
Matahari belum menampakkan sinarnya. Yana bersiap lari pagi bersama kakaknya. Tidak lupa dia mengenakan masker sebagai pelindung diri. Padahal keluarganya sudah memintanya untuk tidak perlu menutup penampilannya. Tapi, Yana masih belum berani menunjukkan wajahnya tanpa mengenakan taburan bedak dan make up lainnya.
“Siap?” Tanya Kak Zara yang terlihat sangat cantik mengenakan pakaian tertutup dengan topi di atas kepalanya. Kakaknya Yuna memang tomboy, tapi tetap mengenakan pakaian yang menutup bentuk tubuhnya yang sangat indah. Dibandingkan dengan Yana, begitulah pikiran orang-orang yang Yuna dan Kak Zara jalan bersama.
Yana menganggukan kepalanya sambil tersenyum manis, namun tidak terlihat karena masker yang menutup bibirnya. Hanya matanya saja yang menyipit.
Mereka berdua lari-lari pagi di sekitar komplek rumah dan istirahat sebentar di sebuah taman kecil yang sangat ramai, karena kebetulan hari libur.
“Kakak beli minum dulu ya” Ujar Kak Zara.
Yana meregangkan tubuhnya yang terasa sangat lelah, dan dia sudah mulai merasa lapar. “Tahan, Yana. Kuat” Gadis itu mengepal kedua tangannya.
Sebenarnya taman itu terletak di tengah-tengah antara komplek rumahnya yang memang tidak terlalu mewah di bandingkan komplek yang berada di depan kompleknya. Ternyata taman ini banyak dikunjungi oleh penduduk di komplek mewah. Terbukti dengan gaya dan cara pakaian beberapa orang yang terlihat mewah dan mahal. Kenapa dia tahu? Karena dia adalah desainer. Tentu dia tahu beberapa merk pakaian, mulai dari harga rendang dan tertinggi.
Oek oek oek
Suara tangis bayi terdengar sangat jelas di telinga Yana. Tatapan matanya langsung mencari sumber suara itu. Dan dia berhasil menemukannya. Ternyata dekat dengan posisi dia duduk. Seorang laki-laki sedang berdiri dan membelakangi dirinya. Yana tahu jika bayi yang sedang menangis dengan kencang sedang digendong oleh orang itu.
"Single parent kah?" Gumam Yana sambil terus melihat ke arah stroller bayi yang dia pikir ada bayi di dalamnya. "Bayi kembar mungkin"
Hati Yana terasa sakit saat suara tangis bayi semakin kencang. Sepertinya ayah sang bayi tidak atau belum berhasil menenangkannya. Dengan langkah pelan, Yana berjalan menuju kersi panjang yang tidak terlalu jauh dari posisi duduknya.
__ADS_1
"Pe-permisi" Suara Yana pelan dan tidak akan mungkin didengar si ayah karena tangisan bayi.
Meski tangan yang gemetar, Yana menepuk pelan bahu kokoh pemilik laki-laki yang sedang berdiri membelakangi nya. Dia juga bisa mendengar suara ayah si bayi yang sedang berusaha menenangkan bayinya.
"Iya?"
Laki-laki itu langsung berbalik setelah bahunya ditepuk dari arah belakangnya.
Dan Yana merasa waktu berhenti seketika. Kedua matanya terbuka lebar begitupula mulutnya, untung saja dia masih mengenakan masker.
"Siapa?"
Singkat dan jelas, cara bicara yang belum berubah sejak Yana pertama kali mendengar laki-laki di hadapannya berbicara kepadanya saat mereka sekolah menengah atas yang sama.
"Maaf, Anda siapa?" Tanya laki-laki itu untuk ketiga kalinya saat Yana tidak merespon ucapannya, bahkan perempuan di depannya sekarang hanya diam dan mungkin sedang menatap dirinya.
Suara dia berhasil membuat Yana berhenti dari ingatan masa lalunya tentang ... cinta pertama kepada Zio.
"Oh itu, ehm"
"Maaf saya sedang sibuk"
__ADS_1
Zio langsung membalikkan badannya dan melanjutkan kegiatannya. Entah kenapa bayi dalam gendongannya terus menangis meski dia telah memberikan susu.
"Bo-boleh saya bantu?" Ucapan Yana membuat Zio mengangkat kepalanya.
"Siapa anda, huh?"
"A-aku ..." Untung saja Yana sempat cuci tangan dan membasuh muka sebelum duduk sambil menunggu kakaknya membeli minuman. Jadi, dia memberanikan diri untuk menggendong bayi yang menangis dalam gendongan Zio dan di stroller.
"Aduh, ****"
Tiba-tiba saja, Zio memberikan begitu saja bayinya dalam pelukan Yana dan langsung berlari secepat mungkin menuju kamar mandi. Yana terkejut dan tersenyum kecil melihat tingkah Zio yang lucu.
❣🌼❣
Hai, jangan lupa ya Like Comment Favorite novel ini. Hm, boleh banget dong kalian mampir di karyaku yang lain
😍 MATAHARI TERBENAM DENGAN CINTA
😃 AYAH UNTUK ARLAN
Terimakasih
__ADS_1
L0ve Macan
🌼❣🌼