
Yana masih menatap dengan dalam laki-laki yang pernah hadir di hatinya, dulu dan sekarang. Dia tahu jika Zio mungkin atau tidak akan pernah mengingat dirinya. Siapa dia dalam hidup Zio, Yana jelek dan Zio tampan, bahkan laki-laki paling tampan saat mereka masih remaja di zaman SMA.
"Perkenalkan, Zio putra sulung saya" Mama Yasmin menepuk pelan paha putranya sambil memperkenalkan Zio kepada Yana, Insyaallah calon menantunya nanti.
"Dah besar ya Nak Zio, padahal dulu aku terakhir ketemu dia pas masih TK, lucu sekali dan menggemaskan"
"Sekarang juga masih lucu kan, Ai?" Mama Yasmin bahagia bisa bertemu dengan sahabatnya ketika sekolah dasar, meski mereka memang jarang bertemu karena Mama Yasmin yang pernah pindah ke luar kota beberapa tahun lalu.
"Lucu dan tampan"
"Ehem, terimakasih, Tante" Zio tersenyum canggung, karena pujian dari sahabat ibunya. Dia juga masih menatap dengan intens perempuan di hadapannya, kenapa dia tahu namanya padahal dirinya belum pernah ketemu Yana.
"Ma, aku ingin berbicara dengannya, berdua saja. Apakah boleh?"
"Boleh, tapi biarkan kakaknya Yana juga ikut bersama kalian ya, biar tidak ada fitnah" Ujar Bunda Aisyah, lalu berjalan menuju kamar yang tidak terlalu jauh dari ruang tamu.
Tidak lama kemudian, dua wanita datang menghampiri tamu mereka.
"Gila, cakep banget" Mata Kak Zara melotot saat melihat ketampanan Zio. "Tapi, Mas Ahlan lebih tampan dari siapapun. Gue tunggu kalian di taman belakang. Maaf" Zara langsung menunduk malu di hadapan tamu adiknya. "Dek, gue tunggu di taman belakang ya"
Yana menatap ke arah kedua orangtuanya.
"Pergilah" Ayah Ahmad mengizinkan Yana pergi dengan Zio.
"Saya permisi" Dengan lesu dan wajah yang cemberut, Yana berdiri dan berjalan duluan meninggalkan Zio yang masih duduk di sofa.
***
"Anda kenal dengan saya dimana?"
Baru saja Zio duduk di samping Yana dengan jarak yang tidak terlalu dekat, Zio langsung menanyakan tentang itu. Seharusnya, mereka saling memperkenalkan diri mereka masing-masing.
"A-aku ..."
"Oh ya, kenalin nama gue Zio, Zio Akbar"
"A-aku ..."
"So, lo kenal gue dimana?"
"Hm, dulu ..."
__ADS_1
"Apa jangan-jangan lo pernah lihat gue di televisi atau koran?"
Setiap Yana ingin menjawab pertanyaan dari laki-laki yang duduk di sampingnya, selalu saja Zio mendahului ucapannya.
"Jawab dong, cepet"
"Ish, nyebelin" Gerutu Yana sambil menatap dengan jelas laki-laki itu, cinta pertamanya.
"Siapa yang nyebelin? Gue?" Zio bingung dengan ucapan perempuan berhijab yang sedang menatap dirinya.
"Huft, nggak tau. Hm, aku Yana"
"Iya, gue tau. Tapi, lo tahu nama gue darimana, huh?"
"Hm ..."
Yana memikirkan alasan yang tepat untuk menyembunyikan jati dirinya sebagai adik kelas Zio, saat sekolah menengah atas dulu. Dia berharap, Mama Yasmin dan ibunya tidak memberitahukan Zio tentang dia dan Zio yang pernah satu sekolah yang sama.
"Apa?"
"I-itu, ya aku lihat di koran"
"Kapan?"
"Hm, oke deh"
Tidak ada pembicaraan di antara keduanya. Sedangkan, Kak Zara asyik megirim pesan chat dengan kekasihnya, Abang Ahlan.
"Iya, sumpah cowok itu cakep banget"
"Hehehe, tenang. Mas Ahlan mah paling dan sangat cakep di hidup aku"
"Oh, sepertinya mereka dijodohin deh"
"Mas kan tau sendiri, Yana tidak pernah dekat dengan laki-laki"
Kak Zara tetap memantau dua orang lawan jenis yang masih diam membisu di kursi panjang, dekat kolam ikan.
"Lo menerima pinangan Mama?"
"A-aku nggak tau"
__ADS_1
"Huft, kalau bukan karena permintaan Mama, gue juga nggak bakal datang kesini"
"Terus?"
"Yah, gue harus nurut sama Mama, kali ini"
"Hm, emang dulu kamu pernah nggak nurut ya sama Bu Yasmin?" Tanya Yana.
Zio tidak langsung menjawab pertanyaan Yana, melainkan dia terdiam.
"Tumben banget, gue bisa ngomong panjang kayak gini sama dia. Huft, ini bukan diri gue" Ucapnya dalam hati.
"M-mas?"
Yana menatap Zio bingung, kenapa Zio hanya diam.
"MAS ZIO"
Teriakan Yana berhasil membuat Zio kembali sadar.
"Apa jawaban mu?" Giliran Zio bertanya.
"Apa?"
"Pinangan itu"
"Oh, hm kalau Mas Zio?"
Zio langsung berdiri dari posisi duduknya. Dia menatap penampilan Yana yang juga sedang menatap dirinya.
❣🌼❣
Hai, jangan lupa ya Like Comment Favorite novel ini. Hm, boleh banget dong kalian mampir di karyaku yang lain
😍 MATAHARI TERBENAM DENGAN CINTA
😃 AYAH UNTUK ARLAN
Terimakasih
L0ve Macan
__ADS_1
🌼❣🌼