
"Maaf mengganggu waktunya, Pak, Bu" Ujar salah satu wanita yang sedang memegang tas berkuran cukup besar.
"Sinta? Ada apa?"
"Maaf, Bu. Kakak Faza menangis terus, dan Adek Zafa tidak mau minum susu. Jadi, kami membawa anak-anak ke sini. Maafkan kami, Pak, Bu"
Zio langsung menggendong Faza karena bayi mungil sudah mulai merengek tidak nyaman di dalam stroller.
"Anak Ayah yang paling tampan kenapa nangis, hm?" Zio sedikit menggerakkan tubuhnya agar Faza bisa tidur lagi.
"Ya ampun, cucu kamu tampan sekali, Yas"
"Ehem, siapa lagi bibit dan pemilik tanahnya, hahahaha" Yasmin ikut berdiri di samping sahabatnya yang sedang asyik menatap cucunya yang masih tertidur di stroller.
"Ish, mulai pamer nih. Bang, ajarin dong istrinya nih" Ujar Bunda Aisyah kepada Papa Akbar yang hanya bisa tersenyum simpul.
"Aku tidak menyangka, kamu langsung dapat dua cucu" Ujar Ayah Ahmad.
"Yah, kamu tahu sendirikan kalau aku kembar. Jadi, faktor keturunan sepertinya"
"Oh iya ya, eh gimana kabarnya si Ikbar? Sehat?"
"Alhamdulillah, dia mah lagi menikmati masa-masa menjadi kakek. Putri pertamanya kan baru melahirkan"
"Oek ... oek ... oek" Suara tangisan Zafa sangat keras dan berhasil membuat semua orang di ruangan itu terkejut.
"Ya Allah, kok makin ganteng ya pas nangis gini" Bunda Aisyah tertawa geli melihat raut wajah Zafa. "Ayo, Nenek gendong ya"
"Ini susu Adek Zafa, Bu" Siti menyerahkan botol susu kepada Bunda Aisyah.
"Terimakasih. Kalian boleh duduk dulu"
"Kita duduk di depan saja, Bu"
Saat Faza dan Zafa di gendong oleh Ayahnya, maka tugas Sinta dan Siti untuk istirahat.
"YANAAAAA, BUAT MINUM SAMA CAMILAN BAWA KE DEPAN" Teriak Bunda Aisyah.
"Bunda, suaranya aduh. Malu ada tamu"
"Ehem, maaf" Bunda Aisyah tersenyum malu.
"Santai, Ai"
"Yas, kok Zafa nggak mau minum?"
"Coba kamu gerakin badan kayak Zio" Ujar Yasmin sambil melihat ke arah putranya yang masih berusaha menidurkan Faza.
__ADS_1
"Cup cup cup, anak tampan harus tidur ya"
"Mana tamunya, Bun?" Tanya Yana dengan sebuah tampan di tangannya.
"Di depan"
"Anak siapa, Bun?"
"Anakmu"
"Hah?"
Yana hanya menggelengkan kepalanya. Dia tidak melihat sedikitpun ke arah Zio dan langsung melewatinya.
"Silahkan dinikmati ya"
"Terimakasih, Kak"
Yana langsung berjalah menuju kamarnya.
"Dek, coba kamu gendong Zafa"
Tanpa menunggu persetujuan si anak bungsu, Bunda Aisyah langsung memberikan Zafa kepada Yana.
"Bunda, aku beli siap. Ntar, bayinya jatuh gimana"
"Anak tampan kenapa nangis, hm?"
Yana mencium lembut puncak kepala Zafa. Dan seketika itu juga, tangis Zafa langsung berhenti.
"Wah, kamu dah cocok banget jadi Ibu nya Faza dan Zafa, Yan" Ujar Mama Yasmin dengan kedipan mata ke arah putra sulungnya.
"Nama mereka bagus banget, Bu. Kalau bayi tampan ini siapa namanya?"
"Zafa" Bukan Mama Yasmin yang menjawab, melainkan Zio.
"Iya" Yana hanya bergumam saja, dia yakin jika ayah bayi dalam gendongan ini tidak akan mendengar suaranya.
"Apa?"
Sayangnya, Zio mendengar apa yang diucapkan oleh Yana. Dan laki-laki itu langsung berjalan mendekat dan menatap wajah Yana.
"Maksudnya?" Tanya Yana dengan kerutan di dahinya.
"Lo bilang apa pas gue jawab siapa nama bayi ini?"
"Iya, aku denger kalau nama bayi tampan ini namanya Zafa"
__ADS_1
"Oh"
Kini, mereka berdua hanya fokus menenangkan si bayi kembar yang mulai nyaman dalam gendongan calon ibu dan ayah kandung mereka.
"Hm, kalian berdua dah pantes banget jadi orang tua" Sahut Kak Zara saat melewati ruang tamu.
"Ish" Yana menatap sebal ke arah kakak perempuannya.
"Wah, Zara dah besar ya" Mama Yasmin tersenyum menatap putri sulung sahabatnya.
"Hehehe, Tante Yasmin mah bisa banget puji aku gitu" Kak Zara mencium dengan takdzim sahabat Bunda dan Ayahnya.
"Bunda, Ayah, Kakak pamit keluar dulu ya"
"Iya, hati-hati di jalan"
Saat berdiri di dekat pintu rumah, Kak Zara membalikkan badannya.
"Ku tunggu undangan nikah nya, Dek"
"KAKAK"
"YANA" Bunda Aisyah menatap tajam putri bungsunya.
"Adek teriak kayak tadi ya gara-gara Adek anaknya Bunda"
Oek oek oek
"Eh anak Ayah sebel ya gara-gara suara petir hm?"
"Kamu ngeledek aku, huh?"
Sekarang, tatapan mata yang indah milik Yana beralih kepada ayah dari bayi yang masih dalam pelukannya.
❣🌼❣
Hai, jangan lupa ya Like Comment Favorite novel ini. Hm, boleh banget dong kalian mampir di karyaku yang lain
😍 MATAHARI TERBENAM DENGAN CINTA
😃 AYAH UNTUK ARLAN
Terimakasih
L0ve Macan
🌼❣🌼
__ADS_1