelek, hitam dan ada duri gitu, yah sama dong kayak Nana, tuh lihat wajahnya yang ... aduh gue ga bisa bilang, jijay banget"
Tia ingin membuka masker yang dikenakan oleh Yana, dan langsung Yana memundurkan wajahnya.
"Ka-kamu mau buku ini kan? Nih ambil"
Yana tidak sanggup lagi mendengar ledekan teman-temannya, jadi dia langsung memberikan buku tugas yang mereka inginkan. Biarkan saja jika nanti dia dimarahin lagi oleh gurunya.
Setelah mendapatkan buku keramat milik Yana, sekitar meja gadis itu langsung sepi. Seperi biasanya, Yana langsung mengarahkan pandangan ke luar jendela. "
"Hm, sepertinya nanti akan turun hujan"
Tanpa sengaja, Yana melihat ke arah lapangan basket. Di sana ada beberapa siswa yang asyik bermain bola bewarna orange dan berusaha memasukkan ke dalam ring yang terletak di atas tiang yang cukup tinggi.
Jarak lapangan dengan kelas Yana tidak terlalu jauh, jadi dia bisa mendengar dengan jelas percakapan siswa laki-laki di sana.
"Wah, lihat jendela kelas 11 Ipa 2" Ujar laki-laki tampan yang memegang bola basket, Renald.
Teman laki-laki itu langsung melihat Yana yang sedang melihat mereka.
"Apaan?" Sahut Zio, siswa populer di SMA Bakti yang sangat terkenal di kota.
__ADS_1
"Biasa, cewek jelek lihat kita, Bro" Jawab Mike, dia yang sedang mendrible bola dan berusaha memasukkan ke dalam ring.
"Jelek?"
"Yoi, lo ga lihat masker di wajahnya huh?" Renald masih memfokuskan tatapannya kepada Yana.
"Dia menutup dirinya yang ... jelek, hahahaha"
Para siswa laki-laki itu tertawa dengan keras dan nyaring. Sedangkan gadis yang mereka tertawakan sedang berusaha menahan perasaannya agar dia tetap harus kuat dan menganggap ucapan mereka hanya hembusan angin yang berlalu.
"Hus ga baik ngomong gitu"
"Kenapa lo, Zi?" Sahut Mike sebab tawanya harus terhenti gara-gara sahabatnya.
"Maksud gue, ga baik ngomong di belakangnya, mending ngomong langsung depan dia"
Ucapan Zio semakin membuat mereka tidak bisa menahan suara tawanya. Pertahanan Yana menghilang begitu saja setelah Zio berhasil menyakiti perasaannya melalui kata-katanya sendiri. Ya, Zio adalah laki-laki idaman Yana dalam hidupnya dan mungkin hanya sekedar mimpinya. Yana jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Zio. Tahun ini Zio lulus SMA dan Yana mungkin atau tidak akan pernah bertemu lagi dengannya.
#Flashback off
❣❣❣❣❣
Hai, selamat membaca karya terbaru ku ini ya
Jangan lupa juga mampir di karyaku yang lain
Oh ya, Like Comment Favorit dari kalian membuat ku lebih semangat 😃
Thank you all so much 😚
L0ve Macan
__ADS_1
😊😊😊☺☺